Vicky Tanzil: Kerja Kolaboratif Dunia Fotografi Fashion

Sebagai penggemar majalah fashion semenjak puber, fotografi fashion punya daya tarik tersendiri yang membuat nadi saya berdesir. Ada yang unik, yakni kekuatan gambar yang menjadi dorongan untuk menghasilkan sesuatu yang cantik, meski produk hasilnya bukan sebuah potret. Bagaimana melihat seorang model dipoles tata rias warna-warni, memakai baju keren, ditambah tagline di halaman majalah fashion, bisa membuat saya terbayang-bayang sampai dewasa dan mencari-cari apa sih yang dimaksud dengan fotografi fashion itu?

Fotografi fashion adalah sebuah hasil karya seni. Banyak orang berbondong-bondong dengan modal kameranya terjun ke dunia fotografi yang satu ini dengan berbagai pendekatan berbeda. Ada yang menghasilkan potret glamor, kasual, hingga yang fashion effortless namun tak lekang dimakan zaman. Tak hanya di luar negeri, ada banyak sosok fotografer tanah air yang karya fotonya juga mampu menghasilkan karya seni foto bernilai tinggi. Salah satu sosok fotografer tanah air yang berkarakter kuat dan mampu menghadirkan warna baru di dunia fotografi fashion ialah Vicky Tanzil.

 Baca Juga: Mengenal Peran Pencahayaan dalam Fashion Photography

Vicky Tanzil: Kerja Kolaboratif Dunia Fotografi Fashion
(Dok. Vicky Tanzil)

Karya-karya Vicky Tanzil terinspirasi dari sepatah kata: “bebas”. Setelah lulus dari Universitas Petra, Vicky mulai mengelilingi banyak tempat, mengerjakan berbagai medium, mencoba beragam genre fotografi, dan juga memenangkan banyak kompetisi foto. Seolah-olah tidak ada batasan dalam karya yang ia hasilkan, semua karya Vicky berlandaskan insting yang mendorongnya untuk menghasilkan sesuatu. Alhasil, semua foto yang dihasilkan oleh Vicky, baik yang fashion maupun bukan, tampak cantik sekaligus hidup.

Ingin tahu lebih lanjut mengenai proses di balik pembuatan foto hingga menghasilkan karya yang unik, hidup, serta cantik, seperti Vicky? Saya menghubungi fotografer kenamaan tersebut untuk wawancara. Mewakili Crafters, saya dan Vicky Tanzil membicarakan topik seputar proses kreatifnya, pandangannya terhadap fenomena fotografi di Indonesia, dan pengalamannya selama berkarya. Simak wawancaranya di sini.

Apa yang membuat kamu pertama kali jatuh hati dengan dunia fotografi?

Alam dan kamera itu sendiri sih. Pertama kali memegang kamera, saya senang karena kamera mampu membekukan waktu dan mengabadikan momen serta visual yang saya suka.

Bagaimana kamu mendeskripsikan karyamu kepada seorang yang belum pernah melihatnya?

Dua kata sifat yang bisa saya ungkapkan dalam menggambarkan karya saya pada orang yang belum pernah melihatnya adalah simple dan minimalis.

Kapan kamu sadar kalau fotografi adalah hal yang ingin kamu kerjakan, terlebih kamu geluti sebagai karier?

Dulu saya kuliah jurusan Desain Komunikasi Visual. Kali pertama memegang kamera, saya sudah merasa kalau mengoperasikannya jauh lebih gampang daripada kegiatan mendesain yang menjadi kegiatan utama lulusan DKV.  Selain karena pengoperasian kamera bagi saya lebih mudah, saya juga makin tertarik untuk mengabadikan gambar yang lebih bagus. Dari sanalah saya memutuskan menggeluti fotografi sebagai jalan karier saya.

Seperti apa proses kreatifmu dalam membuat karya, mulai dari pra produksi sampai paska produksi?

Saya orangnya cukup impulsif dan candidCandid dalam arti “spontan”. Cukup banyak karya saya berasal dari buah pemikiran yang muncul secara mendadak di hadapan kamera selama proses persiapan pengambilan gambar. Biasanya, sebelum mengambil gambar, saya berdiskusi dulu untuk mencari “apa” yang mau dihasilkan, baru lanjut ke proses pemotretan. Nah, selama proses pemotretan tersebut akan ada modifikasi, penambahan, atau pengurangan dari berbagai elemen, mulai dari warna hingga pencahayaan yang dibutuhkan.

Siapa fotografer yang memengaruhimu dalam menghasilkan karya?

Paolo Roversi dan Daido Moriyama.

Vicky Tanzil: Kerja Kolaboratif Dunia Fotografi Fashion
(Dok. Vicky Tanzil)
Vicky Tanzil: Kerja Kolaboratif Dunia Fotografi Fashion
(Dok. Vicky Tanzil)

Kamu sempat mencoba beberapa gaya fotografi; produk, wedding, fashion. Mengapa dan apa yang akhirnya membuatmu memutuskan untuk menekuni fotografi fashion?

Sebetulnya saya tidak hanya menekuni fotografi fashion kok, tapi semua gaya fotografi. Alasannya gampang saja: karena saya cepat bosan dan suka tantangan. Menurut saya, enggak ada salahnya untuk mengasah kemampuan dan mencoba hingga akhirnya menjadi ahli di semua genre fotografi. Meski demikian, enggak semua saya tekuni. Di beberapa genre, saya tahu kalau saya enggak suka dan enggak bisa memotret dengan bagus.

Fotografi fashion adalah sebuah kerja kolaboratif. Bagaimana sih rasanya harus selalu bekerja sama dengan stylist, model, dan desainer tata busana baru? Apa yang menurutmu menarik selama prosesnya?

Semua kolaborasi di fashion pasti seru. Apalagi karena pada dasarnya fotografi fashion itu bersumber dari pertanyaan sederhana: “bagaimana kita mencari konsep atau gaya untuk desainer fashion tertentu?”

Karena tiap desainer punya gayanya masing-masing, kita harus menggali banyak hal. Mulai dari konsep tata rias yang pas, tempat pengambilan gambar yang pas -apakah itu dalam atau luar ruangan- lalu pencahayaan yang tepat, hingga siapa model yang paling pas. Pertanyaan yang mendorong proses berkarya fotografi fashion bisa saja mudah. Tapi untuk mendapatkan hasilnya, prosesnya panjang dan asyik.

Semua merupakan hal yang sangat berbeda dan bisa dipadukan menjadi sesuatu yang menarik. Bahkan stylist pun memiliki karakteristik yang berbeda. Jadi sangat seru untuk diskusi dan mencari sesuatu yang baru, atau memodifikasi hal lama menjadi sesuatu yang baru dan lebih segar.

Vicky Tanzil: Kerja Kolaboratif Dunia Fotografi Fashion
(Dok. Vicky Tanzil)
Vicky Tanzil: Kerja Kolaboratif Dunia Fotografi Fashion
(Dok. Vicky Tanzil)
Vicky Tanzil: Kerja Kolaboratif Dunia Fotografi Fashion
(Dok. Vicky Tanzil)

Apakah arti fashion bagi dirimu?

Bagi saya fashion itu personal, function, dan branding.

Apa saja peralatan foto yang enggak pernah bisa lepas dari kamu saat berkarya?

Yang wajib dibawa itu kamera dan Lensa fix 50mm.

Dari sekian banyak hasil foto yang telah kamu hasilkan selama berkarier, yang mana sih yang paling berkesan? Bisa kamu ceritakan alasannya?

Kalau sepanjang berkarier sih sebenarnya cukup banyak. Tapi kalau paling berkesan, mungkin salah satunya pemotretan untuk Kinfolk Magazine. Waktu itu saya iseng membuat foto dan mengirimkan hasil karya foto ke majalah Kinfolk. Ternyata cara pengiriman karya saya enggak sesuai dengan aturan mereka, tapi ternyata orang-orang redaksinya suka sama foto saya dan mau menampilkan foto saya.

Melalui foto-foto yang kamu hasilkan, apa sih yang ingin kamu coba utarakan?

Kadang-kadang sih ada. Kemungkinan besar sih saat saya sedang memotret saya sedang mengutarakan isi suasana hati. Kadang juga semacam “kode”. Hahahaha. Tapi rata-rata sih hanya sebagai dokumentasi foto travel dan snapshot.

Baca Juga: Sekar Larasati: Konsistensi Seorang Fashion Stylist

 

Bagaimana kamu melihat fenomena fotografi di Indonesia saat ini?

Saat ini banyak fotografer baru bermunculan. Banyak orang sudah berani mengklaim diri sebagai fotografer ketika mereka punya kamera dan menukar jasanya dengan akreditasi. Perkara salah atau benarnya praktik tersebut sebenarnya relatif. Semua punya sudut pandang berbeda. Enggak jarang, bahkan banyak sekali yang hanya menyontek referensi tanpa mengerti dasar-dasar fotografi itu sendiri. Walau yang tipe begitu sangat disayangkan, tapi banyaknya fotografer muda membuat dunia fotografi kita jadi lebih berwarna. Fotografer-fotografer itu punya warna mereka sendiri dan karakter mereka cukup kuat.

Punya tips apa buat mereka yang ingin berprofesi sebagai fotografer?

Jangan terburu-buru, nikmati proses belajarnya, dan cari tahu lebih banyak apa yang terjadi selama proses fotografi. Mulai dari teknik hingga tata krama dalam dunia kerja kreatif. Banyak fotografer di luar yang enggak pelit sharing kok 😀

Vicky Tanzil: Kerja Kolaboratif Dunia Fotografi Fashion
(Dok. Vicky Tanzil)
Vicky Tanzil: Kerja Kolaboratif Dunia Fotografi Fashion
(Dok. Vicky Tanzil)

Apakah kamu seorang fotografer yang ingin bergabung dalam jejaring GetCraft?