Crafters

Portal konten yang fokus mengangkat beragam hal seputar industri kreatif. Mulai dari wawancara, laporan khusus, sampai tips dari para kreator yang berkarya di bidang seni, kebudayaan, bisnis kreatif, dan teknologi.

Melalui Crafters, kami ingin memberikan kontribusi untuk perkembangan industri kreatif di Asia Tenggara.

Dikelola oleh

Sign up to receive bi-weekly creative inspiration, delivered directly to your inbox!

Transformasi Media Cetak di Era Digital

“Apakah media cetak bisa bertahan di era serba digital ini?”

Di luar dugaan, Sutta Dharmasaputra selaku Deputy Managing Editor Kompas mengatakan bahwa media cetak masih memiliki peluang besar di pasar, meskipun hampir seluruh orang saat ini mengonsumsi berita digital.

Diskusi seputar topik ini diadakan GetCraft dalam acara Indonesia Creative Meetup pada tanggal 11 Oktober 2018. Acara ini terjalin berkat kerja sama dengan Sukor Sekuritas dan Maubelajarapa dan mengundang dua pembicara senior yang sudah lama berkecimpung di dunia media yaitu Sutta Dharmasaputra (Deputy Managing Editor, Kompas) dan Amir Karimuddin (Editor-in-Chief, Dailysocial.id) serta dimoderatori oleh Syarief Hidayatullah selaku Sr. VP Creative GetCraft.

Menanggapi isu media cetak yang semakin diragukan pada era serba gadget ini, diskusi serta tanya jawab yang berlangsung sangat menarik. “Menurut saya, ketika kita mengembangkan langganan berbayar (subscribe) pada media, kita akan kembali menemukan banyak cara untuk mengemas koran. Kita harus bisa mencari jati diri koran lagi, jangan tidak pede dengan koran sebagai media cetak yang kelihatannya serius,” jelas Sutta.

Kompas sendiri sudah berdiri sejak tahun 1965. Selama puluhan tahun itu, Kompas melakukan banyak inisiatif yang terus berkembang untuk merangkul pembaca. Pada tahun 1995, Kompas meluncurkan media digital pertamanya. “Memang, transformasi media tidak mudah, apa yang dicetak bisa dengan mudah dipindah ke platform digital. Pasti akan selalu ada pertentangan,” kata Sutta.

Baca Juga: Memahami Cara Menulis Konten Native Advertising yang Baik

Berbeda dengan Kompas, Dailysocial.id sejak awal berdiri sudah dalam bentuk platform digital. Sudut pandang Amir sebagai pemimpin redaksi juga tidak kalah menarik. Menurutnya, audiens online memiliki focus spend yang sangat pendek.

Tidak takut dengan tantangan itu, Dailysocial.id tetap mengutamakan kualitas pada medianya. Untuknya, menggali karakter audiens adalah hal paling penting yang bisa diterapkan oleh media dengan platform manapun.

 

 

Transformasi Media Cetak di Era Digital
Diskusi dan tanya jawab yang terjadi di Indonesia Creative Meetup
Memahami audiens yang berbeda

Salah satu hal yang sering dilupakan oleh media yang memiliki medium cetak dan digital adalah kesadaran bahwa audiens mereka berbeda. Hal ini ditegaskan oleh Sutta Dharmasaputra, dengan latar belakang pengalamannya di Kompas selama bertahun-tahun.

“Wartawan kami sering mengeluhkan perbedaan pendapat antara mereka yang menulis untuk cetak dan mereka yang menulis untuk platform digital. Pada akhirnya, kami sadar bahwa yang membedakan standar berita itu adalah perbedaan audiensnya,” tutur Sutta.

Millenials, generasi serba digital yang sering disebut-sebut ini memang menjadi salah satu audiens terbesar medium digital media. Di sisi seberangnya, usia konsumen media cetak dirasa lebih banyak pembaca dewasa atau minimal satu generasi sebelumnya yang memang telah tumbuh dengan media cetak.

Intip publishers yang kerap bekerja sama dengan GetCraft!

Hal ini ternyata penting untuk mengerti peran media dalam bentuk mediumnya. Koran, sebagai media cetak saat ini juga dipandang tidak efektif sebagai lingkup berita yang sekadar news flash. Sebagai media cetak yang terbit secara reguler dengan waktu yang sudah ditentukan, koran seharusnya menjadi sebuah wadah berita yang sudah dikurasi oleh redaksi.

“Saya berkeyakinan bahwa koran tidak akan mati. Yang perlu diperhatikan, koran itu harusnya mengedepankan ‘how’ dan ‘why’. Sudah bukan news lagi. Seharusnya, saat ini koran bisa memberikan perspektif dengan core value yang kuat, sudah bukan hanya mengabarkan berita,” tegas Sutta tentang isu tersebut.

Baca Juga: Bagaimana Cara Tirto.id Menggarap Infografik dan Visual Report?

Transformasi Media Cetak di Era Digital
Peserta yang hadir di Indonesia Creative Meetup
Mengakali dan menerapkan transformasi ke media cetak

Yang mengejutkan, Kompas sebagai media yang memulai semua bentuk medium dari awal, tidak pernah menyerah dengan satu medium saja. Saat ini, Kompas.id adalah bentuk platform berita berbayar yang tengah terus dikembangkan oleh Kompas. Artinya, orang-orang yang membayar untuk berlangganan (subscriber) dalam situs tersebut akan mendapatkan berita-berita yang lebih mendalam ketimbang berita-berita yang ada di Kompas.com.

Sederhananya, Kompas.id adalah transformasi sempurna dari Kompas cetak. Di dalamnya pun, media tersebut dapat mengelola komunitas dan diskusi. Namun, memang bukan berarti Kompas menghentikan peredaran media cetaknya, hanya saja, untuk mengerti audiens yang berbeda tersebut adalah kunci dari mengatasi berbagai jenis kepunahan media cetak pada umumnya.

Di akhir diskusi dan tanya jawab, kedua pembicara dan peserta sepakat bahwa media memiliki satu value yang harus selalu diusung yaitu ‘trust‘. “Kita semua punya kesadaran bahwa kita memiliki andil untuk menyadarkan bahwa algoritma (dalam konten digital) sudah membentuk kita. Sesuai dari apa yang kita baca dan ketertarikan kita pada segala bidang. Ini alasan terjadinya segregasi,” kata Sutta.

Maka itu, peran media dalam medium apa pun seharusnya tetap harus mempertahankan perhatian para pembaca dengan tidak menyebar konflik atau hoax. Dengan kepercayaan yang diantarkan oleh media kepada pembaca, seharusnya media dengan medium apa pun tidak akan punah.

October 15, 2018
Gunawan Maryanto: Sastra, Menulis dan Libatan Khasanah Budaya Jawa dalam Karya
Gunawan Maryanto, seorang penulis, sutradara dan aktor menjawab pertanyaan Crafters seputar sastra, penulisan dan...
October 21, 2018
5 Sosok di Balik Lensa yang Penuh Inspirasi
5 fotografer ini bercerita tentang dunia fotografi yang digelutinya. Simak kisah inspiratif yang mereka...