Tips Buat Social Media Influencer Pemula

Trevor James terlihat menahan amarah. Meski sudah mengantre dengan baik dan menunggu lama, ia tak juga diacuhkan si pedagang makanan. Berulang kali ia coba mengingatkan dan meminta baik-baik, tapi tetap saja tidak dipedulikan, dan bahkan lebih memilih meladeni orang lain yang datang belakangan.

Adegan itu merupakan bagian dari video yang dipublikasikan Trevor, sang pemilik channel Food Ranger di YouTube. Video itu menceritakan tentang pengalaman wisata kuliner Trevor di Xinjiang, China.

Meski mengesalkan, peristiwa itu tetap ditampilkan Trevor dalam videonya; meski pemilik akun dengan jumlah subscriber lebih dari 1 juta penonton itu tampak kesal. Hasilnya, puluhan komentar mengalir untuk membahas adegan yang justru jadi nilai unik video tersebut.

Sejak awal tayang pada Mei 2017, sampai Oktober 2017 kemarin, ada lebih dari 1,5 juta tontonan terjaring untuk video ini.

Kenapa bisa begitu? Jawabannya adalah value. Untuk menjadi seorang social media influencer yang diperhatikan, ada banyak faktor penentunya. Namun dalam sebuah artikel Forbes berjudul How To Become A Social Media Influencer In Ten Simple Steps, ada sebuah poin penting yang disebutkan: Provide value. Always.

Video Trevor tadi misalnya menunjukkan value yang diterima dengan baik oleh penontonnya. Bukan hanya menampilkan orang yang sedang berjalan-jalan di luar negeri; tapi juga menunjukkan secara gamblang, nilai budaya, usahanya berbaur dengan masyarakat lokal, sampai kejadian mengesalkan seperti saat dicuekin si pedagang makanan tadi. Semuanya jadi atraksi yang menarik ditonton, bahkan memancing reaksi dan menuai komentar.

Menghadirkan nilai, apalagi yang khas, baru salah satu saja dari hal yang mesti disajikan seorang social media influencer, supaya bisa benar-benar mempengaruhi minat orang lain. Dan hal ini butuh kerja keras dan konsistensi. Selain itu pula, ada hal-hal lain yang patut diperhatikan:

Temukan keunikan atau keahlian khusus yang bisa Anda lakukan

Coba ingat-ingat, apa hal, aktivitas, atau keahlian yang benar-benar Anda minati atau kuasai. Gali dan tunjukkan dengan cara khas Anda sendiri, untuk bisa terlihat fresh di mata orang lain. Dalam hal ini, berbeda itu penting, apalagi kalau Anda “bukan siapa-siapa” alias bukan selebriti atau anak dari pasangan yang terkenal.

Video blogger Casey Neistat pernah berujar, “Kalau Anda melakukan hal yang juga dilakukan orang lain, maka yang Anda lakukan adalah salah!”

Menyadari pentingnya strategi untuk konten, dan membuatnya

Pilih dua atau tiga saluran media sosial yang bakal dipakai untuk mempromosikan diri Anda. Lalu tanyakan pada diri sendiri, apakah Anda lebih menguasai pembuatan video, atau menulis artikel? Bayangkan konsep penyajiannya, dan pertanyakan, apakah konten itu cocok dimuat pada saluran yang Anda pilih?

Jangan juga tabu untuk melirik saluran media sosial lain, seperti Musical.ly misalnya; saluran itu kini pun berkembang pesat, dengan komunitas pengguna muda, dan bahkan dipertimbangkan sebagai salah satu platform komunitas video global yang cukup kuat.

Memiliki pengaruh yang sesungguhnya itu berlangsung alami, dan bukan Anda yang menentukan, tapi orang-orang yang rela menjalin relasi dengan Anda di media sosial. Maka itu, hormati dan jaga hubungan itu.
Konsisten membuat konten yang fokus pada masalah yang dihadapi Followers

Apa yang kira-kira menjadi pertimbangan seseorang mengikuti akun media sosial Anda? Pada dasarnya, mereka hanya tertarik pada diri mereka sendiri, bagaimana mereka bisa maju dalam hidup, dan mewujudkan impiannya.

Maka itu, kalau Anda ingin menjadi influencer, berikan mereka konten atau informasi yang memang mereka pedulikan, dan bahkan bisa membantu mempermudah atau memperbaiki kehidupan mereka sehari-hari. Tentunya, kemas konten atau informasi itu secara kreatif dan mudah diakses.

Karena ada banyak orang yang mencoba ranah ini, dengan posting yang rata-rata memuat hal yang bahkan tidak diketahui oleh Followers mereka, juga dengan cara yang sangat biasa.

Tak hanya itu, unggah konten secara konsisten. Ketika (lagi-lagi) Casey Neistat mencapai 3 juta Followers, ia memberikan saran untuk orang-orang yang tertarik menjadi social media influencer, yaitu “Teruslah meng-upload!” Lakukan kegiatan berbagi konten secara konsisten, sambil Anda terus menggali hal-hal baru secara bersamaan.

Berjejaring untuk memperluas pergaulan dan wawasan

Setelah mengetahui hal yang ingin Anda bagi, menyematkan value di dalamnya, dan mengunggahnya ke media sosial secara konsisten, selanjutnya yang juga tak kalah penting adalah networking!

Berkomunikasi dengan orang atau pelaku lain di industri ini, penting untuk perkembangan Anda sebagai social media influencer. Tak selalu harus dalam bentuk serius, seperti mendatangi event tertentu, tapi bisa saja dilakukan sembari nongkrong, bercanda, saling mengomentari konten satu sama lain, hingga bertukar ide. Kalau perlu, bangun komunitas yang terkait dengan kegiatan Anda sebagai social media influencer.

Dengan sederet upaya di atas, kemungkinan tumbuhnya akun media sosial Anda pun membesar. Semakin matang dan berisi konten Anda, tambah luas pula jejaring di industri ini, bisa membuat Anda berpotensi besar meraup perhatian Followers. Ingat, jangan juga jadi sombong atau membual.

Memiliki pengaruh yang sesungguhnya itu berlangsung alami, dan bukan Anda yang menentukan, tapi orang-orang yang rela menjalin relasi dengan Anda di media sosial. Maka itu, hormati dan jaga hubungan itu. Good luck!

 

Banyak influencer berkualitas yang telah bergabung di GetCraft untuk menawarkan jasa sponsored content untuk para klien di seluruh Indonesia. Ingin tahu influencer mana saja yang sudah gabung? Yuk lihat disini!