Pastikan Konten Instagram Kamu Mencapai KPI, Ini Caranya!

Menjalani kerja kreatif sebagai influencer media sosial itu bukan urusan gampang. Butuh kreativitas yang konsisten dan kerja keras, agar kredibilitas kamu sebagai kreator konten terkait topik tertentu semakin kuat, serta bisa mengundang minat makin banyak klien untuk berkolaborasi denganmu.

Dan seperti sempat kami bahas pada artikel lain di Crafters, untuk itu, salah satu caranya adalah menjamin hasil yang bisa kamu capai sebagai KPI (key performance indicator), untuk menunjukkan business value yang ditawarkan pada klien. Dengan begitu, pengelola brand bakal makin mempertimbangkan kamu sebagai menjadi channel pilihan untuk mempromosikan pesan pemasaran mereka.

Tantangannya, jika sebagai influencer media sosial kamu tidak bisa mencapai hasil yang ditentukan, bisa-bisa klien jadi ragu untuk bekerja sama lagi. Karena selain konten yang berkualitas, kemampuan memastikan pencapaian KPI juga penting untuk membantu kamu merawat dan mengembangkan bisnis sebagai kreator konten di media sosial.

Untuk mengetahui cara menentukan KPI yang ditawarkan, kamu bisa baca selengkapnya di artikel ini: Agar Makin Sukses, Ini yang Perlu Diketahui Influencer Media Sosial

Jika merujuk pada tips dari artikel di atas, memang mestinya, hasil yang dijamin bisa cukup berdasarkan reach yang didapatkan dari followers yang langsung melihat posting-an kamu. Tapi, tak ada salahnya untuk melakukan effort lebih untuk memastikan kalau konten kamu bisa menjangkau jumlah pengguna yang diharapkan, pada periode waktu tertentu.

Kali ini, kami akan membahas tentang hal-hal yang bisa dilakukan untuk mencapai KPI, terutama reach, pada layanan media sosial Instagram. Jangan lupa, untuk memastikan kamu bisa mengetahui reach konten di Instagram, status akun kamu harus sudah Business Profile. Jika belum, cek cara melakukannya di artikel ini.

1. Tentunya, yang utama adalah menyajikan konten berkualitas

Kualitas konten yang dimaksud di sini adalah kombinasi dari beberapa hal berikut ini:

Stay native! – Influencer marketing adalah salah satu bentuk native ads, yang sudah semestinya menampilkan konten dalam konsep dan format yang biasa ditampilkan pada channel terkait. Contohnya, jika kamu influencer Instagram yang biasa sharing konten lewat komik dengan gaya lucu, maka konten yang disajikan juga sebaiknya dalam bentuk yang sama; agar followers tetap merasakan pengalaman menikmati konten yang sama, atau bukan iklan yang interuptif.

Orisinalitas – Pastikan konten yang ditampilkan merupakan hasil dari ide yang orisinal, dan pastinya potensial menarik minat atau keingintahuan followers kamu.

Engaging – Media sosial adalah saluran untuk berinteraksi, kualitas konten kamu makin kuat jika konten tersebut bisa menarik keterlibatan (engagement) dari followers. Jadi, usahakan untuk menyajikan konten yang ceritanya relevan, juga mengundang orang untuk berkomentar, bahkan turut terlibat dalam percakapan yang terjadi pada konten yang kamu posting.

2. Posting konten pada waktu yang paling optimal

Cek bagian Insights pada akun Business Profile kamu, dan pilih bagian Audience untuk melihat pada hari apa, dan jam berapa biasanya konten kamu paling banyak dilihat oleh followers.

Insights Business Profile Instagram
Insights Business Profile Instagram

Menayangkan konten di sekitar waktu yang paling optimal membuat kemungkinan kamu menjangkau lebih banyak orang semakin besar. Contohya, jika followers kamu terlihat aktif melihat konten pada pukul 6-9 malam, maka sebaiknya hindari menayangkan konten di pagi hari.

3. Promosikan konten kamu via channel media sosial lain

Ya, namanya juga usaha, salah satu cara mendorongnya agar kamu makin berhasil adalah memanfaatkan semua kemungkinan untuk mempromosikan layanan kamu.

Seperti saat mendapatkan project untuk memuat konten berbayar di Instagram, mungkin ada baiknya juga kamu promosikan juga di channel lain yang potensial menarik reach untuk konten Instagram tadi, seperti Twitter atau Facebook.

Karena, jika kita kembali lagi pada alasan kenapa influencer marketing makin menarik di mata klien adalah karena cost-nya yang relatif lebih efisien dibandingkan channel pemasaran lainnya; karena biaya sudah termasuk ide kreatif, produksi konten, dan distribusi. Dan melakukan cross-media promotion adalah termasuk area distribusi.

4. Gunakan Instagram Stories untuk mempromosikan konten

Masih bagian dari distribusi, cara lain yang juga bisa dilakukan adalah mempromosikan konten berbayar di Instagram kamu via Instagram Stories. Caranya bisa dicek pada gambar di bawah ini:

Promosi Konten via IG Story
Promosi Konten via IG Story

Konten Instagram Stories, seperti kebanyakan dari kita sudah ketahui, hanya tayang 24 jam. Dan untuk memastikan kamu bisa mencapai KPI dalam periode waktu yang disepakati, contohnya tujuh hari, bisa jadi tidak perlu setiap hari kamu mempromosikan konten berbayar kamu di Instagram Stories.

Paling tidak, kamu lakukan pada hari yang sama saat kamu memuat konten berbayar di feed Instagram. Lalu, amati dulu pertumbuhan reach-nya, jika pada hari ke-3 masih kurang dari setengah target yang disasar, tak ada salahnya kamu ulang lagi promosi konten di Stories.

Be creative! Tampilkan ajakan yang menarik minat followers atau siapapun yang melihat Instagram Stories kamu; bisa juga ditambahkan GIF atau gambar tambahan yang “mengajak” orang untuk engage dan akhirnya menikmati konten berbayar hasil kreasimu.

5. Jika perlu, jaring reach dengan cara beriklan di Instagram

Cara ini memang membuat kamu mesti merogoh kocek ekstra. Tapi misalkan kamu sudah melakukan sederet hal di atas, namun masih juga belum mencapai hasil yang disasar, beriklan bisa jadi ampuh untuk mendorong reach terhadap konten berbayar kamu.

Agar bisa mengiklankan konten, tentunya akun kamu harus berstatus Business Profile; sehingga kamu bisa langsung mempromosikannya via iklan di apliaksi mobile Instagram. Caranya tinggal klik tombol Promote yang terdapat di pojok kanan bawah dari konten kamu.

Klim tombol Promote di IG
Klim tombol Promote di IG

Tentukan profil target yang dituju agar mendekati karakteristik followers kamu, serta pertimbangkan juga, profil target yang menurut kamu akan membutuhkan informasi yang di-share via konten terkait.

Jangan sampai asal beriklan, karena pada dasarnya kamu ingin mempromosikan konten yang relevan ke kelompok pengguna Instagram yang lebih luas, dan mungkin belum mengikuti atau bahkan mengetahui akun Instagram kamu.

Semoga beberapa cara di atas bisa membantu kamu selalu mencapai KPI atau target hasil yang diharapkan, sehingga klien selalu puas dengan hasil melakukan influencer campaign dengan kamu, dan berujung pada kolaborasi yang berkelanjutan.

Nama baik kamu sebagai influencer di industri komunikasi dan periklanan pun bisa semakin cemerlang. Konten berbayar yang berkualitas dan promosi yang dilakukan di berbagai campaign pun membuat makin banyak orang aware dengan kehadiran kamu sebagai persona media sosial, dan followers pun bertambah.

Akhirnya, seiring waktu kamu bisa terus meningkatkan jaminan hasil yang bisa dicapai (guaranteed views/reach). Dengan demikian, penghasilan dari kreativitas kamu sebagai kreator konten pun bertumbuh!​