Crafters

Portal konten yang fokus mengangkat beragam hal seputar industri kreatif. Mulai dari wawancara, laporan khusus, sampai tips dari para kreator yang berkarya di bidang seni, kebudayaan, bisnis kreatif, dan teknologi.

Melalui Crafters, kami ingin memberikan kontribusi untuk perkembangan industri kreatif di Asia Tenggara.

Dikelola oleh

Sign up to receive bi-weekly creative inspiration, delivered directly to your inbox!

Tips Menulis dari Tweets J.K Rowling

I am the freest author in the world” J.K Rowling

Siapa yang tidak kenal sosok penulis jenius di balik Harry Potter ini? Ia berhasil menciptakan sebuah universe baru dengan semua sihir dan hal-hal lain yang membuat siapa pun yang membacanya enggan kembali ke realita. Atau bahkan, menolak kenyataan pahit bahwa kita tidak menerima sebuah surat dari Hogwarts saat berumur 11 tahun.

Kira-kira sebesar itulah dampak karya literatur ciptaan Rowling ke dunia. Hingga saat ini, bahkan demandyang tinggi membuat Rowling bersemangat untuk terus menulis di naskah Fantastic Beasts hingga membantu penulisan Harry Potter and The Cursed Child; untuk sebuah pentas teater. Bahkan, Rowling juga membuat nama alias, yaitu Robert Galbraith untuk merilis buku-buku ciptaannya yang bertema lebih dewasa. Sikap tidak pernah puas dengan karyanya mungkin salah satu yang membuat Rowling menjadi seorang penulis besar di generasi ini.

Tidak pelit ilmu, Rowling selalu membagikan kiat-kiatnya dalam bekerja sebagai penulis lewat media sosial atau wawancaranya. Lewat StandoutBooks, kita setidaknya bisa mempelajari beberapa hal penting dalam penulisan versinya sendiri.

Baca Juga: 10 Kutipan Penulis Besar untuk Inspirasi Menulismu

 

Tips Menulis dari Tweets J.K Rowling
(Dok. Giphy)
Pikirkan bahwa menulis adalah pekerjaan serius & pentingnya menyelesaikan sebuah karya

“Kamu harus bekerja. Menulis adalah tentang struktur. Menulis adalah tentang disiplin diri. Menulis adalah semua hal menyeramkan yang sering diucapkan gurumu di kelas,” sebut Rowling. Ya, mungkin sebagian dari diri kita berusaha meyakinkan bahwa menulis adalah sebuah hobi. Namun, bukan itu kasusnya bagi seorang J.K Rowling. Baginya, menulis adalah pekerjaan pertama. Jika kamu mengacaukan struktur dan tidak disiplin dalam bekerja (menulis), maka kamu akan terus menemukan kesulitan. Trik yang bisa kita ambil dari Rowling adalah untuk belajar menulis kapan pun dan di mana pun kamu bisa melakukannya.

Dalam sebuah Tweet-nya, Rowling juga pernah membalas komentar yang memotivasi para penulis untuk menyelesaikan project-nya. Ia menyatakan bahwa memotivasi diri dengan mengatakan bahwa ia tidak akan peduli dengan hasil akhir karyanya, yang terpenting untuknya, adalah menyelesaikan karyanya tersebut.

Memulai sebuah karya adalah tantangan pertama, namun tantangan terbesarnya jelas untuk menyelesaikannya. Menyelesaikannya bukan berarti harus menerbitkannya, pikir Rowling dalam sebuah Tweet. Namun, menurutnya, menyelesaikan sebuah karya adalah sebuah keuntungan penting untuk psikologi si penulis sendiri.

“Disiplin bagi seorang penulis termasuk untuk menyelesaikan sebuah karya kreatif yang secara personal dapat kamu banggakan. Saat kamu sudah pernah menyelesaikannya satu kali, maka kamu akan dapat menyelesaikannya berkali-kali lagi. Hal tersebut adalah sebuah pencapaian dan pengetahuan yang sangat besar untuk para penulis,” tulisnya. Jadi, jangan pernah rendah hati dan selesaikanlah karyamu dengan perlahan namun terstruktur!

Baca Juga: 10 Buku Wajib Baca versi Adimas Immanuel

 

Tips Menulis dari Tweets J.K Rowling
(Dok. Giphy)
Bagaimana sebuah rencana bekerja untuk penulis?

Membuat rencana sepertinya jarang dipertimbangkan oleh para penulis. Satu kasus memang berbeda dengan kasus lain, namun jika bicara soal J.K Rowling, maka pasti ada satu dua hal yang bisa kita ambil dari kisah suksesnya.

Rowling telah membuat sebuah rencana besar dan lengkap cerita Harry Potter dari jilid satu hingga tujuh bahkan sebelum ia mulai menulis buku pertamanya, Harry Potter and The Sorcerer’s Stone. Artinya, menentukan karakter dengan segala latar belakangnya, membuat rangkaian plot yang lengkap, setting, hingga tema besar yang jelas ternyata sangat penting untuk penulis buku best seller ini.

Selanjutnya, perkembangan karakter, cerita, dan hal lain yang muncul seiring penulisan dapat diatur oleh si penulisnya sendiri. Pengembangan konsep di proses awal juga dapat mencegah si penulis untuk keluar jalur terlalu jauh dari rencana awal.

Redraft dan rewrite

Siapa sangka jika Rowling ternyata telah menulis ulang chapter pertama dari buku Harry Potter and The Sorcerer’s Stone sebanyak 15 kali sebelum puas dengan hasilnya?

Peluang untuk para penulis berhasil menuliskan apa yang mereka ingin sampaikan di draft pertama hampir mustahil untuk Rowling. Baginya, terus bereksperimen dengan draft pertama itu sangatlah penting. Selama pengerjaan ketujuh buku seri Harry Potter, Rowling banyak melakukan perubahan dalam elemen-elemen penting di novelnya. Ia sendiri pun tidak punya jawaban saklek mengapa penulis mempunyai tendensi seperti ini di saat menyelesaikan sebuah karya. Tapi, menurutnya, membaca menjadi salah satu problem solver terbesar untuknya sebagai penulis. Bagaimana cara para penulis untuk mempercayai insting mereka saat menulis?

“Banyak-banyaklah membaca. Membaca akan sangat membantu. Baca segala hal yang dapat kamu baca,” jelasnya.

 

(Dok. Giphy)
Menjadi penulis yang berani

“Beberapa kegagalan di hidup adalah hal yang tidak bisa dihindari. Tidak mungkin jika selama hidup kita tidak menemukan sebuah kegagalan, kecuali jika kamu menjalani hidup dengan terlalu berhati-hati; maka kamu belum hidup sepenuhnya–maka kegagalan yang kamu alami adalah bawaan,” jelas Rowling.

Ketakutan dan hantu tentang kegagalan sering kali menjadi hal yang menghambat para penulis untuk berkarya. Kutipan Rowling di atas memiliki banyak kaitan dengan komitmennya untuk menyelesaikan karya dan penolakannya akan kesempurnaan. Hal terakhir yang dapat dilakukan seorang penulis adalah untuk menuliskan ide-ide dalam sebuah rencana yang lenggang–pikirkan karakter-karakter yang menarik, tema dan topik yang kamu anggap menarik–pikirkan sebuah cerita yang kamu pikir penting untuk diceritakan. Magic words untukmu yang merasa mentok?

“Tulis apa yang kamu pahami: ketertarikanmu, perasaanmu, kepercayaanmu, teman-temanmu, keluargamu dan bahkan binatang peliharaanmu bisa menjadi bahan mentahmu untuk menulis,” ujar Rowling.

Lihat inspirasi dari penulis yang bergabung di GetCraft!

Menurut Rowling, passion adalah sebuah hal yang harus diperjuangkan dan diasah, namun vital. Kecintaanmu akan hal yang kamu lakukan, dan yang terpenting: hal yang kamu tulis harusnya menjadi bahan bakar terbesarmu untuk menjalani kariernya.

What you write becomes who you are, so make sure you write what you love!” ungkap Rowling.

Tips Menulis dari Tweets J.K Rowling
(Dok. Giphy)

Foto feature oleh Medium

October 29, 2018
Tips Menulis Artikel Finansial dengan Menarik
Bagaimana cara menulis artikel finansial yang menarik? Dalam Indonesia Creative Meetup, Crafters membahasnya bersama...
October 31, 2018
Hari Prast: Menjaga Kebhinekaan dan Memberantas Hoax dengan Ilustrasi
Hari Prast atau yang dikenal dengan akun Instagram Hari Merdeka telah mengangkat tema politik...