Crafters

Portal konten yang fokus mengangkat beragam hal seputar industri kreatif. Mulai dari wawancara, laporan khusus, sampai tips dari para kreator yang berkarya di bidang seni, kebudayaan, bisnis kreatif, dan teknologi.

Melalui Crafters, kami ingin memberikan kontribusi untuk perkembangan industri kreatif di Asia Tenggara.

Dikelola oleh

Sign up to receive bi-weekly creative inspiration, delivered directly to your inbox!

Tips Menulis Artikel Opini Agar Menarik Saat Dibaca

Pernahkah kamu merasa sangat terusik mengenai berita tertentu yang baru kamu baca sampai-sampai kamu ingin memberikan sebuah balasan atau surat pada editornya? Seberapa sering kamu menemukan dirimu duduk di sebuah kursi kafe dan bertanya-tanya mengenai apa yang mendorong sekumpulan orang bertindak? Atau pernahkah kamu terdorong untuk melindungi bidang kesukaanmu terhadap opini banyak anggota keluarga saat makan malam? Kalau kamu menjawab semua pertanyaan di atas dengan jawaban “ya”, maka selamat, kamu sudah mendapatkan sebuah jenis tulisan baru yang dapat kamu telusuri: artikel opini.

 

Tips Menulis Artikel Opini Agar Menarik Saat Dibaca

Baca Juga: 5 Kemampuan yang Wajib Diasah oleh Content Writer

Writers Write mengungkapkan jika sebuah artikel opini merupakan artikel di mana si penulisnya mengungkapkan pendapat pribadi, biasanya cukup kontroversial atau provokatif, mengenai isu tertentu, tentang benda, atau berita. Artikel opini merupakan jenis tulisan yang sempurna untuk membuat suaramu terdengar-atau bahkan untuk menemukan suaramu sebagai seorang penulis. Lewat pembuatan artikel opini, kamu dapat menemukan tema tulisan, sebuah blog, atau bahkan satu buku. Bahkan ketika kamu enggak berpikiran untuk mempublikasikannya, artikel opini merupakan cara yang baik untuk mengatur pikiranmu serta melatih struktur beragumen.

Meski dipublikasikan atau tidak merupakan pilihanmu, tidak ada salahnya untuk melatih diri sendiri untuk membuat artikel opini yang baik dan layak untuk diterbitkan. Hitung-hitung membuat artikel opini yang layak adalah latihan memoles tulisanmu dalam berganti jenis atau mengganti “topi” penulismu. Berikut beberapa hal yang harus kamu perhatikan untuk membuat artikel opini yang baik dan menarik.

Jadilah penulis yang sangat beropini

Ketika membuat sebuah artikel opini, karaktermu yang hot-headed sangatlah berguna. Hindari menjadi terlalu sopan, bijaksana, atau diplomatis serta memberikan masing-masing sisi dari sebuah perkara dalam menulis. Sebuah argumen dalam kepenulisan artikel opini jauh lebih baik daripada sebuah diskusi.

Sampaikan hubungan yang kuat dengan subjek pembicaraan

Saat kamu merupakan seorang yang ahli dalam sebuah topik, tak masalah menggunakan kata ganti orang pertama untuk menekankan kuasamu terhadap subjek tersebut, apalagi kalau cerita yang kamu alami secara personal relevan dan memiliki kebenaran universal. Hanya saja pastikan benar kalau kamu memang punya kuasa atas topik itu. Ambil contoh, terkecuali kamu pernah berperang di jalur Gaza, kehilangan teman atau identitas nasional di sana, kamu enggak akan punya opini atau cerita yang dapat dijual dalam artikelmu. Jangan sekali-sekali mengarang cerita atau membuat artikel hanya dari asumsi yang belum kamu telusuri riset dan kebenarannya.

 

Tips Menulis Artikel Opini Agar Menarik Saat Dibaca
Tak perlu takut dengan kontroversi

Jangan ragu untuk melawan opini populer, mengguncang pohon, atau menunjuk seseorang ketika menulis artikel opini. Jadilah seseorang yang pemberani dalam pendekatan tulisanmu. Dalam kepenulisan artikel jenis ini, tidak ada pembaca opini yang mau menulis sesuatu yang aman-aman saja. Dalam hal ini, persiapkan dirimu untuk menanggung risiko dan bertangganggung jawab dengan artikel yang kamu buat itu.

Berpikir secara strategis

Berargumenlah berdasarkan strategi. Ketika kamu menulis artikel opini, ketahui apa yang ingin kamu sampaikan dan jadikan sesuatu yang kamu angkat itu hal penting dengan bentukan persuasif. Bayangkan opinimu tengah disidang dan argumen yang kamu tulis dalam sebuah artikel opini haruslah mendapat simpati dari juri sehingga ia mau beralih mendukung pendapatmu.

Namun yang perlu diingat, jangan bertujuan untuk “mempengaruhi” orang dengan pemikiranmu, namun yang kamu lakukan adalah menjabarkan apa yang ada di pikiranmu dan mengapa kamu merasa perlu mempertahankan pemikiran tersebut. Artikel opini yang persuasif dan provokatif memang punya garis tipis namun tentu berbeda tujuannya.

 

Tips Menulis Artikel Opini Agar Menarik Saat Dibaca
Mulailah dengan sebuah ledakan

Mulailah tulisanmu dengan pertanyaan yang menarik dan lanjutkan dengan usaha untuk menjawab pertanyaan itu. Kamu juga bisa memulai tulisanmu dengan pernyataan yang powerful kemudian dapat dilanjutkan dengan argumen-argumen mempertahankannya.

Jaga suaramu tetap konsisten

Tulisanmu dapat menjadi tulisan yang lucu atau penuh kemarahan, kebingungan, langsung atau subversive. Tak ada batasannya, kok. Hanya saja, pastikan kalau suaramu cocok dengan kepribadian tulisanmu dan tetap jaga konsistensinya.

Lihat para penulis yang tergabung dalam jejaring GetCraft!

Gunakan metafora untuk menyederhanakan ide-ide kompleks

Supaya mempermudah penyampaian maksudmu terhadap isu yang cukup berat dan sulit, kamu bisa menggunakan metafora sebagai penyederhana. Ambil contoh, kamu bisa mengatakan jika ledakan kependudukan dunia itu hampir mirip seperti ketika menambahkan satu lagi rombongan baru di Jakarta setiap bulan. Dengan demikian, pembacamu akan mendapat gambaran yang lebih jelas mengenai motivasimu menulis artikel opini tersebut.

Tambahkan sebuah fakta yang tak diketahui banyak orang

Ketika membuat artikel opini, terus tanyakan pada dirimu sendiri, apa hal yang baru, segar, tidak biasa, serta terkini. Masukkan fakta-fakta spesifik atau kabur, statistika teranyar, dan kutipan langsung untuk mendukung argumenmu.

Baca Juga: Tips Menulis Artikel Finansial dengan Menarik

Jangan mengomentari komentar yang lain

Ketika kamu merasa kurang sependapat dengan artikel opini orang lain dalam sebuah surat kabar atau media mana pun dan kamu ingin membalas opini tersebut, ketahuilah, belum tentu editor akan menerbitkannya lagi dalam media tersebut. Lebih jauh lagi, sebuah keluhan yang ditujukan kepada satu film, buku, drama, atau serial televisi bukanlah artikel opini melainkan sebuah review atau artikel ulasan.

Demikian beberapa hal yang harus kamu perhatikan saat membuat artikel opini yang baik serta layak diterbitkan. Sudah siapkah kamu mencoba menulis artikel opinimu hari ini?

 

Apa kamu seorang penulis yang ingin bergabung dalam jejaring GetCraft?

April 15, 2019
Kunci Sukses Ilustrator dalam Industri Ilustrasi
Apa saja kunci sukses para ilustrator dalam menjalani karier di industri ilustrasi Indonesia? Di...
April 16, 2019
Liunic on Things: Langkah Menggarap Art Merchandise!
Baca langkah-langkah Martcellia Liunic (Cella), seorang ilustrator berbakat dalam memproduksi art merchandise versinya lewat...