Tips Meniti Karier Menjadi Videografer

Tren pemasaran lewat video sudah jadi hal yang sangat lazim belakangan ini. Disetujui oleh pakar-pakar media sosial, bahwa banyak konten video memerlukan biaya yang adil, dengan penghasilan yang berkali lipat besarnya. Bagaimana tidak, audiens yang dimanjakan oleh konten-konten kreatif yang berbentuk video lebih mudah menangkap informasi yang ingin disampaikan klien.

Ingat-ingat saja, bahwa video-video iklan berisi “konten” yang sukses viral belakangan ini. Contohnya, kampanye Ramadan yang keluar dari Ramayana Department Store dan Go-Jek yang sempat ramai diperbincangkan. Itu hanyalah salah dua dari ribuan konten video yang menangkap dan diingat banyak mata.

Mengapa video ini dianggap berhasil? Bahkan sebagai penonton saja, kita bisa menangkap branding yang baik dari video tersebut. Konten lokal yang diterapkan, serta selipan humor banyak menjadi video yang diapresiasi oleh masyarakat belakangan waktu. Setelah tren video seperti ini berkembang, Anda bisa melakukan eksperimen dari contoh kasus ini.

Baca juga: 5 Ramuan untuk Membuat Video Viral

Videografer

On a serious note, perlu diperhatikan, bahwa branding selalu menjadi hal terpenting bagi klien. Maka itu, perpaduan konten dan citra yang tepat di dalamnya juga harus Anda pikirkan sejak awal agar terhindar dari revisi kecil/besar berkali-kali yang bisa menyebabkan panas dalam. Apa saja sih kiat-kiat dasar untuk memaksimalkan karier Anda sebagai videografer?

Lihat juga: Para videografer yang kini sudah bergabung di marketplace GetCraft

Selalu terbuka dengan media baru

Sebagai videografer, lebih baik Anda terus mengikuti perkembangan tren video dan juga medianya. Untuk itu, penting hukumnya untuk berpikiran terbuka soal media-media baru yang muncul. Sebut saja fitur-fitur baru yang belum lama diluncurkan oleh Instagram: IGTV.

Durasi yang dijanjikan Instagram dalam setiap videonya adalah 60 menit. Tentu, ini salah satu jalan terang untuk Anda yang biasa menggarap video di Instagram hanya dengan rentang waktu 60 detik.

Pelajarilah lebih dalam, jadilah expert-nya dalam waktu dekat, jadikan media-media baru yang bermunculan sebagai ladang hijau yang bisa Anda panen. Dengan begitu, Anda akan lebih mempunyai banyak pilihan yang dapat Anda tawarkan dan presentasikan pada klien Anda.

Perhatikan brief dan target pasar klien

Apalagi yang lebih penting dari keinginan atau brief dari klien? Sebagai kreator, tuntutan untuk membuat karya dan menjadikannya sejajar dengan brief klien sangatlah penting. Lakukanlah breakdown dari tiap-tiap brief dan terapkan dalam kreasi video Anda.

Contohnya, cobalah untuk mengevaluasi konten-konten yang telah ada sebelumnya, dari yang berhasil dan yang tidak berhasil. Perhatikan media yang jadi fokus dari target pasar Anda. Karena, tidak ada gunanya jika Anda terus menghasilkan konten di platform yang salah. Dengan demikian, Anda dapat yakin jika konten yang akan dibuat bisa menyentuh target pasar.

Pelan-pelan dan menentukan budget

Yang terakhir dan paling penting adalah, jangan terburu-buru tiap Anda membuat konten video. Jadwalkan satu persatu proses yang kira-kira Anda butuhkan untuk menggarapnya. Pastikan bahwa klien Anda mengerti dan memahami produksi video yang cukup rumit ini. “Mengedit video juga ada seninya, harus berpikir bagaimana caranya membuat video itu jadi enggak biasa.” jelas Nicky NS, seorang videografer profesional. Jadi, lebih baik Anda meminta waktu lebih, dibanding tidak memaksimalkan hasil akhir video Anda.

Baca juga: Sederet Hal Penting untuk Persiapan Produksi Video

Mulailah dengan perlahan, namun pastikan bahwa Anda telah melakukan segala hal dengan maksimal. Anda perlu merancang budget, menulis perlengkapan yang Anda butuhkan selama shooting, talent, editing hingga finishing video Anda.

Pastikan bahwa klien Anda mengerti dan memahami produksi video yang cukup rumit ini.

Pertanyaan selain itu yang penting adalah, apakah dengan menjadi videografer Anda tetap bisa mendapatkan penghasilan yang cukup, dan bagaimana baiknya Anda menentukan budgeting di awal proses? Jawaban untuk pertanyaan pertama adalah iya. Karier sebagai videografer terbukti dapat memberikan Anda pemasukan finansial yang cukup, bahkan lebih jika Anda bijak dalam menentukan budgeting.

Cobalah untuk melihat bahwa biaya pre-production seharusnya ditutup oleh klien. Jadi, lebih baik Anda membuat perjanjian bahwa sang klien harus melunasi 50% dari budget keseluruhan untuk membantu jalannya produksi. Karena kita tahu, kalau pekerjaan freelance sama dengan invoice yang jangka waktu menunggunya cukup lama (bisa 1-3 bulan setelah video selesai). Untuk itu, bijaksanalah dalam penentuan kontrak pembayaran Anda.

Seperti yang dijelaskan oleh para kreator video yang hadir dalam acara Indonesia Creative Meetup yang bertema Digital Video Production, bahwa sebagai videografer bahwa menjadi seorang profesional di bidang video tidaklah mudah. Banyak tekanan yang dihadirkan oleh klien karena seperti yang telah disebutkan dan diperkirakan bahwa konten yang berbentuk video akan terus meningkat demand-nya. Dari situlah, tetap idealis dengan standar Anda dan merancang tiap-tiap kebutuhan produksi dengan baik akan menjadikan hasil akhir Anda maksimal.

Pursue your passion in videography, bahkan sebagai freelance pun, Anda tentu bisa memaksimalkan jalan karier Anda. Melalui networking dan mendaftarkan diri dalam marketplace yang tepat, titel videografer serta proyek-proyek yang menjanjikan dapat hadir di genggaman tangan Anda.