Tips Menentukan Target Market Buat Freelancer

Salah satu persoalan yang sering dihadapi para kreator konten freelancer, entah itu penulis, desainer, ataupun fotografer adalah kesulitan untuk menjawab secara tegas, siapa yang mereka sasar untuk mendapatkan project.

Kalaupun ditanya, kebanyakan jawaban mereka adalah, “Siapa aja yang butuh desain website,” atau “Siapa aja yang butuh artikel buat blog.”

Sayangnya, jawaban itu tidak cukup kuat untuk membantu kita, sebagai freelancer, mempromosikan keahlian membuat konten pada kelompok audiens yang tepat, dan berpotensi besar memberikan kita project untuk digarap.

Kenapa? Karena tidak semua orang membutuhkan jasa kita. Seperti halnya seorang pengusaha, menentukan sasaran pasar (target market) sangat penting buat freelancer, ketimbang hanya mengandalkan, “Siapa aja yang butuh gue.”

Setelah menentukan target market, kita akan lebih fokus untuk mempromosikan kemampuan kita pada mereka, serta meyakinkan mereka, bahwa kita adalah penulis, atau desainer, atau fotografer yang tepat untuk mereka.

Bagaimana caranya?

Tentukan fokus kerja Anda

Coba, pikirkan sejenak dan evaluasi diri sendiri, apa yang benar-benar jago Anda lakukan? Sebab, ada banyak banget tipe kerja seorang penulis, desainer, atau fotografer.

Dan ada banyak juga kreator konten di luar sana yang ngaku bisa menggarap apapun jenis konten yang dibutuhkan.

Maka itu, kalau Anda fokus pada tipe kerja dan kategori tertentu, Anda sudah memposisikan diri Anda unik dibandingkan para kompetitor di luar sana.

Jadi tentukan fokus kerja Anda. Apakah Anda spesialis menulis artikel wawancara, profil, atau bahkan white paper industri? Apakah Anda paling berpengalaman membuat logo, layout majalah, atau desain website? Apakah Anda ahli memotret human interest atau produk?

Buat fokus kerja makin rinci lagi

Menentukan fokus kerja saja tidak cukup; perlu lebih detail lagi untuk menjual jasa kreatif Anda. Caranya adalah menentukan kategori topik dari fokus kerja Anda tadi.

Misal, jika Anda adalah spesialis menulis artikel wawancara, tentukan pada kategori apa Anda biasa melakukannya. Contoh, menulis artikel wawancara untuk kategori hiburan, atau parenting, atau bisnis.

Atau kalau Anda desainer, desain infografis terkait isu lingkungan; atau fotografi untuk produk otomotif, seperti mobil atau motor, jika Anda adalah seorang fotografer.

Intinya, makin rinci Anda melakukan kategorisasi pada fokus kerja, makin mudah pula Anda mengidentifikasi siapa klien potensial.

Temukan dan berkomunikasi dengan klien potensial

Setelah teridentifikasi, temukan dan jangkau mereka dengan cara mencari tahu, bagaimana mereka biasanya berkomunikasi atau mencari jasa kreator konten.

Temukan, apa saluran atau platform yang bisa membantu Anda terhubung dengan para klien potensial, yang mencari kreator konten dengan spesifikasi rinci, seperti yang sudah Anda lakukan di atas?

Dengan keahlian yang fokus dan rinci, Anda membuka peluang besar untuk calon klien lebih yakin menggunakan jasa Anda. Ditambah lagi, Anda sudah mempersiapkan portfolio yang memperkuat fokus kerja di atas.

Karena, berdasarkan pengalaman, klien tidak mencari kreator konten yang mengaku bisa mengerjakan apa saja, tapi kreator yang sangat bagus dan meyakinkan untuk menggarap konten yang mereka butuhkan.

Temukan, apa saluran atau platform yang bisa membantu Anda terhubung dengan para klien potensial, yang mencari kreator konten dengan spesifikasi rinci.

Dan tentunya, (lagi-lagi) seperti halnya bisnis, kelak Anda pasti ingin mengembangkan atau memperluas jasa yang bisa disediakan. Dengan menentukan target market, hal itu justru jadi sangat memungkinkan.

Seiring waktu, jika Anda sudah mulai mendapatkan klien yang puas dengan hasil kerja Anda, secara bertahap, mereka juga bakal menantang Anda untuk bisa membantu mereka pada tipe konten atau kategori lainnya.

Sehingga jam terbang Anda pada tipe konten dan kategori baru itu pun makin tinggi, dan portfolio Anda bertambah. Pada saat ini, Anda bisa menambahkan keahlian baru itu pada daftar jasa kreatif yang Anda sediakan.

Inti dari menentukan target market adalah fokus. Seperti menulis, mendesain, atau memotret, Anda mesti fokus. Begitu pula halnya jika Anda ingin bisnis Anda berkembang, sebagai kreator konten freelance.