Crafters

Portal konten yang fokus mengangkat beragam hal seputar industri kreatif. Mulai dari wawancara, laporan khusus, sampai tips dari para kreator yang berkarya di bidang seni, kebudayaan, bisnis kreatif, dan teknologi.

Melalui Crafters, kami ingin memberikan kontribusi untuk perkembangan industri kreatif di Asia Tenggara.

Dikelola oleh

Sign up to receive bi-weekly creative inspiration, delivered directly to your inbox!

Tips Membangun Personal Branding Sebagai Fotografer

Menjadi seorang fotografer profesional mungkin adalah sebuah impian bagi siapa saja yang tertarik menggeluti bidang ini. Bayangkan saja, jika kamu seorang fotografer profesional yang mendapatkan kesempatan untuk bekerja di luar negeri, memotret alam, wedding atau fashion. Banyak cara dilakukan untuk sampai ke jenjang profesional sebagai fotografer seperti itu.

Salah satunya yang jarang diperbincangkan adalah branding. Hal ini seringkali dilupakan oleh para pelakunya. Padahal, amat penting untuk menghadirkan sebuah persona yang khas bagi fotografer yang lalu dapat dikaitkan dengan bidang fotografinya.

Di Indonesia Creative Meetup lalu, kami membahas tema Membangun Personal Branding Sebagai Fotograferdengan mengundang tiga pembicara: Nicky Gunawan (Fashion and Commercial Photographer), Jeff O’Neal(Professional Wedding Photographer) dan Sukimin Thio (General Manager and Photographer NIKON Indonesia). Bekerja sama dengan Maubelajarapa dan Sucor Indonesia, acara tersebut berjalan dengan intens dan penuh diskusi.

Baca Juga: Tren Desain Era Digital: 3 Jenis Ilustrasi

Only One Me

Perlu diingat, jika bicara personal branding tandanya kita bicara tentang diri kita sendiri. Jadi, Jeff O’Neal mengingatkan bahwa “There is only one me. Walaupun amat banyak fotografer di dunia ini, percaya saja bahwa setiap individu cuma ada satu di dunia ini,” tegasnya.

Darimana kita bisa memulainya? Ketiga pembicara sepakat bahwa media sosial jadi salah satu senjata ampuh untuk membangun branding para fotografer ini. Seiring mencari jati diri lewat style mereka dalam menangkap sebuah momen, para fotografer disarankan untuk tetap konsisten dengan ketertarikan bidang mereka, lewat media sosial.

Tips Membangun Personal Branding Sebagai Fotografer
Ketiga fotografer profesional yang menjadi pembicara di Indonesia Creative Meetup

“Ingat, namanya saja media sosial. Itu adalah wadah kita untuk bersosialisasi. Membalas komentar dan menghargai followers sangat penting,” tambah Sukimin. Lewat media sosial juga, para fotografer dapat menerima kritik dan pujian yang pada akhirnya bisa mengetahui kelebihan dan kelemahan mereka secara teknis maupun non teknis.

Mereka juga mengingatkan bahwa pasar akan selalu ada untuk para fotografer. Namun, kita juga harus tau dan menentukan di awal soal pasar yang kita targetkan. Sebagai wedding photographer, Jeff telah melihat celah lewat riset yang selama ini dilakukan oleh ia dan timnya. “Perhatikan hasil yang kekinian tidak apa-apa, namun cari yang belum dibuat. Menurut saya, lebih baik jadi raja kecil daripada jadi pengikut orang lain. Main di niche market itu lebih asik. Saya dan tim sendiri, fokus pada destination wedding dengan teknik penggunaan flash,” jelasnya.

Lihat inspirasi fotografer yang bergabung di GetCraft!

Sukimin Thio, selaku General Manager NIKON Indonesia juga memberikan poin-poin menarik untuk dipertimbangkan para fotografer saat membangun branding-nya. Yaitu untuk mengerti dasar-dasar fotografi dan komposisi, jangan pernah berhenti belajar, coba cari sudut pandang dengan kacamata lain tiap kali berhadapan dengan suatu obyek, berpakaian dengan baik, membuat konten dengan konsisten, memiliki investasi di gear yang tepat, aktif di media sosial, pahami kelebihan dan kekurangan dan mengerti audiens.

Tips Membangun Personal Branding Sebagai Fotografer
Peserta yang hadir di Indonesia Creative Meetup
Terciptakan atau diciptakan?

Sebuah pertanyaan menarik terlontar dari peserta yang hadir di Indonesia Creative Meetup. Ia bertanya, apakah seharusnya personal branding itu tercipta seiring waktu atau memang diciptakan oleh si fotografer?

Hal ini dijawab bahwa setiap individu tidak akan memiliki proses yang sama. Bahkan dengan formula yang sama pun, kita belum tentu bisa mendapatkan hasil yang serupa. Nicky Gunawan, seorang fotografer fashion dan komersial terbilang masih cukup muda. Ia sendiri, hingga awalnya memulai karier pada tahun 2013 hingga sekarang tidak punya formula khusus dalam membangun branding atau style. “Tetap lakukan saja apa yang kamu suka dan percaya. Seiring waktu, hal itu semua akan muncul sendiri. Tapi pastikan untuk tetap konsisten,” katanya.

Melatih kesabaran dalam membangun personal branding ternyata penting dilakukan. Karena ketatnya persaingan yang terjadi di industri fotografi ini, kita seperti ditantang untuk mempertahankan cara kita dalam mencari klien. “Mudah”-nya menjadi fotografer di era digital ini menjadikan profesi ini terlihat mudah, padahal sebaliknya.

Seorang fotografer profesional dituntut untuk selalu memiliki passion yang kuat di ranah fotografi. “Sekarang ini, lebih banyak business photographer dibandingkan dengan passionate photographer. Nah, kalian yang mana?” tanya Jeff untuk memancing para fotografer yang hadir dalam menggali passionmereka.

Baca Juga: Mengapa Kreator Perlu Mengikuti Kompetisi Kreatif?

 

Tips Membangun Personal Branding Sebagai Fotografer
Diskusi yang muncul antara peserta dan pembicara di Indonesia Creative Meetup
December 12, 2018
Juxtaposisi, Narasi dan Realita versi Agan Harahap
Agan Harahap adalah seniman besar yang terkenal dengan karya digital imaging atau manipulasi fotonya....
December 19, 2018
Thalasya Pov: Dari Digital untuk Digital, Fiksi atau Asli?
Serupa Lil Miquela, Thalasya Pov lahir sebagai influencer asli Indonesia yang juga musisi. Crafters...