Tips Membangun Dramatisasi Video Lewat Proses Editing

Satu hal yang dipercaya oleh banyak orang, cerita merupakan jantung bagi sebuah film atau karya berbentuk video. Alasannya, karena cerita merupakan unsur pelarut bagi para penikmatnya. Cerita pula yang nantinya dibisikkan dari telinga ke telinga hingga tak lekang oleh masa. Terbukti lewat cerita yang memukau, film Godfather sampai hari ini masih ditonton oleh banyak orang dari berbagai generasi.

Dan memang karena peranannya yang begitu penting, banyak pula orang yang terlibat ketika membangun sebuah cerita di dalam film atau karya video. Mulai dari script writer, sutradara, produser dan salah satunya juga adalah video editor.

Bisa dibilang kalau tahap editing menjadi krusial karena proses ini yang menentukan kesuksesan sebuah karya video. Di mana ketika sebuah editor perlu merangkai setiap potongan gambar menjadi suatu cerita yang utuh dan bermakna, serta menambah berbagai efek untuk membuat karya tersebut menjadi lebih dramatis dan terasa hidup yang akan mendorong emosi dari penonton.

Beberapa hal di atas mungkin sedikit menggambarkan pentingnya proses editing agar suatu karya video dapat menjadi ideal bagi penontonnya. Tetapi bagaimana caranya agar sebuah karya video dapat memiliki cerita sekaligus mengandung unsur dramatis? Berikut beberapa tipsnya.

Baca Juga: Tips Meniti Karier Menjadi Videografer

 

Tips Membangun Dramatisasi Video Lewat Proses Editing
(Dok. Giphy)
Pentingnya angle

Ketika menentukan angle kamera yang akan ditayangkan, kita bisa menentukannya dengan memposisikan diri sebagai penonton. Sebagai penonton tentu kita akan memiliki ekspektasi bagaimana suatu adegan mungkin dapat terlihat lebih baik ketika disajikan melalui angle kamera tertentu. Dan ketika kita berpikir seperti itu, pilihan angle yang disajikan bisa berbagai macam, salah satunya adalah dengan lebih memperlihatkan ekspresi dari adegan tersebut sehingga lebih bisa membangkitkan sisi  emosional dan dramatis.

Seorang editor juga perlu menentukan kapan waktu yang paling tepat untuk memperlihatkan angle widemedium, atau close-up. Misalnya, kita bisa memilih angle close-up untuk menangkap ekspresi dan bahasa tubuh dari aktor atau aktris yang berperan sehingga emosi yang diberikan oleh para pemain itu bisa lebih sampai kepada para penonton.

Angle wide pun bisa memberikan efek dramatis di dalam sebuah video. Sebuah space yang luas atau pun keindahan alam dan suara naturalnya juga bisa membantu sebuah video dapat terlihat lebih autentik, dan memberikan suatu tensi tersendiri bagi para penontonnya.

Memberikan warna

Warna bisa dibilang merupakan elemen penting yang bisa dimanipulasi untuk memperkuat suatu subjek khusus. Fungsi lain dari pewarnaan ini juga untuk membangkitkan suatu emosi yang spesifik atau membangun atmosfer di dalam sebuah scene.

Dua hal yang penting diperhatikan oleh editor di dalam pewarnaan adalah color correction yang berfungsi untuk memastikan semua warna memiliki konsistensi pada setiap adegan, serta color grading yang akan memberikan karya video kita sebuah tampilan yang berbeda. Kedua ini akan sangat membantu agar setiap gambar yang tersaji di video tersebut terlihat lebih realistis, atau memberikan perbedaan antara satu scene dengan scene khusus lain seperti adegan flashback.

Dan warna ini juga bisa menekankan emosi pada sebuah adegan. Misalnya, warna kemerahan (merah, kuning, jingga) di film superhero dapat memberikan nuansa semangat kepada para penontonnya. Sementara ketika warna merah itu ditempatkan  dalam film horor, efeknya bisa menambah suasana intens pada suatu adegan.

Baca Juga: Tips Bikin Konten Video Berkualitas

 

Tips Membangun Dramatisasi Video Lewat Proses Editing
Menambahkan musik

Salah seorang penata musik profesional di bidang film yaitu Hans Zimmer yang sudah mendapatkan beragam penghargaan seperti Academy Awards pernah mengungkapkan, “If you talk to any director, they’ll say music is fifty percent of the movie.”

Quote dari Hans Zimmer di atas dapat juga berarti bahwa sebuah film tanpa musik itu takkan pernah sempurna, tak bisa 100%. Tak dapat dipungkiri memang musik itu dapat memberikan kekuatan tersendiri bagi sebuah film dan meningkatkan drama.

Ditambah, musik juga akan membuat para audiens lebih mudah mengingat suatu adegan yang ada di dalam sebuah film atau video. Coba bayangkan, siapa yang tidak ingat adegan di film Warkop DKI ketika mereka menyanyikan lagu “Mamayukero” atau “Nyanyian Kode”? Musik juga dapat meningkatkan emosi tersendiri di dalam sebuah film, seperti di film komedi, musik akan menekankan unsur jenakanya.

Berani mengambil keputusan

Kadang kala proses produksi itu tidaklah selalu sempurna, dan untuk itu, proses editing ini bisa menjadi cara untuk menyempurnakannya. Semisal, saat syuting, talent berbicara terlalu cepat sehingga kalau ditayangkan secara mentah bisa menimbulkan kebingungan bagi yang menontonnya.

Dan di dalam proses editing mungkin editor bisa menambahkan beberapa frame untuk memperlambatnya, dan meningkatkan volume suara sang aktor, agar percakapan dari para pemain video tersebut bisa lebih didengar oleh para penonton. Dan hal ini dibutuhkan kejelian dan mengambil keputusan yang tepat dari seorang editor agar karya mereka dapat dinikmati dengan baik oleh audiens.

Atau contoh lainnya, ketika seorang editor menemukan sebuah scene yang layak diberi efek tambahan untuk meningkatkan dramatisasi, seperti menambahkan efek slow motion dan lain sebagainya, maka keputusan editor menjadi sangat penting agar video tersebut dapat membangkitkan emosi dan unsur dramatisasinya.

Edit dengan sepenuh hati

Mungkin sudah banyak pengetahuan dan standar tentang bagaimana cara memotong adegan yang tepat. Tetapi di satu sisi, editor juga paling mengetahui kapan waktu yang tepat agar adegan film itu dapat lebih berarti dan memunculkan emosi dari para penikmatnya. Sehingga perasaan editor itu mempunyai peranan untuk memperkuat narasi dari sebuah video. Michael Kahn, seorang editor film yang sudah meraih penghargaan OSCAR pun mengatakan, “I don’t cut from what i call knowledge… I have to feel it.”

 

Kamu seorang videografer yang ingin bergabung dalam jejaring GetCraft?