Crafters

Portal konten yang fokus mengangkat beragam hal seputar industri kreatif. Mulai dari wawancara, laporan khusus, sampai tips dari para kreator yang berkarya di bidang seni, kebudayaan, bisnis kreatif, dan teknologi.

Melalui Crafters, kami ingin memberikan kontribusi untuk perkembangan industri kreatif di Asia Tenggara.

Dikelola oleh

Sign up to receive bi-weekly creative inspiration, delivered directly to your inbox!

Tips Membangun dan Mengembangkan Kontenmu!

Bagi para influencer, membuat konten sudah menjadi sesuatu hal yang biasa dilakukan. Terlebih, dengan kegiatan influencer marketing yang semakin marak dilakukan oleh brand-brand dari beragam ukuran. Influencer marketing ini dianggap sebagai salah satu kegiatan marketing terbaik bukan tanpa alasan.

Syarief Hidayatullah, SVP Creative GetCraft yang menjadi Moderator di acara Jakarta Creators Meetup: Build and Maintain Your Reputation as a Social Media Influencer 18 April lalu menjelaskan bahwa tenarnya influencer marketing di kalangan brand didukung oleh tiga hasil yang signifikan terlihat. Yang pertama, melakukan kolaborasi dengan influencer untuk memproduksi konten brand membutuhkan biaya yang lebih kecil dibandingkan Google dan Facebook.

Yang kedua, konten yang dihasilkan para influencer ini dapat menghasilkan interaksi dan engagement yang terbukti tinggi. Yang terakhir adalah keunikan dari para influencer dan personanya ini yang nantinya akan memberikan hasil konten beragam untuk target pasar Anda.

Dalam Jakarta Creators Meetup tersebut, GetCraft turut mengundang tiga pembicara untuk menyampaikan insights mereka masing-masing. Hadir sebagai speakers, Ririe Prameswari (Beauty Vlogger), Reh Atemalem (Blogger) dan Lintang Sandhinika (Talent Manager Collab Asia) berdiskusi dan memberikan jawaban untuk pertanyaan yang disampaikan oleh para peserta.

Baca Juga: Tips Menjadi Content Writer Paling Diinginkan

 

Tips Membangun dan Mengembangkan Kontenmu!
Pelajari tentang niche-mu!

Dalam industri influencer ini, Lintang Sandhinika beranggapan bahwa amat penting untuk para kreator mengerti tentang ketertarikan mereka masing-masing secara spesifik. “Know yourself better!

Hal ini bisa dimulai dengan kamu, sebagai kreator yang mengetahui tentang platform apa yang paling cocok untuk konten buatanmu. Sebagai Talent Manager di Collab Asia, Lintang memberikan contoh YouTube dan Instagram sebagai pembanding. Ia merasa, kadang pada kreator belum bisa memutuskan dengan baik tentang platform mana yang ia rasa cocok dengan kontennya.

“Kamu harus tahu tentang ketertarikanmu. Instagram dan YouTube adalah dua platform berbeda dan memiliki “cara bermain” yang berbeda juga di dalamnya,” jelas Lintang. Ini dibenarkan oleh Ririe Prameswari. Namun, bukan berarti ini tidak bisa diakali. Ia merasa bahwa kedua platform tersebut dapat disinkronisasi untuk menjadi pendukung satu sama lain.

Lihat influencer yang tergabung dalam jejaring GetCraft!

Sebagai seorang Beauty Vlogger yang aktif membuat konten video di YouTube, ia menggunakan Instagram sebagai salah satu CTA (Call To Action) bagi para followers-nya untuk menonton video lengkap buatannya di YouTube. Menghadirkan snippet dalam durasi 1 menit di Instagram dapat membuat konten Ririe di YouTube terdistribusi dengan baik.

Bicara soal niche, Reh Atemalem seorang Blogger yang sudah lama bergabung di dunia kepenulisan online ini menceritakan tentang betapa banyaknya jumlah blogger di Indonesia saat ini dibandingkan tahun 2002-2009 lalu.

 

Tips Membangun dan Mengembangkan Kontenmu!

Lonjakan jumlah ini menjelaskan mengapa Blogger saat ini sudah menjadi sebuah profesi ketimbang sebutan umum biasa. Lewat Blog, para Blogger ini dapat bekerja sama dengan brand untuk menyampaikan konten klien lewat tulisan-tulisan khas mereka sendiri. Di masa depan, Reh Atemalem memprediksikan bahwa konten Blog akan semakin dicari oleh para brand. Mungkin karena keunikan yang disajikan oleh para Blogger lewat konten-konten mereka yang saat ini semakin beragam.

Baca Juga: Memulai Karier Fashion Influencer dengan Budget Minim? Bisa!

How to maintain?

Dari diskusi Jakarta Creators Meetup yang didukung oleh Bank Mandiri 18 April 2019 lalu, para speakers dan peserta yang hadir sepakat bahwa salah satu cara untuk mengatur eksistensi kreator konten adalah dengan konsistensi.

Ini artinya, untuk para Blogger harus rajin memperbarui blog secara rutin agar pembaca tidak bosan dengan konten-konten tidak segar tersebut. Konsistensi, di platform YouTube juga menjadi kunci untuk bertahan menurut Lintang Sandhinika. Konsistensi dalam membuat konten sama dengan konsistensi akan jumlah penonton yang akan kamu hasilkan. Lama-kelamaan, konsistensi akan membawa banyak penonton setia ke channel-mu yang terbukti telah berkembang karena konsistensi produksi konten yang kamu hadirkan.

Ririe Prameswari sebagai kreator telah membuktikan hal ini lewat angka yang ia hadirkan di presentasinya. Ia menunjukkan angka pertumbuhan kanal-kanal media sosialnya yang signifikan. Caranya? “Konsistensi dalam membuat konten rutin setiap minggunya membuat setidaknya orang lebih ingat dengan aku,” tegas Ririe.

 

Kamu seorang influencer yang ingin bergabung dalam jejaring GetCraft?

March 28, 2019
Tips Membangun Dramatisasi Video Lewat Proses Editing
Editing mempunyai peranan penting dalam meningkatkan dramatisasi video dan menyampaikan emosi kepada penonton. Bagaimana...
April 4, 2019
Kunci Menjadi Beauty Influencer yang Dilirik Brand
Bagaimana cara menjadi beauty influencer yang baik? Apa alasan brand memilih bekerja sama dengan...