Tips Media untuk Memperluas Bisnis di Era Digital

Sekarang ini, semakin banyak blogger dan influencer yang mulai mengembangkan bisnis menjadi media, tentunya sebagai salah satu upaya menarik brand lewat bentuk-bentuk konten lewat channel lain.

Begitu juga dengan perusahaan media itu sendiri. Peluang mendapatkan klien dan brand kini semakin luas namun juga semakin sulit sebab bertahan sebagai media konvensional di media digital dengan perkembangan yang sangat dinamis ini tentu cukup menantang.

Apalagi kalau media yang dikelola belum cukup baik pengaruhnya untuk menarik pendapatan (yang profitable) dan hanya mengandalkan pemasukan lewat iklan saja. Hal ini membuat media seakan tidak memiliki jalan lain untuk mendapatkan profit atau menaikan revenue. Apakah benar media tidak punya peluang untuk memperluas bisnis?

Kemudian pertanyaan yang sering muncul adalah; apa saja peluang mendapatkan pemasukan untuk usaha media, selain hanya mengandalkan pendapatan iklan?

Menjawab hal ini, setidaknya, ada empat hal yang potensial diandalkan produk seperti media, untuk mendapatkan pemasukan bisnis: produksi konten, audiens, komunitas dan brand.

Untuk itu, Crafters menjabarkan empat hal di atas, yang bisa kamu simak lebih lanjut:

Baca Juga: Transformasi Media Cetak di Era Digital

 

Tips Media untuk Memperluas Bisnis di Era Digital
(Dok. Giphy)
Produksi Konten

Artinya, kemampuan tim media berkreasi dan memproduksi konten.

Skill yang bernilai untuk dijual sebagai layanan pada perusahaan atau bisnis yang membutuhkan konten, untuk mendukung kegiatan pemasaran. Pada tahap awal usaha media, ketika konsumsi audiens terhadap konten yang dikelola belum “menarik” untuk dijual, jasa ini bisa menjadi opsi untuk mendapatkan income. Istilah gampangnya: jadi agensi.

Audiens

Artinya, basis audiens dan konsumsi konten yang terjaring.

Ada dua opsi sumber pemasukan paling umum yang bisa diusahakan media dengan basis audiens cukup besar dan loyal. Satu, mencari pengiklan (banner atau advertorial), dua, menawarkan konten premium yang hanya bisa diakses jika audiens membayar.

 

Tips Media untuk Memperluas Bisnis di Era Digital
(Dok. Giphy)
Komunitas

Artinya, kelompok audiens yang punya relasi lebih erat dengan media terkait, dibandingkan audiens lainnya.

Dikembangkan atau dibina untuk menjadi “channel tambahan/sampingan” yang mendukung bisnis. Pengaruh media terhadap mereka mungkin bukan lagi di tahap kebutuhan informasi, tapi juga aksi dan transaksi. Komunitas ini bisa berproses pada minat, hobi, bidang tertentu, atau bahkan peran tertentu, seperti key opinion leader (KOL), atau influencer media sosial.

Brand

Artinya, situasi saat brand media terkait sudah memiliki nilai komersial.

Contohnya, saat kita bersedia membayar Rp1,5 juta untuk tas kamera National Geographic. Pada tahap ini, merek media bukan lagi sekadar nama, tapi sudah dianggap mewakili citra personal; produknya bukan sekadar sumber informasi, tapi pengalaman yang menyeluruh. Tahap untuk media sudah bisa mempertimbangkan opsi seperti merilis produk atau merchandise.

Baca Juga: Konten Infografik Terbukti Lebih Menarik? Ini Alasannya

Yang kalau dirangkum serta menjawab pertanyaan awal: apa saja peluang mendapatkan pemasukan untuk usaha media, selain hanya mengandalkan pendapatan iklan?

 

Tips Media untuk Memperluas Bisnis di Era Digital

Nah, apakah kamu ingin belajar lebih banyak soal pengembangan bisnis media di era digital ini, mulai dari contoh pengembangannya hingga eksekusinya? Lewat Jakarta Creators Meetup mendatang yang bertajuk Perluas Bisnis Media Lewat Varian Produk Lain? Ini Kiat Suksesnya, GetCraft mengundang para pembicara yang sudah berkecimpung di bisnis media secara profesional: Resi Deriana (Co-Founder & CEO, Rimma.co), Richard Robot (CEO & Partner, Dreamers.id), Dian Gemiano (CMO, KG Media) dan Syarief Hidayatullah (SVP Creative, GetCraft) sebagai Moderator. Klik di sini untuk mendaftarkan dirimu!

 

Tips Media untuk Memperluas Bisnis di Era Digital