Freelancer 101: Tips Manajemen Waktu Bagi Pekerja Kreatif

Satu bulan lagi tahun 2018 berakhir, berarti sudah saatnya memikirkan resolusi tahun 2019. Pernah terpikir untuk keluar dari kantor yang sudah menjadi “rumah” (baca: comfort zone)  selama bertahun-tahun, dan nekat banting setir jadi freelancer atau pekerja kreatif dengan waktu kerja yang fleksibel? Ya, fleksibilitas memang salah satu alasan mengapa pegawai kantoran kerap memutuskan untuk jadi freelancer, bahkan meski sedang berada di puncak karier. Jika demikian, maka manajemen waktu adalah hal krusial dan koenci menuju pendewasaan karier yang lebih baik.

Alasan keluar dari kantor bagi pekerja kreatif pastilah beragam, tapi banyak juga yang merasa bahwa kantor membatasi passion mereka (di luar pekerjaan kantor sehari-hari), dan akhirnya terpaksa harus memilih salah satunya, bahkan meninggalkan passion mereka. Tapi siapa bilang kalau kamu tidak bisa melakukan keduanya (kantor dan hobi) di waktu bersamaan? Saya sudah melakukan ini selama kurang lebih 10 tahun, dan sampai sekarang masih melakukan keduanya sekaligus. Efeknya? Hidup terasa lebih seimbang, otak semakin lancar, kreativitas makin terasah, dan pemasukan double! Mantap jiwa!

Begini ceritanya, saya selalu dihadapkan pada dua pilihan dalam hidup saya, dan salah satunya selalu diisi dengan passion saya: berteater. Sudah 15 tahun saya berprofesi sebagai pemain teater, dan selama 10 tahun saya juga selalu terdaftar sebagai karyawan tetap sebuah perusahaan, kali ini, di GetCraft tentu saja. Banyak yang bertanya apakah manajemen waktu saya sebagus itu hingga bisa bergulat di dua bidang (seputar konten dan teater) di waktu bersamaan, ada juga juga yang bertanya, bagaimana cara mencapai puncak karier di keduanya?

Baca juga: 5 Kebiasaan yang Bisa Menjadikanmu Content Creator Sukses!

Di GetCraft, bukan hanya saya yang bekerja dengan dua profesi, Kalya, salah satunya (mungkin kamu sudah cukup akrab karena sering membaca tulisannya di Crafters). Di luar bekerja sebagai penulis konten di Crafters, ia juga aktif menjalani profesinya sebagai pelukis.

Tapi kami berdua sama-sama masuk kantor from 9 to 6, dan sepulang kantor, kami adalah Crafters yang juga painter dan actor.

Di GetCraft, transparansi adalah salah satu yang diunggulkan, dan ini juga yang saya lakukan di awal masuk kantor ini, bersikap transparan pada atasan bahwa saya juga bekerja sebagai pemain teater dan yang pasti akan sering izin untuk latihan dan pementasan.

Alangkah bahagianya saya ketika bos-bos berkata bahwa mereka mendukung passion saya (tentunya selama pekerjaan beres dan tepat deadline).

Bagi saya, tidak fair rasanya buat diri saya sendiri jika mengabaikan passion demi profession. Beruntunglah kamu jika profesi yang kamu jalani sekarang adalah passion-mu juga, namun bicara realistis, saya yang seorang pemain teater, rasanya tetap butuh penghasilan tetap per bulannya, begitu juga Kalya.

 

Pementasan Sampek Engtay, Teater Koma
Pementasan Sampek Engtay, Teater Koma
Kalya di depan pameran lukisannya
Kalya di depan pameran lukisannya

Lantas bagaimana cara membagi waktu di dua kesibukan ini? Sementara di kantor, kita terikat kontrak kerja yang menuntut perhatian besar pula akan tanggung jawab kita. Coba cek tips manajemen waktu berikut ini:

1. Audit waktumu

Selama bekerja, berapa lama waktu yang sebenar-benarnya kamu gunakan secara efektif? Jangan-jangan selama ini waktu yang kamu habiskan untuk ngobrol, jajan, cek-cek feed IG, malah lebih banyak dari waktu kerjamu. Coba siapkan timer dan ukur setiap kali kamu mulai mengetik di depan laptop. Cari tahu berapa lama biasanya yang kamu butuhkan untuk mengecek email, mengedit satu artikel misalnya, atau untuk mengedit satu foto. coba download aplikasi RescueTimeToggl atau aplikasi Calendar untuk men-track semua yang kamu lakukan dalam seminggu.

2. Berikan batas waktu

Bikin deadline sendiri pada setiap pekerjaan yang akan kamu kerjakan. Semisal kamu mau menulis artikel buat blogmu, berikan waktu selama 2 jam, jadi jika kamu mulai jam 8, maka sudah harus selesai minimal jam 10. Tumbuhkan mindset bahwa ada deadline yang harus dikejar tiap kali kamu mulai bekerja.

3. Buat to-do list

Buat saya, to-do list entah mengapa kerap memberikan kepuasan tiap kali kita mencentang satu poin pekerjaan yang telah selesai. Rasanya ingin cepat-cepat melihat semuanya tercentang dan kerja jadi lebih cepat. Selain itu pastinya ini berfungsi sebagai reminder akan tanggung jawabmu, dan sangat berguna buat orang pelupa (seperti saya).

4. Rencanakan sehari sebelumnya

Bangun tidur tanpa tahu mau melakukan apa boleh-boleh saja (KALAU TIDAK ADA DEADLINE APA PUN!). Baiknya, di malam sebelumnya, sisakan 15 menit untuk membuat list apa yang akan kamu kerjakan esoknya. Pagi harinya, tulis lagi 3 sampai 4 pekerjaan yang harus diselesaikan lebih dulu.

Ikuti Kompetisi Kreatif GetCraft dan Menangkan Total Hadiah 100 Juta Rupiah!
5. Pagi hari = waktu kerja terbaik

Meski setiap orang berbeda-beda jam kerja terbaiknya, tapi sebenarnya energi seseorang itu paling baik di pagi hari. Jika kantuk dan rasa malas sudah hilang, pikiran lebih tokcer, ide-ide mengalir deras, dan baiknya ini dimanfaatkan untuk mengerjakan pekerjaan paling sulit dulu. Mark Twain pernah berkata, ” Jika pekerjaanmu adalah makan kodok, maka makanlah di pagi hari, dan jika ada dua yang harus kamu makan, makan yang paling besar dulu.” Iyugh, agak merinding memang mendengar quote satu ini tapi Mark Twain hanya ingin menyampaikan bahwa kerjakan pekerjaan paling rumit dulu baru lanjut ke pekerjaan yang lebih ringan.

6. Fokus, fokus, fokus!

Nah, poin satu ini saat mengena buat saya. Saat lagi asyik-asyiknya kerja, saya selalu pakai earphone tapi karena lagunya saya suka, saya tiba-tiba googling lirik lagunya dan menyanyi-nyanyi, atau saat sudah pakai earphone, saya melihat di meja seberang baru ada yang datang dan bawa oleh-oleh camilan import, alhasil saya beranjak dan mengambil dulu camilan itu. Susah sekali memang untuk bisa fokus tapi ini kunci bekerja efektif. Berapa banyak dari kamu yang saat lagi khusyuk kerja, tiba-tiba membuka tab lain karena teringat pekerjaan lainnya? Coba paksa dirimu untuk mem-block pikiran lain dari pekerjaan yang sedang kamu kerjakan. Ini tak hanya bisa membuat pekerjaan cepat selesai, tapi juga hasilnya akan lebih detail.

7. Jangan paksa diri saat lelah

Percaya deh, bekerja di saat otak mulai mumet malah akan memperlambat pekerjaan, hasilnya juga tidak sebagus jika pikiran lebih relaks. Otak manusia itu sebenarnya hanya bisa fokus selama 90 menit, jadi jika kamu mulai mentok atau lelah, pasang timer untuk beristirahat sejenak, cari penyegaran. Setelahnya, pasti kerja jadi lebih cepat.

Tujuh tips di atas bisa membuat manajemen waktumu lebih baik dan kerja lebih efektif. Jadi, jika manajemen waktumu sudah cukup bagus, tidak ada salahnya mulai mengerjakan dua profesi sekaligus, kan?

Coba deh, mulai mencari side job yang bisa menambah penghasilanmu, salah satunya, dengan mendaftar sebagai kreator di GetCraft! Kalau kamu tertarik, klik tombol di bawah ini, ya!