Crafters

Portal konten yang fokus mengangkat beragam hal seputar industri kreatif. Mulai dari wawancara, laporan khusus, sampai tips dari para kreator yang berkarya di bidang seni, kebudayaan, bisnis kreatif, dan teknologi.

Melalui Crafters, kami ingin memberikan kontribusi untuk perkembangan industri kreatif di Asia Tenggara.

Dikelola oleh

Sign up to receive bi-weekly creative inspiration, delivered directly to your inbox!

Thomas Hanandry: Misi Mengembangkan Industri Ilustrasi di Surabaya

Ilustrasi adalah sebuah industri yang berkembang di kota-kota besar Indonesia. Entah mengapa, kota-kota seperti Jakarta, Yogyakarta, dan Bandung dikenal penikmat seni awam sebagai kota-kota yang paling berkembang dalam industri ilustrasi. Namun faktanya, kota-kota yang tidak terlalu dikenal dengan industri ini juga memiliki banyak kontribusi dalam perkembangannya. Salah satunya, sebut saja, Surabaya.

Jujur, saya tidak banyak mengenal ilustrator asal Surabaya. Namun, seiring berjalannya waktu dan banyak mengenal pelaku-pelaku di dalamnya, saya jadi semakin sadar bahwa Surabaya memiliki potensi amat besar untuk mengembangkan industri ilustrasi. Rudi Crut, Neng Iren, dan Thomas Hanandry adalah contoh-contoh nama besar ilustrator asal Surabaya.

Thomas Hanandry: Misi Mengembangkan Industri Ilustrasi di Surabaya
Thomas Hanandry

Beberapa bulan lalu saya sempat mengunjungi Surabaya dan orang pertama yang saya hubungi saat itu adalah Thomas Hanandry. Ia mengajak saya ke tempat teh dan Kopi Tarik terkenal di Surabaya. Kami ngobrol ngalor-ngidul kira-kira dua jam untuk membahas segala tentang industri ilustrasi di Surabaya dan bagaimana Thomas menjalaninya.

Baca Juga: Stephanie Priscilla: Berkarya Ilustrasi untuk Dua Budaya

Saya ingat betul, Thomas banyak bercerita tentang Surabaya sebagai tempat berkembang dan bertumbuh sebagai ilustrator di kota tersebut. Tantangan para ilustrator di Surabaya jauh lebih besar. Sebagai dosen ilustrasi di sebuah perguruan swasta juga, ia memiliki andil besar dalam berkembangnya industri tersebut. Mengajar ilustrasi adalah satu hal, namun menambahkan jumlah pelaku serta mensosialisasikan karya mereka adalah tantangan lain. Dan semua hal ini dilakukan oleh Thomas Hanandry.

Besarnya andil Thomas dalam industri ilustrasi mengantarkan saya pada wawancara ini. Saya tahu bahwa Thomas amat menghargai dan ramah untuk sharing segala hal yang ia ketahui soal menjadi ilustrator di kota Surabaya dan hal-hal lainnya.

Apa arti ilustrasi untukmu?

Ilustrasi dan lukisan benar benar sudah terlalu membaur dalam diri saya, sehingga sulit untuk saya memisahkan mana karya lukis dan ilustrasi. Secara singkatnya ilustrasi adalah sebuah gambar yang mampu menceritakan dan menyampaikan maksud atau pun perasaan dari pembuatnya yang menjadikan karya tersebut hidup.

Dari seluruh tema karyamu selama ini, apakah pernah berubah?

Berdasarkan yang saya alami dan rasakan, tema saya selalu berubah-ubah untuk hampir masing-masing karya. Bahkan secara teknis, saya selalu melakukan eksperimen yang baru (seperti contohnya pada pameran HALO saya menggunakan gold leaf), yang berikutnya hasil research itu saya pamerkan.

Apa lagi untuk tema, wajib bagi saya untuk merubah semuanya itu selain untuk mendapatkan ‘rasa’ yang baru, juga berfungsi sebagai pengembangan diri. Hanya saja sayangnya ini semua adalah yang saya rasakan saja, dan tidak untuk orang lain. Sebagian besar orang masih mendapatkan ciri khas yang masih sama seperti sebelumnya, begitu pula dengan ‘rasa’. Tapi saya rasa tidak mengapa, setidaknya saya tetap bisa mempelajari hal yang baru dan memberikan ‘rasa’ yang agak berbeda walaupun sedikit.

Apa yang berusaha kamu sampaikan dalam karya-karyamu sekarang ini?

Dari dulu, dalam membuat karya untuk pameran, saya selalu mencampurkan antara pemikiran saya dengan literasi yang ada. Setelah saya mendapatkan tema, baik melalui pikiran sendiri atau pun tema dari luar, saya selalu browsing, membuka buku, melihat referensi, bahkan kadang sampai harus bertukar pikiran dengan teman. Biasanya dalam proses ini muncul ilustrasi di pikiran saya yang kemudian saya tuangkan dalam bentuk lukisan-lukisan ilustrasi.

Tapi berbeda dengan karya di pameran saya yang berjudul HALO, saya mencoba secara murni menyampaikan apa yang saya alami dan pikirkan sendiri, walaupun hasilnya tetap gagal, karena tetap saja saya terpengaruh oleh literasi yang bersarang di kepala saya. Tetapi overall, yang saya sampaikan pada karya-karya saya selain hasil eksperimen secara teknis, adalah tentang kegelisahan yang saya alami beserta tentang cara saya memahami dan menyelesaikannya. Walaupun kadang sebenarnya tidak terpecahkan, setidaknya saya berhasil menyudahinya.

 

Thomas Hanandry: Misi Mengembangkan Industri Ilustrasi di Surabaya
Beberapa teknik seperti cat air dan gold leaf yang dipamerkan Thomas di Aksara, Kemang Februari lalu
Thomas Hanandry: Misi Mengembangkan Industri Ilustrasi di Surabaya
Salah satu ilustrasi Thomas Hanandry (Dok. Instagram @thomashanandry)
Dalam berkarya, siapa saja yang menginspirasimu dan apa yang kamu ambil?

Inspirasi buat saya bisa datang dari mana saja. Bahkan ketika melihat Kalya bisa mengaplikasikan gold leaf dengan rapi (hadeh, Thomas) juga menjadi inspirasi saya dalam hal teknis. Dinamis, inspirasi saya selalu bertambah dan berubah-ubah. Awal serius berkarya saya selalu terinspirasi oleh Dika Toolkit, Elfandiary, Nicofey, berubah menjadi Rukmunal Hakim, Conrad Roset, Richard Lopes, Iglesias, Amy Sol, Kelsey Beckett, hingga terakhir saya mendapat banyak pengaruh dari Tran Nguyen, Victor Mosquera, Loish, Ruben Ireland, saat ini saya sedang banyak terinspirasi dari Isa Indra Permana, Adhimyr, dan Gonkan.

Kalau dilihat (by the way, saya juga menyadari ketika mengisi jawaban ini) di awal saya banyak mengambil inspirasi dari range realis.

Dan pada saat itu saya juga banyak berfokus dalam menggambar wajah dan rambut. Kemudian inspirasi yang saya kumpulkan mengarah ke unsur warna dan dekoratif. Berikutnya saya mencoba mencari ‘feel’ dari subject matter yang ada untuk diterapkan pada pameran HALO. Dan saat ini entah mengapa lebih mengarah ke gambar yang sederhana dan warna yang lebih pop.

Lihat desainer yang tergabung dalam jejaring GetCraft!

Bagaimana kamu melihat perkembangan kariermu sebagai ilustrator selama ini?

Sejujurnya bagi saya kurang pantas untuk menyebut diri saya sendiri sebagai ilustrator, sebab penghasilan rutin saya bukan dari ilustrasi. Bagi saya ilustrator adalah sebuah profesi utama di mana penghasilan terbesar rutin berasal dari ilustrasi. Mungkin lebih pada semi-illustrator.

Karier di bidang ilustrasi berjalan cukup lambat pada diri saya, sebab di kota Surabaya harus berjuang keras untuk dapat hidup dari ilustrasi. Itu sebabnya saya masih harus wira-wiri antara Surabaya dan Jakarta untuk merintis karier di bidang ilustrasi. Bahkan beberapa brand membatalkan penawaran kerjasamanya dikarenakan saya berdomisili di Surabaya, hingga akhirnya saya mengatakan bahwa juga tinggal di Jakarta.

Sebagai seniman yang tinggal di Surabaya, apa saja tantangannya untukmu dan bagaimana kamu mengatasinya?

Sampai jawaban ini saya tulis, Surabaya masih kental dengan industri dan perdagangan. Untuk hidup dari bidang seni sendiri orang masih harus struggling lebih dibandingkan di Jakarta. Sebagian besar orang masih menilai sebuah karya seni ataupun ilustrasi dari bahan baku pembuatannya saja. Contoh untuk menjual art print berupa postcard orang Surabaya akan berpikir berapa ongkos cetak, dan mengabaikan proses berpikir dan menciptakannya.

Ladang pekerjaan untuk seni dan ilustrasi yang minim ini akhirnya banyak yang membuat lulusan dari kampus seni dan kampus kreatif harus pergi ke Jakarta untuk mendapatkan kesempatan yang lebih besar, dan ini mengakibatkan potensi Surabaya berkurang. Ini berimbas pada semakin sedikitnya kegiatan seni dan ilustrasi di Surabaya. Lebih jauh lagi yang ditakutkan adalah semakin sedikit yang berminat untuk mempelajari bidang ini, sebab sedikitnya kesempatan untuk mendapatkan perkerjaan.

Yang bisa saya lakukan sejauh ini adalah mencoba berkolaborasi dengan sesama seniman dan ilustrator, baik yang ada di Surabaya maupun yang ada di kota lain untuk membuat pameran maupun inkubasi ilustrator. Mencari contoh dan menjadi contoh yang bisa dijadikan sebagai panutan untuk calon-calon ilustrator baru.

Apakah kamu memiliki misi untuk mengembangkan industri ilustrasi di kotamu dan bagaimana caramu melakukannya?

Sebenarnya sebagian ilustrator-ilustrator yang kita kenal saat ini, lahir dan pernah besar di kota Surabaya. Hanya saja sedikit yang mengetahuinya, dan hal ini menyebabkan tidak banyak orang yang melirik Surabaya sebagai salah satu kota pencetak ilustrator. Berkaitan dengan hal ini, saya ingin potensi ilustrator di Surabaya lebih dilirik dan diperhatikan, setidaknya semakin terbuka kesempatan untuk bekerja dan berkarya di bidang ini.

Saat ini saya sedang bekerja sama  dengan Atreyu Moniaga untuk menjalankan Mixed Feelings Surabaya. Sebuah proyek inkubasi untuk melahirkan ilustrator-ilustrator baru dari Surabaya yang siap untuk memasuki dunia profesional. Harapan saya melalui projek inkubasi ini, selain menciptakan ilustrator, juga mampu membuat kota-kota lain melirik potensi ilustrator yang ada di kota Surabaya ini.

Baca Juga: Suanjaya Kencut: Memaknai Fase Hidup Lewat Kaum Mata Kancing

 

Thomas Hanandry: Misi Mengembangkan Industri Ilustrasi di Surabaya
Eksplorasi media yang dilakukan Thomas Hanandry (Dok. Instagram @thomashanandry)
Bagaimana caramu untuk menetapkan harga untuk karya ilustrasimu? Apa saja pertimbangannya?

Susah sebenarnya untuk mencari patokan harga ilustrasi, tetapi biasanya untuk karya di pameran, yang harus diperhitungkan selain waktu eksperimen adalah material, juga waktu pembuatan. Setelah mendapatkan nilai untuk hal tersebut, barulah mencari value yang dimiliki masing-masing karya untuk mendapatkan nilai rupiahnya.

Untuk itu saya perlu berdiskusi dengan orang-orang yang berpengalaman dan memiliki kemampuan untuk menilai karya-karya saya. Biasanya bukan dari sesama seniman ilustrasi saja, tetapi saya mencoba dari berbagai latar belakang. Dari situ saya juga bisa banyak mendapatkan ilmu dan saran harus seperti apa berikutnya saya memperbaiki kemampuan saya.

Secara profesional, apa goal terbesarmu saat ini sebagai ilustrator?

Bagi saya ilustrator yang baik adalah ilustrator yang mampu menciptakan ilustrator-ilustrator baru untuk regenerasi. Goal saya yang masih terus saya capai dan tidak akan berhenti adalah membantu melahirkan ilustrator-ilustrator baru. Walaupun bukan sepenuhnya dengan tangan saya, setidaknya saya merasa senang sudah menjadi bagian dari lahirnya ilustrator baru.

Menurutmu, apa saja hal-hal fundamental yang perlu dipelajari sebagai ilustrator?

Menggambar! Ini adalah hal yang paling utama untuk mau menjadi ilustrator. Saya bukan orang yang percaya dengan bakat dari lahir, tetapi bagi saya bakat itu dibentuk. Maka dari itu untuk bisa menggambar, yang harus dilakukan adalah menggambar itu sendiri. Semakin banyak gambar yang dihasilkan, maka kemampuan menggambar secara mutlak juga akan meningkat. Bahkan sampai saat ini pun saya tidak hanya berupaya meningkatkan kualitas gambar saya, tetapi juga kuantitas sedang saya maintain. Kemampuan gambar, ditambahkan dengan cerita akan menjadi sebuah karya ilustrasi yang bagus. Ketika karya ilustrasi semakin baik dan memiliki potensi untuk dijual, maka selanjutnya ilustrasi bisa dijadikan sebuah profesi yang pelakunya dinamakan dengan ilustrator.

Terakhir, apa pesanmu pada ilustrator pemula yang baru saja memulai kariernya dalam industri ini?

Tetap menggambar, jangan pernah berhenti belajar, hargai karya orang lain dan diri sendiri, buka jejaring yang kuat dan seluas-luasnya dan tetap rendah hati. Sebab dengan cara ini kita akan mendapatkan kawan yang banyak, yang akhirnya akan menjadi opportunity untuk masuk ke dunia ilustrator sebenarnya.

 

Kamu seorang desainer yang ingin bergabung dalam jejaring GetCraft?

February 28, 2019
Jurnal Ruang: Membahas Produk Budaya Populer Secara In-Depth
​Jurnal Ruang adalah sebuah media baru yang membahas produk budaya populer secara in-depth. Crafters...
March 6, 2019
Kolase Saudari: Mempererat Sisterhood Sembari Berkarya Seni Kolase
Kolase Saudari, sebuah acara pre-event Women's March 2019 mengajak para perempuan untuk berkarya kolase...