Tantangan yang Dihadapi Content Creator Saat Ini

Saat ini banyak anak muda yang berbondong-bondong mencari kerja di industri kreatif. Tak pelak pertumbuhan para pekerja Industri kreatif di Indonesia terus meningkat setiap tahunnya. Data BEKRAF menyebutkan pada tahun 2015, 1 dari 100 orang Indonesia bekerja di Industri kreatif dan menyerap 17,4% tenaga kerja dan akan terus bertambah setiap tahunnya.

Untuk bekerja di industri kreatif saat ini memang sudah banyak jalannya. Semakin bertambahnya jumlah perusahaan yang bergerak di bidang industri kreatif. Banyak pula yang memilih untuk membangun perusahaan start-up sendiri. Dan salah satu hal yang paling diminati adalah menjadi seorang content creator yang independen.

Memang menyenangkan bekerja di industri kreatif. Karena selain mendapatkan penghasilan, mereka juga dapat terus mengasah skill mereka untuk menjadi lebih baik. Selain itu, banyak pula bidang yang dapat digeluti misalkan menjadi videografer, fotografer, atau writer. Atau sekarang banyak pula yang memilih menjadi seorang Influencer.

Karena semakin berkembangnya industri kreatif di Indonesia ini, maka GetCRAFT mengajak para content creator untuk mengobrol santai sambil menikmati sajian buka puasa dalam acara Indonesia Creative Meetup vol.7 yang membahas tantangan yang dihadapi oleh para content creator masa kini.

Tantangan Content Creator
Menjaga idealisme

Salah satu tantangan yang dihadapi oleh seorang content creator adalah menjaga idealisme ketika membuat sebuah karya. Tak bisa dipungkiri saat ini banyak content creator yang bimbang antara menjaga idealisme mereka dalam membuat karya atau menjadi lebih komersil. Padahal sebenarnya seorang content creator perlu untuk menjaga keseimbangan kedua hal tersebut. Seperti yang diungkapkan oleh Ayu Utami, salah satu pembicara pada bidang penulisan konten, “Sebagai creator, elo harus cari uang, tapi biar waras elo harus jaga idealisme juga.”

Pentingnya menjaga idealisme bagi seorang content creator adalah karena bisa membuat mereka memiliki satu ciri khas dan keunikan yang membedakan dirinya dengan kreator lain. Seperti misalkan seorang penulis perlu untuk memiliki suatu gaya penulisan, “Karena itu adalah branding,” jelas Bayu Putra salah satu pembicara dari IDN Times.

Baca Juga : Idealisme Kreator VS Kepentingan Bisnis

Konten kini beralih ke media sosial

“Video itu demand-nya mulai berubah, Dari cuman di televisi sekarang sudah di social media,” begitulah tantangan bagi content creator yang diungkapkan oleh salah satu pembicara yang bergerak di bidang videografi, Sanny Budiman.

Baca Juga : Tips Bikin Konten Video Berkualitas

Tantangan Yang Dihadapi Content Creator

Media sosial saat ini memang menjadi salah satu platform penting bagi seorang content creator, karena hampir semua orang senang bermain media sosial. Maka dari itu, melalui media sosial ini akan memudahkan orang untuk melihat dan mengapresiasi konten yang sedang dibuat. Hal ini pula yang membuat brand sangat mempertimbangkan media sosial sebagai platform untuk mengembangkan konten mereka. “Platform yang paling kuat definitely sosial media,” ungkap Bayu.

Sebagai creator, elo harus cari uang, tapi biar waras elo harus jaga idealisme juga.
Solusi

“Menjadi adaptif”, itulah yang kerap diungkapkan oleh para pembicara untuk dapat bertahan hidup sebagai content creator. Karena memang tren, hype dan permintaan klien untuk konten itu selalu dinamis dan tidak pernah sama. Bahkan untuk video, cara membuat konten di setiap portal media sosial tidaklah bisa diseragamkan. Misalnya saja, ternyata 85% konten video yang terlihat di Facebook tidaklah bersuara. Sehingga membuat seorang content creator harus beradaptasi dengan membuat konten video tanpa suara yang menarik namun tidak menghilangkan esensi dari informasi yang ingin disampaikan. Atau konten video di Instagram yang dicari adalah yang menginspirasi dan edukasi mengenai skill baru.

Selain itu, content creator juga perlu untuk mengikuti tren dan hype yang sedang berkembang di tengah masyarakat. Dan untuk saat ini konten yang sedang hype, seperti yang diungkapkan Bayu adalah “Lifestyle, trending topic dan memes. Konten seperti itu yang kuat.”