Crafters

Portal konten yang fokus mengangkat beragam hal seputar industri kreatif. Mulai dari wawancara, laporan khusus, sampai tips dari para kreator yang berkarya di bidang seni, kebudayaan, bisnis kreatif, dan teknologi.

Melalui Crafters, kami ingin memberikan kontribusi untuk perkembangan industri kreatif di Asia Tenggara.

Dikelola oleh

Sign up to receive bi-weekly creative inspiration, delivered directly to your inbox!

Tahapan Membuat Video dengan Smartphone Kamu

Perkembangan teknologi membuat produksi dan editing video makin mudah dilakukan, bahkan melalui smartphone kita. Hal itu juga membuat banyak kreator konten belajar dan membiasakan diri melakukannya, demi bisa menghasilkan konten berkualitas di channel-nya.

Maka itu, pada Indonesia Creative Meetup (IDCM) yang berlangsung pekan lalu, GetCraft mengundang Mario Delano (Content Creator dan Social Media Marketing di Shopee) serta Akbar Hendar (Content Creator), dalam sesi bertema Tips & Trick On How To Edit Videos Using Your Smartphone, di Sucor Indonesia Hall., Jakarta.

Pada kegiatan itu, kedua narasumber berbagi cerita tentang proses dan tahapan mereka memproduksi konten video, dengan hanya mengoptimalkan smartphone mereka.

Mario menyatakan bahwa ia biasa mengedit konten videonya untuk langsung di-share ke Instagram Stories via akun Instagramnya, mariodelano. “Jadi, gue emang biasa ngedit video secara mobile, karena lebih mudah juga untuk langsung gue upload di Insta Stories,” ujarnya.

Sementara Akbar menyatakan, “Ada dua jenis video yang biasanya aku produksi. Satu, video yang aku kerjain buat klien, dan ada video yang dibuat untuk akun personal (akbarhendar). Yang biasanya aku edit secara mobile itu lebih ke yang untuk akun personal, karena lebih enak, cepat, dan bebas. Kalau untuk klien, ada beberapa hal yang membutuhkan bantuan editing lebih detail lewat laptop misalnya.”

Umumnya, menurut keduanya, tahap penggarapan video lewat smartphone, sedikit banyak mirip dengan produksi video non-mobile. Tahapan itu terbagi sebagai berikut: Persiapan, produksi, dan distribusi.

Baca Juga: Tips Bikin Konten Video Berkualitas

 

 

Tahapan Membuat Video dengan Smartphone Kamu
Kedua pembicara bersama Moderator
Persiapan

Pada tahap ini, kedua narasumber sepakat, untuk menjadikan tahap ini sebagai saat menentukan konsep secara matang.

“Menurutku, pertama itu riset. Terutama tentang cerita yang mau kita bikin videonya. Contohnya, aku kan nanti mau ke Sumba nih. Untuk itu, aku sudah mulai riset, browsing, atau cari tahu tentang segala hal yang berhubungan dengan Sumba. Mulai dari kulturnya, makanan khas, sampai kalau ada cerita di balik beberapa lokasi yang kemungkinan akan aku ambil gambarnya,” ujar Akbar yang sering membuat video bertema traveling ini.

Sementara menurut Mario yang memiliki ketertarikan besar pada musik menyatakan, “Sebelum mulai nyiapin mau bikin konten apa, kita harus tahu dulu kita tuh sukanya apa. Misalnya gue. Gue suka musik, dan gue bekas penyiar radio juga kan. Jadi apapun konten video yang gue bikin, itu akan gue kaitkan dengan musik sebagai konsep dasarnya,” ungkap Mario.

Selanjutnya, kata Mario, baru kita lakukan riset dan observasi terkait topik tertentu yang mau diangkat. “Sehingga saat kita meriset kita juga bisa langsung mengaitkannya dengan hal yang kita suka tadi. Misalnya gue lagi, gue akan riset tentang gimana enaknya menyambungkan topik dengan karakteristik konten gue,” sambungnya.

Mario juga bercerita, seperti apa aplikasinya pada beberapa konten di Instagram Stories-nya, seperti #lagukode001 atau Overheard Podcast.

“Di situ gue pengen menyajikan konten yang menampilkan konsep radio dalam format Insta Stories. Pada tahap persiapannya, gue tentukan kerangka kontennya; seperti, pertama nanti gue akan lempar pertanyan ke audiens. Setelah dijawab, gue akan putar lagunya dan mention si pemberi jawaban. Untuk tambahan interaksi, ada juga yang gue telepon, lalu gue rekam, dan tampilkan di series Insta Stories-nya,” kata Mario menjelaskan.

Masih terkait tahap persiapan, Akbar juga menambahkan tips untuk para kreator membuat shot list, atau semacam storyboard dalam bentuk teks, untuk memudahkan kita mengetahui nantinya, footage apa saja yang diperlukan. Hal ini menurutnya, selain memudahkan proses produksi juga, membuat kita lebih enak saat mengeditnya.

Produksi

Produksi adalah tahapan ekseskusi. Bicara soal ini, kedua narasumber pun berbagi cara memproduksinya via smartphone mereka.

Mario menjelaskan tahapannya secara rinci lewat layar yang menampilkan seri konten Instagram Stories-nya tentang teknik editing video. “Untuk tahap awal, semua materi gue input ke dalam aplikasi video editing seperti Kinemaster atau Power Director. Keduanya ada di App Store ataupun Playstore di Android,” tandas Mario.

Selanjutnya, ia mulai mengolah bagian audio-nya, yang ia garap dengan bantuan aplikasi seperti Lexis Audio Editor. Dan terakhir, materi visual yang sudah dikombinasikan dengan audio ia olah melalui satu atau beberapa aplikasi, seperti LightRoom, Snapseed, atau VSCO, dengan rasio khusus Instagram Stories, 9:16.

Terkait desain, Mario juga berbagi bahwa kreator bisa bebas mencari inspirasi sebanyak-banyak dari berbagai konten video yang tersebar. “Kalau gue biasanya lewat Google atau Pinterest,” ujarnya. Akbar menambahkan, kalau ia biasa mengedit konten videonya juga dengan aplikasi yang sama. “Paling tambahan, aplikasi yang juga pernah aku pakai itu, Unfold,” kata Akbar.

Soal durasi, keduanya tidak bisa menyamaratakan lama penggarapan video, karena tergantung kompleksitas videonya. Ada yang membutuhkan waktu hanya 15-30 menit, tapi ada juga yang sampai berjam-jam. “Misal buat video traveling. Aku bisa ambil footage sampai lebih dari seratus. Untuk milihnya aja lama kan tuh. Jadi sangat tergantung sih, tiap video bisa beda-beda,” jelas Akbar.

Baca Juga: Tips Mudah Membuat Video Pendek di Instagram

 

 

Tahapan Membuat Video dengan Smartphone Kamu
Para peserta yang hadir di Indonesia Creative Meetup
Distribusi

Di tahapan ini, Akbar dan Mario menerangkan kalau interaksi dengan audiens sangat penting jika bicara tentang konten di media sosial. “Gue itu pada dasarnya ingin membuat sesuatu yang fresh, dan interaktif dengan audiens gue. Dan interaksi dengan audiens ini sangat membantu proses distribusi. Misalnya gue mention audiens gue, mereka mungkin akan reshare kan,” kata Mario.

“Dari berbagai konten yang gue bikin, gue liat juga mana yang paling bagus interaksi atau engagement-nya. Itu yang bikin gue jadi punya ide juga untuk bikin apa berikutnya, atau gimana cara ngembangin kontennya. Balik lagi, gue pengen selalu bisa ngasih sesuatu yang baru buat audiens gue,” imbuhnya.

Sementara Akbar mengatakan, “Selain konten yang bagus, terlepas dari produksi, penting juga kita membangun jejaring dengan sesama kreator konten lain di media sosial. Karena jejaring itu bisa jadi semacam komunitas, yang bakal saling nge-share dan mengapresiasi satu sama lain, sehingga membantu distribusi dan exposure yang bagus juga untuk konten kita.”

Intip portofolio para videografer profesional yang tergabung di Marketplace kami!

Intinya, menurut keduanya. Selain format konten video memang menarik. Jika menyangkut konten di media sosial, interaksi memainkan peran kunci. “Percuma kita bikin konten bagus kalau enggak berinteraksi di channel tersebut (media sosial),” pungkas Akbar.

September 28, 2018
10 Kutipan Penulis Besar untuk Inspirasi Menulismu
Ambil inspirasi dan pelajaran dari tips yang dinyatakan oleh para penulis besar yang telah...
October 4, 2018
Bernard Batubara: Industri Buku, Media Sosial dan Konsistensi
Bernard Batubara, penulis muda yang telah menerbitkan lebih dari 10 buku fisik, bicara tentang...