Sejarah, Perkembangan dan Panduan Menulis Naskah Podcast

Dibandingkan dua dekade lalu, perilaku masyarakat dalam menjaring informasi serta hiburan telah jauh berubah. Awalnya, kita mengenal visual dalam rupa foto, siaran radio, hingga televisi dengan teknologi yang masih lawas. Sekarang kita dihadapkan dengan berbagai rupa hiburan. Televisi dan radio yang popularitasnya melejit dua dekade lalu pun tempatnya digeser kemasan konten lain yang salah satunya bernama podcast.

Bagi kamu yang baru pertama kali mendengar istilah podcast dan ingin tahu lebih lanjut, atau mungkin pernah mendengar dan tertarik untuk mencoba membuat sebuah podcast, atau kamu seorang podcaster amatir yang baru memulai, kali ini Crafters merangkum hal penting apa saja yang harus kamu ketahui mengenai podcast. Mulai dari sejarah, potensi dan perkembangan podcast di tanah air, hingga panduan membuat naskah podcast yang penting dari ahlinya.

Baca Juga: 5 Podcast Seru yang Asyik Didengar Saat Senggang

 

Sejarah, Perkembangan dan Panduan Menulis Naskah Podcast
(Dok. Giphy)

Sejarah Podcast dan Perbedaannya dengan Siaran Radio

Pada awalnya podcast muncul bersamaan dengan lahirnya iPod di tahun 2001. Seperti yang telah dijabarkan oleh Tirto, sebutan podcast sendiri berasal dari gabungan istilah “iPod” dan “broadcasting”. Sepintas kedengarannya mirip dengan siaran radio dengan embel-embel broadcasting tersemat di sana, tapi, ternyata bukan begitu. Podcast adalah bentuk media yang cukup unik. Podcast tidak bertumpu pada frekuensi AM/FM seperti pada radio dan siarannya pun tidak terpatok pada jadwal.

Alih-alih menyamakan podcast dengan siaran radio, podcast malah cenderung lebih mirip dengan YouTube. Podcast memiliki bersifat on-demand yang berarti kontrol tayangnya berada di tangan si pendengar, bukan si penyiar. Jadi, kamu bisa mendengarkan semua podcast yang kamu inginkan kapan saja dan di mana saja. Dengan kata lain, podcast merupakan siaran suara yang tingkat fleksibelitasnya jauh lebih tinggi daripada radio konvensional.

 

Sejarah, Perkembangan dan Panduan Menulis Naskah Podcast
(Dok. Giphy)

Perkembangan Podcast di Tanah Air

Bicara perkembangan kemasan konten podcast di luar negeri, jenis siaran suara yang satu ini diterima dengan cukup baik oleh pendengar dan juga media. CNN Indonesia merangkum dalam rilis hasil penelitian Journalism, Media, and Technology Trends and Prediction 2018 oleh Nic Newman tercatat bahwa media berformat audio mengalami peningkatan. Sebagai tambahan dalam artikel yang sama disebutkan bahwa menurut laporan The Smart Audio dari Edison Research, sebanyak 65 persen pemilik ponsel pintar menggunakan pengeras suara demi musik, 29 persen demi mengetahui berita, 20 persen mendengar podcast, dan 18 persen untuk buku audio. Presentase angka ini tentunya akan terus bertambah seiring dengan perubahan perilaku konsumsi informasi para konsumen yang beralih dari pencarian informasi berbasis teks ke suara seperti yang dijabarkan oleh DBS Interactive.

Bukan tak mungkin hal itu juga mempengaruhi perkembangan podcast di tanah air. Sebuah survei mengenai podcast telah dilakukan oleh Daily Social. Dalam survei dengan jumlah responden 2.032 pengguna ponsel pintar, disimpulkan bahwa para pendengar podcast terbanyak di tanah air terdiri dari generasi milenial usia 20-25 tahun, tahu jelas apa itu podcast, dan pernah mendengarkan podcast selama 6 bulan terakhir. Sebagai tambahan, dalam survei tersebut disebutkan pula jika para responden beranggapan jika podcast dan radio sangat menarik. Dengan kata lain, para penyiar radio tak perlu takut penikmat siaran mereka beralih ke podcast.

Podcast telah dilirik menjadi salah satu medium penghubung. Bukan hanya antar personal seperti yang dilakukan oleh komedian Adriano Qalbi melalui Podcast Awal Minggu, tapi juga antar brand ke pelanggannya. Contoh terkini dari upaya brand menggunakan podcast untuk lebih dekat dengan pelanggan dilakukan oleh Nadiem Makarim, pendiri sekaligus CEO Go-jek. Lewat serial podcast GO FIGURE yang diluncurkan April 2019 lalu, Nadiem Makarim membahas seluk beluk perusahaan yang tak banyak diketahui masyarakat luas.

Meski memiliki potensi besar berdasarkan hasil survei dari Daily Social dan telah dicoba oleh brand, perkembangan podcast ternyata masih jauh lebih lamban dibandingkan tipe konten lainnya.

Hal ini disebabkan oleh ekosistem digital dan persebaran internet di Indonesia yang belum merata. Tak hanya itu, ada juga dugaan bahwa masyarakat Indonesia lebih familiar dengan visual dibandingkan audio seperti yang disampaikan oleh Adit ‘Insomnia’, seorang penyiar radio Jakarta kepada CNN Indonesia.

Masih kepada CNN Indonesia, Rizky Danto, juga seorang penyiar radio Jakarta, menambahkan ungkapan Adit terhadap kecenderungan masyarakat Indonesia yang lebih familier dengan visual. Danto berpendapat jika perkara masyarakat Indonesia lebih memilih menonton daripada mendengarkan podcast terjadi karena kebiasaan. “Jadi harus dibentuk kebiasaan orang Indonesia untuk mendengarkan podcast yang berbobot, jangan yang santai-santai saja.”

Kesimpulannya, meski perkembangan podcast dinilai lamban karena beragam faktor eksternal seperti pemerataan akses internet yang belum merata dan kecenderungan masyarakat yang masih lebih akrab dengan konten visual, tapi podcast mulai mengakar pasti di kalangan penikmatnya. Tak hanya itu brand mulai melirik podcast sebagai sarana komunikasi karena fleksibilitasnya.

 

Sejarah, Perkembangan dan Panduan Menulis Naskah Podcast

Panduan Membuat Naskah Podcast

Perkembangan podcast yang perlahan tapi pasti membuka peluang besar buat kamu yang ingin mencoba membuat konten bertipe ini. Pertanyaan baru kemudian muncul, seperti bagaimana caranya menjadi seorang podcaster yang menarik di waktu seperti sekarang, ya? Konten apa yang harus dibuat supaya podcast menarik?

Seorang podcster bernama Rane yang mengelola siaran podcast Suarane mengungkapkan jika konten adalah kunci penting pembuatan podcast. Meski podcast tersebut secara teknis tidak terlalu baik, asal kontennya berbobot dan disampaikan dengan cara yang tepat akan membuat banyak orang tertarik mendengarkannya. Ia menyarankan bagi para podcaster pemula untuk mulai membahas topik yang mereka pahami.

Baca Juga: Coming Home with Leila: Podcast Tema Literatur Garapan Leila Chudori

Tak hanya itu, pembuatan naskah podcast menjadi salah satu langkah penunjang penting yang dapat membuat siaranmu jadi lebih menarik lagi. Setelah topik ditentukan, langkah selanjutnya adalah membuat naskah sebagai penunjang kelancaran siaran podcastAdriano Qalbi menjabarkan kebiasaanya dalam menyusun naskah siaran podcast. Ia mengaku jika awalnya ia menulis semua yang ingin disampaikan olehnya. Namun lama kelamaan dia merasa apa yang ia sampaikan kurang terasa mengalir. Jadi alih-alih membuat naskah jadi, Adriano Qalbi membuat pointers atau poin-poin penting dari premis yang dibicarakan.

Castos menyebutkan ada dua bentuk jenis naskah siaran podcast. Siaran podcast yang dilakukan sendiri (solo podcast) atau dilakukan lebih dari satu partisipan (co-host). Berikut panduan podcast sesuai jenis siarannya:

Untuk siaran podcast sendiri (solo): 

  • Tentukan tema dan topik yang akan dibahas
  • Bagi topik menjadi beberapa bagian
  • Setiap bagian dari topik berikan data pendukung
  • Sisipkan anekdot atau pendapat sendiri
  • Rangkum dan tulis kesimpulan semua pembicaraanmu

Untuk siaran podcast yang dilakukan lebih dari satu partisipan (co-host)

  • Tentukan tema dan topik yang akan dibahas
  • Bagi topik menjadi beberapa bagian
  • Berikan data pendukung
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang akan memandumu dan temanmu beralih ke bagian topik selanjutnya. Ini dilakukan agar pembicaraanmu dengan partisipan lebih terarah dan tidak keluar dari topik.
  • Sisipkan anekdot/lelucon yang ingin kamu sampaikan
  • Rangkum semua pembicaraanmu dengan co-host

Sebagai tambahan, dalam pemilihan podcast, berikan sebuah umpan balik ke para pendengar. Manfaatkan pula media sosial sebagai sarana berkomunikasi dengan pendengar. Lebih lengkapnya, cek cara pembuatan podcast kreatif di sini.

Sudah siap membuat episode podcastmu sendiri? Yuk, mulai tentukan topik yang ingin kamu bahas dan mulailah membuat naskah podcast yang menarik!

 

Apa kamu seorang content creator yang ingin bergabung dalam jejaring GetCraft?