Seeds Motion: Fokus Pada Susunan Konten dan Style yang Berkualitas

Videografi kini telah menjadi sebuah media penting untuk pengarsipan sebuah kejadian/momen/cerita dalam bentuk audio visual. Dengan melonjaknya konten video yang disajikan, channel-channel yang mendukung pendistribusiannya seperti YouTube, Vimeo, Netflix dan platform streaming lainnya berhasil menghidupkan industri ini dengan baik. Media audio visual ini juga dirasa menjadi penyampai informasi yang efektif untuk masyarakat.

Tidak heran, kita kini familier betul dengan konten-konten video yang tujuannya beragam. Dari banyaknya videografer berbakat yang terus berkarya, sebuah kelompok videografi asal Bandung yang bernama Seeds Motion baru saja membuat gebrakan besar di akhir 2018. Lewat akun YouTube dan Instagram-nya, mereka memamerkan karya video dokumenter soal peresmian dan cerita garapan patung Garuda Wisnu Kencana. Patung dengan tinggi 120 meter karya Nyoman Nuarta ini akhirnya rampung setelah proses penggarapan 28 tahun.

Seeds Motion: Fokus Pada Susunan Konten dan Style yang Berkualitas
(Dok. Seeds Motion)

Seeds Motion berhasil mendokumentasikan cerita, selebrasi budaya disampaikan lewat konten audio visual yang apik dan menarik. Ciri khas mereka dalam pengambilan gambar dituangkan tanpa ragu untuk menyalurkan aestetis mereka sebagai kreator profesional dalam bidang videografi. Lewat surel, Crafters mewawancarai Rheza Arden Wiguna, Maulana Aziz, dan Banu Wirandoko: figur di balik keberhasilan Seeds Motion.

Baca Juga: Sounds From The Corner: Membuat Arsip Video Musik untuk Masa Depan

Ternyata, tidak hanya konten audio visual pada umumnya saja, Seeds Motion memiliki banyak rencana dalam penggarapan konten mereka mendatangnya. Bagaimana cerita Seeds Motion yang telah genap 6 tahun berkarya dan berkembang? Apa saja tantangan mereka dalam menjalani industri videografi? Berikut wawancaranya.

Pada tahun 2013–kali pertama Seeds Motion dibentuk, apa sih yang membuat kalian tertarik untuk membuat sebuah studio dengan fokus medium video?

Proyek pertama kami waktu itu adalah dokumentasi sebuah acara di Bandung, di situlah muncul ketertarikan terhadap konten human interest karena banyak keunikan yang dapat dilihat. Selain itu menurut kami, medium audiovisual itu bisa lebih menyentuh emosi dibandingkan medium lainnya karena ada paduan gambar dan suara yang bisa menangkap momen-momen penting yang selanjutnya bisa dinikmati oleh penonton.

Setelah enam tahun berkecimpung di industri videografi, apa sih pergeseran demand di industri video yang kalian rasakan?

Kalau bicara jenis demand tayangan iklan, relatif tidak ada yang berubah, brand tetap harus bikin iklan, company harus tetep bikin profile, namun yang membedakan mungkin media penyiarannya yang sekarang lebih condong ke arah digital platform. Tapi kalau bicara jumlah demand tentunya mengalami kenaikan yang lumayan drastis semenjak YouTube dan Instagram booming secara global.

Dari segi teknologi, karena kecepatan perkembangan teknologi, jenis demand yang tidak terpaut format video pun mulai bermunculan. Ini juga jadi tantangan buat kami untuk selalu mencari cara baru untuk menyampaikan pesan melalui medium audiovisual, enggak tertutup lewat video saja, tapi kami juga merambah ke ranah multimedia seperti Video Mapping, AR (Augmented Reality), dan VR (Virtual Reality). Prediksinya, akan ada tren yang meningkat dari ranah multimedia tersebut.

Untuk kalian sendiri sekarang ini, apa sih artinya penyampaian informasi lewat video?

Bercerita lewat video sekarang ini seperti orang jaman dulu bercerita dengan tulisan, sudah menjadi sebuah bahasa atau behavior yang mudah dimengerti oleh semua kalangan. Menurut kami, konten harus dibuat sesuai dengan karakteristik penontonnya, karena itu Seeds Motion selalu fokus terhadap penyusunan konten dan style yang berkualitas di setiap karya/pekerjaan untuk memastikan bahwa apa yang kami buat bisa dimengerti dan dinikmati oleh target penontonnya. Akan sangat disayangkan jika kita membuat sesuatu tetapi tidak bisa dimengerti atau dinikmati oleh khalayak luas, maka tujuan untuk menyampaikan pesan lewat video itu menjadi sangat penting bagi kami.

 

Seeds Motion: Fokus Pada Susunan Konten dan Style yang Berkualitas
(Dok. Seeds Motion)
Lewat pandangan kalian, seperti apa perkembangan industri video di Indonesia? Ditambah dengan banyak dukungan data soal semakin lakunya konten berbentuk video sekarang ini?

Perkembangan industri video tidak bisa lepas dari perkembangan teknologi, dari teknologi yang berupa kamera, software editing, hingga teknologi yang berada di hilir seperti teknologi komunikasi 5G.

Salah satu internet provider nirkabel mengenalkan jaringan 4G di Indonesia pada tahun 2013, di tahun yang sama, belanja iklan di media digital berada di angka 5% dari seluruh kue belanja iklan. Tahun 2019, belanja iklan di media digital meningkat hingga 20% dan kenaikan tersebut terjadi hanya dalam waktu 6 tahun di jaringan 4G. Tahun 2019 sudah dibisik-bisik menjadi tahun kelahiran 5G.

Tidak hanya dari teknologi komunikasi dan informasi, perkembangan teknologi perekam gambar juga menjadi faktor lakunya konten video. Dengan tren kemampuan teknologi yang meningkat namun disertai semakin murahnya teknologi baru yang dihasilkan untuk para pelaku industri, harga pembuatan konten video menjadi semakin murah dan bersaing. Dari semua perubahan itu, yang tidak pernah berubah hanyalah perkataan bahwa “Content is King”, terlepas dari medium apa pun itu.

Boleh ceritakan proses kalian menggarap video untuk project patung Garuda Wisnu Kencana di Bali? Apa arti penggarapan video ini untuk kalian, serta apa pelajaran berharga yang kalian dapatkan dari project besar seperti ini?

Dulu, kami cuma anak kuliahan yang melihat patung GWK (Garuda Wisnu Kencana) itu sebagai landmark bersejarah di Indonesia yang momennya tidak akan terulang lagi dalam ratusan tahun ke depan. Sehingga, kami ingin jadi orang yang bisa merekam momen ini. Kami memiliki aksesnya karena kebetulan pembuatan patungnya ada di Bandung dan kami pernah memenangkan sayembara video yang diadakan oleh Pak Nyoman Nuarta, pematung GWK. Sejak saat itu mungkin bisa dibilang akhirnya kita punya link langsung ke Pak Nyoman, akhirnya kita mencetuskan ide untuk membuat film dokumenter panjang karena cerita GWK menurut kita menarik untuk diceritakan ke negara kita dan dunia internasional.

Pelajaran berharganya banyak banget ya, terutama dari karakter Pak Nyoman itu sendiri, bagaimana kita bermasyarakat, bagaimana kita mesti bertutur kata. Beliau sudah seperti Bapak atau Aki sendiri bagi kami. Kami juga belajar cara berkomitmen dalam sebuah karya, enggak semua karya bisa dibuat dalam waktu cepat. Karena kesempatan ini, Seeds Motion bisa membuat film panjang pertamanya.

Kita belajar dari nol, sebelumnya kita belum pernah membuat film dokumenter berdurasi panjang yang membutuhkan cerita dan riset yang amat banyak. Karena project ini juga, kita mendapatkan koneksi-koneksi baru, mulai dari filmmaker senior di Indonesia hingga filmmaker mancanegara yang harapannya bisa berimbas baik untuk masa depan Seeds Motion.

Proses video apa sih yang menurut kalian paling rumit /menantang untuk digarap?

Kita lagi approach media baru seperti video mapping, virtual reality dan augmented reality. Karena, media-media ini tergolong masih baru, kami membutuhkan tenaga kerja yang memiliki skill spesifik seperti 3D modellingprogramming dan lain-lain. Tentunya, menggabungkan bermacam-macam disiplin ilmu tersebut menjadi format yang benar-benar baru. Nah, di situ mungkin ya kerumitannya, belajar berkolaborasi dengan disiplin yang berbeda.

Baca Juga: Pentingnya Storytelling dan Memahami Tren untuk Videografer 

 

Seeds Motion: Fokus Pada Susunan Konten dan Style yang Berkualitas
(Dok. Seeds Motion)
Intinya, bagaimana kita menjaga komunikasi yang baik di dalam tim, di luar tim bersama klien, untuk menghasilkan alat komunikasi yang baik untuk penonton.
Bisa beri 3 tips untuk para videografer yang sedang mencoba mengembangkan kariernya di industri video?
  • Ada baiknya untuk mencari mentor di sekitar kita, apalagi orang yang sudah lama berkutat di industri video/film
  • Jangan mudah menyerah
  • Rajin cari reference
Untuk kalian, bagaimana sih caranya menggarap sebuah brief dengan klien untuk menghasilkan video eksekusi yang baik?

Open-minded dengan masukan-masukan klien dan mencari jalan tengah antara idealisme kita dan keinginan klien. Karena bagaimanapun juga, informasi adalah segalanya. Tahapan produksi yang rapi juga membantu kami untuk menjaga ekspektasi klien agar sesuai dengan progress yang dihasilkan seiring berjalannya produksi.

Intinya, bagaimana kita menjaga komunikasi yang baik di dalam tim, di luar tim bersama klien, untuk menghasilkan alat komunikasi yang baik untuk penonton.

Tren yang cepat berganti membuat para kreator kadang kesulitan membuat sebuah trademark atau khas pada karya. Bagaimana pandangan kalian soal mengikuti tren dalam menggarap sebuah karya? Apakah ciri khas itu penting?

Jika bicara soal style, itu bukanlah suatu hal yang dengan sengaja kita buat. Yang penting kita berkarya secara maksimal, nantinya, orang lain yang akan menilai karakter Seeds Motion seperti apa. Bisa dibilang kita lebih fokus ke content dan bagaimana cara untuk menyampaikan informasi dalam medium karya audiovisual.

Mengenai tren, harusnya jika ingin memiliki sebuah trademark atau ciri khas, kita tidak boleh terlalu terpaku dengan mengikuti tren. Namun untuk survive di industri, kita harus awas atau aware terhadap tren yang sedang bergulir di sekitar kita. Tidak ada salahnya mengikuti tren pada porsinya sendiri, apalagi pada project komersil.

Terakhir, apa sih bentuk karya lain yang tertarik kalian garap?

Animasi, film fiksi, stop motion, documentary series, augmented reality dan virtual reality. Intinya semua media yang bisa membuat kita bercerita lewat medium audiovisual. Namun, pastinya akan digarap dengan tema manusia atau kejadian-kejadian di sekitar kita–di Indonesia.

 

Apakah kamu seorang videografer yang ingin bergabung dalam jejaring GetCraft?