Sedikit Nakal, Banyak Akalnya Konsep Media Sosial Mojok.co

Sedikit Nakal, Banyak Akalnya Konsep Media Sosial Mojok.co
Salah satu konten media sosial Mojok.co: #KutipanCinta (Dok. Instagram @mojokdotco)

“INI BARU NAMANYA PWISIE!1!!1!1!!!!!” tulis akun Mojok.co di salah satu caption media sosial Instagram mereka. Sebelumnya, mari ucapkan late birthday wishes kepada media yang enggak pernah gagal untuk menghibur sekaligus memberikan informasi ke kita, para pembacanya ini. Tanggal 28 Agustus lalu, Mojok.co secara resmi telah berdiri selama empat tahun. Semoga semakin nakal tapi banyak akal, ya!

Jika bicara soal media Mojok ini, pikiran saya tidak bisa jauh dari konten-konten media sosial mereka yang tak jarang mind-blowing, humoris dan tetap penuh informasi ini. “Ya memang diusahakan gimana caranya bikin konten yang nyambung atau dalam bahasa kekiniannya “relatable af” sama kehidupan atau keseharian milenial, lebih spesifik lagi anak muda, anak kuliahan, anak kosan, fresh graduate, dan/atau pekerja usia 20 – 30an tahun,” kata seorang kru Mojok yang identitasnya masih dirahasiakan sampai satu paragraf setelah ini.

Nah, menyoal media sosial Mojok yang unik ini, sebagai media, banyak yang penasaran dengan bagaimana sih selama ini Mojok merencanakan dan merealisasikan konten-konten media sosial yang sering bikin sebel karena humor-humornya tapi informatif? Siapa sih kepala mimin di baliknya? Seperti apa juga proses mereka dalam pembuatan konten-konten tersebut? Atau, kalau yang sudah mengikuti akun media sosial Mojok sejak lama mungkin juga bertanya-tanya, apakah improvisasi dan reaksi spontan adalah hal yang selalu diusung oleh tim Mojok?

Daripada sok tahu dan menebak-nebak terus, saya menghubungi langsung orang yang mengepalai langsung semua konten media sosial Mojok, yaitu Dony Iswara. Mas Dony ini, sesuai dugaan, ramah dan responsif saat ditanyakan apakah saya dapat mewawancarainya. Ia juga menjelaskan dengan detail tiap-tiap pertanyaan yang (semoga tidak konyol) kami lontarkan padanya lewat email. Jarak yang memisahkan kita (Jakarta-Yogyakarta) tidak membuat saya kecil hati. Dalam hitungan jam saja, saya menerima balasan surel darinya yang sangat panjang dan menarik tentang segala sesuatu media sosial Mojok.

Sedikit Nakal

Seperti yang ditulis di bagian “Tentang” dalam situs Mojok.co, media ini adalah media selow yang mewadahi tulisan para penulis yang punya energi serta kreativitas berlebih. Mas Dony menambahkan, bahwa visi dan misi Mojok bisa disederhanakan menjadi media untuk bersenang-senang. “Setahu saya, memang itulah tujuan Mojok didirikan, untuk bersenang-senang namun tetap ada manfaatnya dari kegiatan bersenang-senang itu,” tulisnya dalam surel.

“Ya itu tadi, ‘media suka-suka’ yang menyuguhkan konten segar dan menghibur yang diolah dari isu apa pun, termasuk isu “berat” sekalipun,” tambahnya. Mungkin, Mojok memang secara tidak langsung ‘memaksa’ para pembacanya untuk mengetahui dan mengerti isu-isu terbaru lewat bentuk konten yang menyenangkan. Sindiran, sarkasme dan lawakannya juga tepat sasaran untuk target pembaca yang menurut Mas Dony, berkisar di antara 24-35 tahun.

Baca Juga: Bagaimana Cara Tirto.id Menggarap Infografik dan Visual Report?

 

Sedikit Nakal, Banyak Akalnya Konsep Media Sosial Mojok.co
#PantunMojok dari media sosial Mojok.co atas respon dari isu yang sedang beredar. (Dok. Instagram @mojokdotco)

Nah, bicara soal konsep yang “nakal”ala Mojok ini, Mas Dony bercerita bahwa sebenarnya ia tidak ikut serta dalam pengembangan kanal media sosial Mojok sejak awal. Hanya sejarah yang diceritakan kru Mojok padanya yang disampaikan pada awal ia bergabung ke media seru yang dikepalai oleh Puthut EA ini.

“Setahu saya, konsep awal distribusi konten di media sosial memang belum disusun secara matang, dalam artian, Mojok belum menemukan karakter konten seperti apa yang ingin ditampilkan di kanal media sosial Mojok. Jadi awalnya konten media sosial Mojok itu sebenarnya enggak ada karena penggunaan media sosial hanya berfokus pada diseminasi artikel Mojok,” jelasnya.

Pada awalnya, Mojok hanya mendistribusikan artikel mereka lewat Facebook dan Twitter saja. Baru kemudian, di era reborn (2017), akun Instagram dan LINE Mojok dibuat. Mas Dony menjelaskan bahwa kalaupun dulu Mojok mengeluarkan konten media sosial, itu hanya bernuansa spontan, tidak melalui perencanaan dan penyusunan konsep yang matang. Barulah pada tahun 2017, Mojok “terlahir kembali” dengan merencanakan konten media sosial seperti yang bisa dilihat di berbagai kanal media sosial Mojok saat ini.

Spontanitas? Saat ini bukan lagi menjadi cara Mojok untuk menghasilkan suatu konten. Walaupun awalnya Mas Dony hanya direkrut untuk menjadi seorang Admin Media Sosial, saat ini Mas Dony sudah memiliki andil terhadap semua konten yang di-publish oleh Mojok.

Awalnya, Mas Dony mengatakan, bahwa konten media sosial Mojok hanya dibuat sebagai produk turunan dari artikel-artikel yang tayang di situs. Beberapa rubrik, saat itu memang memiliki infografik sendiri yang kemudian dijadikan konten yang berdiri sendiri untuk Instagram dan Twitter.

Ingin buat konten menarik? Intip inspirasi para penulis yang bergabung di GetCraft

“Dalam perkembangannya, saya mulai mengulik ide-ide konten lain yang bisa ditampilkan di media sosial. Dapet idenya sih biasanya spontan atau bisa juga dengan mengamati hal-hal apa yang sedang ramai dibicarakan di media sosial. Di sisi lain, saya juga berusaha menciptakan konten reguler yang diharapkan bisa menjadi ciri khas Mojok atau yang ‘Mojok banget’,” ungkapnya.

Ya memang diusahakan gimana caranya bikin konten yang nyambung atau dalam bahasa kekiniannya “relatable af” sama kehidupan atau keseharian milenial
Sedikit Nakal, Banyak Akalnya Konsep Media Sosial Mojok.co
Infografik dari sebuah artikel Mojok.co di rubrik #Kilas (Dok. Instagram @mojokdotco)

Di sini saya yakin, bahwa Mojok berhasil merekrut orang yang paling tepat. Seakan Mas Dony terlahir untuk bekerja di Mojok~ Mas Dony sangat unstoppable. Saat ini, konten media sosial Mojok memang sudah dibuat berdasarkan perencanaan yang ia buat secara mingguan. Tiap minggunya, ia menyelenggarakan sebuah rapat perencanaan khusus untuk media sosial Mojok. Dengan bantuan super dari kru Mojok lainnya, mereka merangkai bersama tentang keluaran konten serta desainnya untuk jadwal reguler.

“Misalnya hari Senin ada #StarterPack, saya merencanakan mau bikin starter pack apa. Atau buat hari Rabu ada #PantunMojok, ya saya pikirkan mau bikin pantun yang kayak apa. Kalau bisa sih yang sesuai sama isu yang lagi ramai dibicarakan,” jelasnya mendetail.

Cerdiknya, walaupun selalu segar dan menyenangkan, Mojok tidak melupakan identitasnya sebagai media. Sama halnya dengan redaktur yang merencanakan tulisan apa saja yang akan tayang selama seminggu, kru media sosial Mojok juga melakukan hal yang sama.

Banyak Akal

Bicara tentang konsep, berarti bicara juga tentang eksekusi. Tim Mojok yang penuh kreativitas dan akal ini tidak pernah enggan menunjukkan citra mereka yang lucu lewat konten media sosial Mojok. Siapa saja yang turut andil dalam pembuatan konten media sosial mereka? Yuk, silahkan disimak penjelasan Dony Iswara yang panjang ini:

“Prosesnya adalah sebagai berikut: saya memikirkan konten seperti apa yang ingin dibuat dalam kurun waktu satu minggu. Di spreadsheet nanti saya isikan brief singkatnya. Misalnya, saya ingin membuat pantun. Maka di spreadsheet akan saya berikan brief berupa teks apa yang muncul di konten dan gambar seperti apa yang harus dikerjakan oleh ilustrator. Ilustrator bisa mengakses spreadsheet ini dan bisa mengerjakan konten sesuai dengan brief yang saya buat,” jelasnya.

Ia lalu melanjutkan penjelasannya, bahwa, “Setelah selesai, konten akan dikirimkan dari ilustrator ke saya. Lalu saya akan mengunggah konten ke kanal media sosial Mojok (Facebook, Twitter, dan Instagram). Karena saya sendiri yang mengunggah, maka saya yang menentukan wording apa yang digunakan (biasanya spontan dan tidak ada perencanaan). Kadang kalau saya lagi enggak punya ide mau bikin apa, saya juga meminta masukan dari teman-teman ilustrator dan videografer. Saat ini, yang bisa dibilang tergabung dalam tim konten sosmed Mojok ada 5 orang termasuk saya sendiri. Keempat orang lainnya adalah Ega (ilustrator), Azka (ilustrator), Ali (videografer), dan Lala (ilustrator),” jelasnya.

Baca Juga:Jason Ranti: Bicara Soal Pak Haji dan Komunis, Lewat Lagu

 

Sedikit Nakal, Banyak Akalnya Konsep Media Sosial Mojok.co
Desain media sosial Mojok.co yang disesuaikan dengan pembacanya (Dok. Instagram @mojokdotco)

Jadi, bisa disimpulkan bahwa setiap satu konten media sosial Mojok dikerjakan oleh minimal dua orang: konseptor, yaitu Mas Dony sendiri dan salah satu ilustrator Mojok. Kecuali, jika bicara soal konten quote Ali dePraxis yang terkenal dengan ke-galau-annya. Semuanya dikerjakan oleh Ali (videografer Mojok) sendirian. Namun tetap, seluruh kru tetap berperan aktif dalam pembuatan konten meskipun dengan porsi yang berbeda.

Setiap harinya, kru media sosial Mojok fokus ke konten Instagram. Baru setelahnya, konten Instagram tersebut bisa dibagikan juga ke Twitter dan Facebook. Saat ini, mereka memiliki tiga konten reguler untuk Instagram dengan isi konten yang berbeda-beda setiap harinya. Namun yang pasti, infografik dari rubrik Kilas adalah satu-satunya konten yang terbit reguler tiap harinya. Sisanya, kita bisa melihat #StarterPack, #KomikMojok, #Mojokomendasi, #PantunMojok dan seterusnya hingga #KomikMojok. Tidak lupa untuk menjadi responsif, jika ada momen khusus, Mojok tetap menambahkan sebuah posting-an untuk merespon momen tersebut.

Dengan usaha maksimal seluruh kru Mojok dalam menciptakan konten dengan cara yang lebih santai dan menghibur, mereka juga tidak pernah lupa untuk menciptakan batasan seperti SARA, seksis, dan hal-hal lain yang tidak sepantasnya diletakkan dalam konten media sosial siapapun.

Sekarang, kita sudah bisa bernapas lega dan tidur nyenyak tanpa mempertanyakan soal Mojok.co yang “Sedikit Nakal, Banyak Akal” ini. Seperti rasa penasaran pada umumnya, saya menutup wawancara panjang ini dengan pertanyaan “Ke depannya, apa Mojok akan konsisten dalam bentuk visual dan konten media sosial seperti saat ini?”.

Jawabannya: Konsisten tentu tetap menjadi hal yang akan terus diusahakan. Namun, seperti juga hal lain dalam industri, tentu saja akan ada perubahan demi perubahan yang mungkin nanti akan saya munculkan agar konten media sosial Mojok tetap relevan atau bahkan lebih baik lagi, namun tetap berada dalam gaya dan identitas Mojok.

Apa pun konten segar yang nantinya akan dikeluarkan oleh Mojok, kita berharap saja konten-konten tersebut bisa selalu mengedukasi sekaligus mengocok perut. Kudos, untuk seluruh kru Mojok.co!

 

Sedikit Nakal, Banyak Akalnya Konsep Media Sosial Mojok.co
(Dok. Giphy)