Rahmat Budiman: Toy Photography Mengubah Hidupnya

Pernah lihat akun Instagram @tanaka_tatsuya? Buat kamu yang menggemari toy photography pasti sering takjub sama karya-karya Tanaka yang superkreatif. Tak mau kalah dengan di luar negeri, fotografer mainan dan miniatur di Indonesia pun banyak yang keren, Rahmat Budiman salah satunya.

Beragam jenis ketertarikan spesifik atau genre dari industri fotografi kian bertambah, namun toy photography sebenarnya sudah ada sejak 1972. Selain bicara soal betapa menyenangkannya mengabadikan sebuah momen–hal yang sering diangkat dalam ranah fotografi–ternyata fotografi sendiri sebagai industri sudah banyak bergerak dalam bentuk medium, tujuan dan misinya.

Rahmat Budiman, seorang eks wartawan yang mulai menggeluti genre ini sejak 2013. Saat ini, ia adalah salah satu toy photographer yang dikenal di Indonesia melalui karya-karyanya yang membuka mata kita ke sebuah dunia baru.

Rahmat Budiman: Toy Photography Mengubah Hidupnya
Rahmat Budiman (Dok. Instagram @matetampan)

Toy photography, seperti namanya, memerlukan elemen-elemen unik untuk menjadikannya sebuah karya. Elemen pertama, tentu mainan atau yang sering disebut dengan action figure. Elemen setelahnya? Adalah kepekaan dan imajinasi sang fotografer sendiri dalam membuat sebuah cerita pada karyanya. Kuasa sepenuhnya dimiliki oleh sang fotografer. Cross-universe dan efek miniatur seringkali digunakan dalam pengembangan karya toy photography.

Rahmat sendiri membuktikan karyanya dengan memenangkan kompetisi When Creators Rule The World di Januari lalu sebagai Grand Winner dari tiga negara; Indonesia, Malaysia, dan Filipina. Lewat karya toy photography-nya, ia menyampaikan pesan bahwa konten kreator yang baik bak UFO. Dengan konten yang dihasilkan para kreator, Rahmat menjelaskan bahwa mereka mampu menarik orang untuk memberikan value. Hal inilah yang menurutnya akan terjadi jika kreator mampu menguasai dunia.

Berikut wawancara Crafters dengan Rahmat Budiman, bicara spesifik tentang toy photography dan bagaimana fotografi telah mengubah hidupnya.

Baca Juga: Sukimin Thio: Fenomena dan Kesempatan Menjadi Fotografer Profesional di Indonesia

Kenapa kamu memilih toy photography sebagai ketertarikan utama dalam fotografi?

Awalnya memilih toy photography sebenarnya tidak sengaja. Pertama kali, saya iseng motret koleksi mainan saya yang kemudian saya merasa seperti sedang dibawa ke masa kecil dan menghidupkan tokoh-tokoh komik yang saya akrab di masa kecil. Lama-kelamaan, saya menemukan fase di mana toy photography bisa menjadikan medium yang asyik untuk menyampaikan pesan yang di saat yang sama juga sekaligus bisa menghibur audience-nya. Untuk cerita jelas pertama kali saya menggeluti toy photography, silakan cek di sini.

Proses dalam membuat sebuah karya toy photography seperti apa? Adakah langkah-langkah yang pasti kamu lakukan?

Setiap orang pasti punya cara berbeda untuk mengeksekusi karya toy photography. Kalau saya, biasanya berawal dari imajinasi dan pesan yang mau saya sampaikan. Saya terbiasa dengan sendirinya mengkhayal tentang suatu benda di sekeliling saya. Seperti, rak cuci piring yang di pikiran saya bisa saya imajinasikan sebagai jeruji penjara.

Dari situ, biasanya saya akan memilih mainan yang tepat untuk difoto dengan barang di sekeliling saya tersebut dan menyelipkan pesan apa yang ingin saya sampaikan. Kebanyakan barang yang saya imajinasikan adalah barang-barang di sekeliling saya. Itu sebabnya, saya selalu membawa mainan ke mana pun agar begitu ada imajinasi akan suatu barang yang muncul, saya bisa langsung foto.

Lihat fotografer yang tergabung dalam jejaring GetCraft!

 

Rahmat Budiman: Toy Photography Mengubah Hidupnya
Salah satu tahap toy photography yang dilakukan oleh Rahmat Budiman (Dok. Instagram @matetampan)
Rahmat Budiman: Toy Photography Mengubah Hidupnya
Hasil karya toy photogaphy Rahmat Budiman yang memenangkan kompetisi #WCRTW sebagai Grand Winner (Dok. Instagram @matetampan)
Bagaimana cara kamu mengembangkan dan mengedukasi diri untuk membuat karya yang lebih baik lagi selanjutnya?

Saya selalu memposisikan diri saya sebagai penyampai pesan dan penghibur orang lain, jadi, saya akan selalu merasa tidak puas jika cara saya menyampaikan pesan dan menghibur orang lain berulang dengan cara yang itu-itu saja. Itu sebabnya, saya selalu usahakan untuk mengenal orang-orang baru di dunia toy photography dan belajar trik atau gaya foto baru dari mereka. Saya juga selalu update tentang isu-isu umum agar saya bisa menyelami hal-hal yang sedang jadi concern orang banyak.

Dari semua karya kamu, adakah yang menjadi favorit dan apa alasannya?

Bagi saya, semua karya foto yang saya pajang di Instagram adalah karya terbaik saya. Mereka adalah ‘anak-anak pikiran saya’ yang semuanya bagus. Kenapa? Karena foto-foto yang saya pajang di Instagram merupakan foto-foto yang sudah saya pilih dari semua karya foto saya. Orang-orang mungkin hanya melihat satu foto di Instagram saya, tapi orang-orang tidak tahu, untuk mendapatkan foto tersebut, saya bisa melakukan pemotretan dan percobaan pemotretan hingga 1 jam dengan lebih dari 20 foto. Belum lagi jika gagal dan kemudian pada akhirnya tidak saya upload. Jadi, jika sudah saya upload di Instagram artinya itu adalah foto terbaik dan favorit saya.

Menurutmu, bagaimana peluang toys photography sendiri di industri fotografi Indonesia ke depannya?

Setelah 6 tahun menggeluti bidang ini, 2 tahun belakangan ini adalah–menurut saya–masa-masa emas toy photography di Indonesia. Hal ini didukung dengan makin banyaknya film-film yang memunculkan banyak action figure baru. Ke depannya, perkembangan genre ini–menurut saya–tidak bisa lebih besar dari fase ini di Indonesia. Karena genre toy photography, dibanding genre fotografi lainnya, membutuhkan modal yang cukup besar.

Baca Juga: Andy Fanfani: Ekspresikan Emosi Lewat Foto Hitam Putih

 

"Jump Higher and Be A Better Person" oleh Rahmat Budiman (Dok. Instagram @matetampan)
Apa saja hal-hal yang membuatmu enjoy berkarya toy photography?

Ada dua hal. Pertama, penyaluran imajinasi saya yang seakan membuat saya dibawa ke masa kecil dan bisa menghidupkan karakter-karakter fiktif yang saya suka. Kedua, efek bahagia yang ditimbulkan dari orang-orang yang menikmati karya saya.

Selain dalam bentuk fotografi,  apakah kamu ingin mencoba bentuk karya lain?

Saya sedang dan masih terus mencoba untuk membuat karya animasi stop-motion, namun sayang, waktunya belum cukup. Kedua, saya ingin berkolaborasi dengan komikus atau ahli gambar untuk membuat karya bercerita gabungan antara goresan tangan dan action figure.

Bagaimana fotografi telah mengubah hidupmu secara personal?

Sebelum saya menggeluti toy photography, saya dikenal sebagai seorang wartawan yang ke mana pun saya pergi dan berkenalan dengan orang baru, saya selalu dengan bangga menyebut diri saya wartawan. Lepas dari gantung pena, toy photography-lah yang memberi saya label baru. Saya bisa diwawancara Metro TV, NET, Kompas, dan sebagainya, diundang untuk workshop, dan bahkan kenal banyak orang dari luar Indonesia karena toy photography.

 

Kamu seorang fotografer yang ingin bergabung dalam jejaring GetCraft?