Apa Saja Pertimbangan Freelancer saat Menentukan Rate?

Mari sebutkan beberapa tantangan yang sering dihadapi freelancer; bingung harus memulai dari mana, cara mengerti klien, berkomitmen dengan klien, time management dan yang paling sering diutarakan adalah menentukan harga dari jasa yang kita tawarkan.

Bicara soal harga yang kita tawarkan, ada beberapa elemen yang perlu dipertimbangkan para freelancer. Nengiren menjelaskan bahwa ada dua hal utama dalam pertimbangannya yaitu creative fee dan additional cost. Menurutnya sebagai ilustrator profesional, kedua hal ini dapat dirunutkan dengan lebih mendetail. “Creative fee dapat dipertimbangkan dari aspek-aspek seperti pengembangan konsep, man hour, biaya produksi dan bahan/material yang dibutuhkan,” jelasnya dalam acara Jakarta Creators Meetup yang bertajuk Guide to Set Your Freelance Rates Perfectly pada 22 Agustus 2019.

Lebih lanjut, pada acara Jakarta Creators Meetup yang diadakan di GO-LEARN, GO-JEK Office, GetCraft mengundang 3 pembicara lainnya yaitu Nicky Tarto (Photographer & Video Creator), Martin Johnindra (Copywriter Lotus:H) dan Rahma Mieta M., CFP (Sr. Financial Planner Oneshildt) serta dimoderatori oleh Syarief Hidayatullah selaku VP Creative GetCraft Indonesia.

Dari keempat pembicara dan diskusi dengan peserta yang terjadi, ada beberapa kesimpulan yang dapat dijadikan petunjuk untuk para freelancer saat kebingungan menentukan rate dari jasa mereka.

Baca Juga: Pentingnya Menetapkan Tarif Jasa Freelance dengan Tepat

 

Apa Saja Pertimbangan Freelancer saat Menentukan Rate?

Mempelajari Brief & Kontrak

Menurut Martin dari sisi freelance writer, pertimbangan terpenting di awal adalah untuk membedah brief yang sampai ke tangan kita. “Sebelum mulai menulis, cari tahu dengan pasti dulu, dari siapa brief ini datang? Apakah dari media, perusahaan, LSM atau agensi? Di mana nantinya tulisan kita akan terbit? Apakah di situs daring, majalah atau brosur? Lalu pelajari, siapa target pembacanya? Apa SES (Socioeconomic Status)-nya? Berapa rentang umurnya?” kata Martin.

Mempelajari brief bukan hanya memberikan kita gambaran untuk mengerjakan project dengan baik, namun juga menentukan tarif yang akan kita berikan kepada klien. Nah, jika brief sudah dibedah dengan baik dan kamu tidak punya pertanyaan pada klienmu lagi, selanjutnya kamu harus peka dan peduli dengan kontrakmu.

Martin melanjutkan dengan bicara soal kontrak. Menurutnya, hal-hal yang perlu kamu catat dan perhatikan dengan mendetail adalah eksekusinya–secara finansial ataupun tidak. Poin yang perlu kamu catat menurut Martin adalah uang muka, jenis tulisan, waktu penulisan/deadline, embargo, waktu dan metode pembayaran.

Catatan penting dari Martin adalah, jangan pernah menyamakan semua klien. “Antar pemberi pekerjaan pasti berbeda; semua spesial. Jadi, pastikan jangan sampai kamu memandang semuanya sama,” ujarnya. Mempelajari cara bernegosiasi dengan baik juga menjadi sesuatu yang harus dikuasai oleh freelancer.

Rahma Meita, sebagai Financial Planner mengingatkan juga dalam presentasinya bahwa para freelancer harus menghitung kebutuhan dasar dan menjadikanya sebagai target income per bulannya. Ia juga menjelaskan bahwa ,“Ada cash flow goals yang seharusnya bisa dipertimbangkan para freelancer. Adalah untuk mencapai target income per bulannya, konsisten mengeluarkan dan mendapatkan pendapatan setiap bulan serta mengejar bertambahnya income,” tegasnya.

Baca Juga: Tips Menjadi Freelancer Profesional

 

Apa Saja Pertimbangan Freelancer saat Menentukan Rate?

Eksekusi Servis

Selanjutnya sebagai freelancer, setelah kamu memastikan semua sesuai dengan rate dan klien menyetujui, kamu harus memastikan bahwa eksekusi dari servis yang kamu berikan tidak akan mengecewakan mereka.

Nicky Tarto sebagai videografer, menjelaskan tentang pentingnya eksekusi servis lewat tiga tahapan general, yang nantinya akan mengerucut menjadi detail. Dari servis, kita bisa memulainya dengan referensi. Mencari banyak-banyak referensi menjadikan kita kaya akan gambaran dari apa yang akan kita eksekusi nantinya. Juga, dengan menggali banyak referensi, inspirasi lebih mudah didapatkan.

Dimulai dari visual discovery, kamu bisa membaginya menjadi 3 yaitu pre-productionresearch dan mood reference. Kemudian dari situ, kita bisa memulai wireframing yang bisa kamu bagi menjadi details & treatmentcontent dan timeline. Di hari eksekusi, ingat untuk selalu tepat waktu, well-prepared dan fleksibel untuk improvisasi. Yang terakhir di pasca-produksi, pastikan kamu menyerahkan hasil yang baik dan tepat waktu!

 

Apa kamu freelancer yang ingin bergabung dalam jejaring GetCraft?