Crafters

Portal konten yang fokus mengangkat beragam hal seputar industri kreatif. Mulai dari wawancara, laporan khusus, sampai tips dari para kreator yang berkarya di bidang seni, kebudayaan, bisnis kreatif, dan teknologi.

Melalui Crafters, kami ingin memberikan kontribusi untuk perkembangan industri kreatif di Asia Tenggara.

Dikelola oleh

Sign up to receive bi-weekly creative inspiration, delivered directly to your inbox!

Pentingnya Storytelling dan Memahami Tren untuk Videografer!

Perkembangan teknologi yang sangat masif memberikan dampak besar pada cara orang menerima informasi. Sebut saja konten video, yang belakangan popularitasnya meledak karena orang lebih gampang menyerap informasi dari bentul visual ketimbang bila membaca pesan dari dalam buku.

Kondisi ini tentunya memiliki efek domino yang cukup positif ke peningkatan keefektivitasan konten video dan lakunya jasa para videografer, terutama di Indonesia.

Kamu yang tertarik menjalani industri videografi tentu ingin tahu, atau setidaknya mengira-ngira, “Bagaimana sih cara memulainya?” atau “Tren apa yang sedang laku di pasar dan bekal apa yang perlu dipelajari?”

Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan itu, GetCraft mengadakan diskusi yang secara spesifik diadakan untuk para videografer pada Jakarta Creators Meetup 27 Juni 2019, di MULA by Galeria Jakarta. Berjudul Tips Videografi: Membaca Tren Video Marketing untuk Brand, GetCraft mengundang tiga pembicara dari beberapa sudut pandang untuk memberikan insights yang jelas dan beragam.

 

Pentingnya Storytelling dan Memahami Tren untuk Videografer!
Para peserta yang hadir di Jakarta Creators Meetup 27 Juni 2019
Pentingnya Storytelling dan Memahami Tren untuk Videografer!
Para pembicara di Jakarta Creators Meetup 27 Juni 2019

Hadir di panel pembicara: Titis Sapto Raharjo (Director & Executive Producer Movieholic Production), Margaretha Nike (Digital Marketing Leader, 3M) dan Sanny Budiman (Founder & Executive Creative Director Eureca Indonesia) menyepakati beberapa hal yang dapat dipelajari para videografer dan tren-tren yang sedang naik daun belakangan ini.

Baca Juga: Panduan Membuat Video dengan Format Flat Lay

Belajar storytelling

Kemampuan untuk bercerita tidak hanya diperlukan oleh penulis. Semua kreator yang terjun ke industri kreatif harus paham cara untuk membuat sebuah cerita dengan baik.

Mengapa begitu? Storytelling disebut-sebut menjadi salah satu hal penting yang diturunkan oleh para pendahulu kita untuk menyampaikan sebuah informasi dengan cara yang lebih efisien: lewat sebuah cerita.

Hal ini bahkan sudah dipraktikkan jauh sebelum konten media sosial menjadi sarana untuk menyerap informasi. Karena seperti hakikatnya, sebuah cerita seharusnya mengandung pelajaran, makna, dan informasi dari pihak pertama ke pihak selanjutnya.

Storytelling juga menjadi sebuah cara untuk menjual produk dengan lebih “halus” (soft selling). Di sini, kita dapat dengan mudah menyisipkan ide kreatif ke dalam perancangan awal dan mengemasnya secara lebih menarik.

Tanpa storytelling, perencanaan proses teknis yang baik bisa jadi tidak membuahkan hasil yang diinginkan. Apalagi, jika menggarap sebuah video untuk brand, sebagai kreator, kita harus dapat menyampaikan sebuah cerita agar benefit produk tersampaikan dengan baik. Otentisitas dan relevansi juga menjadi poin penting dalam menggarap sebuah cerita.

Itu sebabnya, kita kerap melihat konten video sebagai champion content karena memiliki storytelling yang baik.

Baca Juga: Edward Suhadi Berbagi Tips Panduan Produksi Konten Video

 

Pentingnya Storytelling dan Memahami Tren untuk Videografer!
Mempelajari social media behaviour & tren!

Lagi-lagi, mempelajari dan memahami perilaku dari sebuah media sosial bukan hanya tugas seorang (misalnya) Social Media Officer saja. Sebagai kreator, kita juga perlu memahami hal tersebut demi memaksimalkan hasil karya dan pendistribusiannya.

Untuk awalan, kita bisa mempelajari media sosial yang sering digunakan dan penyebaran konten videonya terbukti bagus, seperti Instagram, Twitter dan YouTube.

Dengan mempelajari ciri khas masing-masing platform itu, kita pun akan mengetahui trik video editing yang baik, untuk mencapai engagement yang diharapkan. Selain itu, kita juga akan paham cara pendistribusian konten yang tepat – untuk masing-masing channel – dan tahu banyak ilmu lainnya.

Di sisi lain, setiap channel media sosial memiliki habitat dan trennya sendiri. Nah, itu sebabnya penting bagi videografer untuk mencari tahu hal yang tengah happening di tiap platform itu.

Seperti video berformat vertikal yang mobile friendly (dengan dukungan data soal pengaksesan konten video lewat smartphone yang kian menanjak), dan WebSeries di YouTube yang dieksekusi melalui storytelling yang baik. Ada juga Super Short Video yang menguntungkan untuk menarik leads dari Ads YouTube, serta pentingnya Supers di dalam video untuk lebih memperjelas informasi yang akan disampaikan.

Kalau kamu sudah lihai membuat storytelling dan paham akan tren media sosial saat ini, tidak tertutup kemungkinan kalau kamu akan jadi the next storyteller of videographer.

 

Apa kamu seorang videografer yang ingin bergabung dalam jejaring GetCraft?

July 2, 2019
Panduan Membuat Video dengan Format Flat Lay
Ternyata, membuat video dengan format flat lay tidak sulit, lho. Pelajari hal-hal penting dalam...
July 5, 2019
Tips Menulis Naskah untuk Web Series
Ingin membuat web series? Berikut hal-hal yang harus kamu perhatikan untuk menulis naskah web...