Panduan Utama Menjadi Penulis Lepas

“Menulis di rumah, tanpa bos, pakai piyama!” bisa jadi hal-hal yang diimpikan para penulis yang ingin mencoba jejak dari freelance writing. Sepertinya mudah, karena Anda bisa mengatur jadwal sendiri tanpa ada yang bisa protes. Tapi, benarkah demikian? Anda harus berhati-hati, karena tanpa mempelajarinya dengan baik, pilihan itu bisa jadi bumerang telak untuk Anda.

Butuh usaha yang cukup besar untuk bisa terus sukses menjadi seorang penulis lepas. Tidak instan, tidak pula ringan. Selain harus rajin-rajin mencari klien lewat platform marketplace yang membutuhkan jasa itu dengan seksama, menjalin networking dan memperindah portofolio tulisan-tulisan Anda.

Kami berkesempatan untuk bicara dengan Gloria Christina, salah satu penulis di jejaring kreator GetCraft yang tidak sengaja terjun ke dunia freelance writing. Lucunya, dunia kepenulisan lepas saat ini masih sedikit bias, hingga membuat orang lain bingung. Gloria sendiri mengaku pernah mendapatkan tawaran untuk menulis sebuah skripsi mahasiswa. Namun, sudah jelas, Gloria menolak sambil menjelaskan bahwa ia tidak akan menulis sesuatu yang mengandung moral hazard.

Pada kesempatan ini, kami banyak bertanya pada Gloria tentang suka dukanya sebagai seorang freelance writer, pentingnya content marketing dan tips-tips darinya untuk menjadi seorang penulis lepas yang profesional.

Penulis lepas
Dok. Unsplash
Keuntungan menjadi penulis lepas

Gloria sebenarnya tidak pernah menjadi full freelancer, ia memulai karier sebagai wartawan ekonomi di tahun 2007, tiga tahun setelahnya, ia ditawari membantu sebagai freelance writer untuk annual report. Sejak saat itulah ia menjadikan profesi freelance writer sebagai pekerjaan sampingan. Jenis tulisan yang ia kerjakan beragam, mulai dari konten websitecompany profileadvertorial, buku, dan sebagainya.

Di tahun 2015, ia ditawari GetCraft sebagai freelance writer blog asuransi. Sejak saat itu sampai sekarang, total, ia mengerjakan 4 blog asuransi, 3 financial technology, 2 foundation, 1 healthcare product, dan 1 bank.

Lantas setelah bekerja sebagai penulis lepas cukup lama, apa yang ia peroleh? “Mendapatkan pendapatan sampingan dan melatih kemampuan menulis saya. Wawasan saya juga luas, bisa mengenal dunia fintech, mengetahui produk kesehatan dan pengetahuan terkait hal itu, belajar soal kewirausahaan, dan melatih mental cara menghadapi klien. Saya juga semakin terasah memahami pola pikir klien sebagai pemilik brand dan website,” ujarnya.

penulis lepas
Tantangan penulis lepas

“Setiap tulisan menawarkan pengetahuan baru. Dan setiap ada pengetahuan baru, di situlah letak tantangan penulis untuk menguasai brief dalam waktu singkat (karena ada deadline), lalu menerjemahkannya dalam bentuk draft tulisan. Saya sebetulnya senang apabila ada tema besar yang mau dibahas dalam setiap ideation. Lalu, jika ada feedback, akan lebih bagus jika klien mengungkapkan solusi perubahan yang diinginkan seperti apa. Yang susah itu kalau klien cuma bilang, yang bagian ini kurang enak nih, atau saya kurang suka yang bagian ini. Sudah. Tanpa ada solusi maunya diubah seperti apa, “ujar Gloria.

Baca juga: Menulis Lebih Cepat dan Efisien, Tapi Tetap Berkualitas

Kerasnya dunia freelancer

Persaingan di dunia freelancer kini sangat ketat, brand-brand sudah mulai menyadari keefektifan menggunakan jasa freelancer dan dampak positif dari hasil kerja freelancer. Itu sebabnya, saat menerima suatu tawaran pekerjaan, Gloria merasa lebih percaya diri menerima pekerjaan tersebut kalau memang sesuai dengan expertise-nya. “Tapi saya juga paling senang kalau terima assignment artikel ringan, seperti topik jalan-jalan, kuliner atau tren terbaru. Karena ini bisa sebagai ‘istirahat’ dari topik yang biasanya saya tulis,” tambahnya.

Masalahnya yang kerap dihadapi oleh para freelancer adalah masalah pembayaran. “Di satu pihak, kita orang luar untuk klien. Jadi, klien bisa ngejar dengan assignment dan revisi yang intensif, tapi enggak dibarengi dengan payment yang tepat waktu. Jadi, mengingat pekerjaan ini stressful, saya lebih mendahulukan klien yang saya kenal. Karena seringnya juga ada tawaran out of nowhere, diminta ikutan pitching nulis ini dan itu. Kalau orang yang nawarin enggak dekat-dekat amat, saya enggak menjadikan itu sebagai prioritas sih. Karena, yang penting bagi saya adalah, kecocokan kita sama klien. Kalau kita sudah tahu pola kerja klien seperti apa, dan kita bisa provide kebutuhan mereka, itu akan membuat pekerjaan seberat atau sebanyak apapun, gak akan merasa tertekan. Kalau soal berat, ya semua pekerjaan berat. Cuma akan terasa lebih ringan kalau orang yang kasih pekerjaan itu percaya sama kita dan kita cocok sama ritme kerja mereka,” ujar Glo.

Pentingnya Content Marketing untuk pekerja lepas

Glo berujar bahwa orang-orang saat ini tidak begitu suka dengan konten yang hardsell. Penting ya menurut saya. Kebanyakan lebih suka kebutuhannya terjawab dulu, baru setelah itu mereka ingin tahu produk apa yang ditawarkan. Contohnya, seseorang yang ingin pergi berlibur akan lebih senang baca artikel review destinasi wisata ketimbang iklan booking rental mobil. Jadi cara yang tepat ialah dengan menyajikan konten yang bisa menjawab kebutuhan pembaca. Baru setelah itu, disematkan sedikit muatan brand awareness dengan cara menyelipkan call to action ke website klien.

Setiap tulisan menawarkan pengetahuan baru. Dan setiap ada pengetahuan baru, di situlah letak tantangan penulis untuk menguasai brief dalam waktu singkat (karena ada deadline), lalu menerjemahkannya dalam bentuk draft tulisan
“Berjualan” diri sendiri

Eits, bukan dalam sudut pandang negatif lho, maksudnya, bagaimana cara membuat klien tertarik menggunakan jasa kita sebagai penulis lepas atau how to market yourself? “Cara yang paling ampuh dalam memasarkan diri kita, menurut saya, adalah dengan mempertahankan kualitas, baik dalam hal menguasai topik yang diangkat dan fleksibel dalam hal menulis sesuai dengan gaya yang diinginkan klien. Sebagai penulis, penting untuk cek dan ricek mengenai topik yang diangkat dalam content marketing. Terus, deadline itu sangat penting. Karena itu menunjukkan kita bisa memenuhi janji dan bisa dipercaya,” tips dari Glo.

Baca juga: Tips Menjadi Freelancer Profesional

Cara menghadapi writer’s block

“Membaca adalah asupan penting penulis. Seseorang tidak akan bisa menulis kalau tidak membaca, kalau wawasannya tidak diisi dulu. Kalau pikiran buntu, yang pertama saya lakukan adalah membaca topik yang serupa. Jadi saya tahu konteks dan mendapatkan inspirasi untuk memulai tulisan. Dan memang ada kalanya kalau saya terlalu capek, saya usahakan ada hari di mana saya tidak pegang pekerjaan sama sekali setelah jam kantor atau during weekend. Di waktu tersebut, saya manfaatkan dengan berinteraksi sama keluarga. Setelah me-time bersama keluarga itu, rasanya lumayan re-charged dan siap buka komputer lagi,” ujar Glo.

Maksimalkan portofolio

Portofolio yang bagus adalah salah satu kunci utama yang membuat klien ingin meng-hire Anda. “Hal yang bisa saya terapkan untuk mempertahankan klien adalah dengan kualitas dan servis. Kualitas artinya, saya berusaha untuk menjawab brief. Servis artinya, berusaha deliver pekerjaan sesuai tenggat yang diinginkan klien dan menjawab revisi yang mereka berikan,” ujar Glo mengakhiri perbincangan.

Lihat juga: Para penulis yang sudah menampilkan portfolio karyanya di marketplace GetCraft