Panduan Mengenal Kamera Analog, DSLR, dan Mirrorless

Fotografi tidak akan pernah menjadi seni yang surut peminatnya, dan kamera sebagai perangkat utama senantiasa menarik penggemar baru. Dengan bertambah majunya teknologi, jenis-jenis kamera yang tersedia di pasaran pun semakin beragam. Mulai dari kamera compact hingga kamera mahal dengan sistem profesional, bisa mudah kamu dapatkan. Apalagi mengingat setiap tahunnya, para produsen selalu mengeluarkan kamera terbaru. Banyaknya kamera ini tentu saja merupakan kabar yang baik bagi para pegiat dunia fotografi. Namun bagi para pemula, kondisi ini tentu cukup menyulitkan untuk memilih kamera mana yang tepat untuk mereka.

Baca Juga: 7 Ide Latihan Kreatif untuk Mengasah Kemampuan Fotografimu!

Walau tersedia banyak ragam tipe kamera, namun ada tiga jenis kamera yang mendulang popularitas di antara masyarakat luas; kamera analog, DSLR (data single-lens reflex camera), dan mirrorless. Pertanyaannya, manakah dari ketiga pilihan tipe kamera populer tersebut yang cocok dengan kebutuhanmu? Jangan sampai kamu salah pilih karena mengikuti saran yang enggak sesuai. Sebelum menjatuhkan pilihanmu terhadap suatu kamera tertentu, Crafters telah merangkum apa saja yang perlu kamu ketahui mengenai jenis kamera analog, DSLR dan mirrorless lengkap dengan kelebihan serta kekurangannya.

 

Panduan Mengenal Kamera Analog, DSLR, dan Mirrorless
(Dok. Unsplash)
Apa itu Kamera Analog, DSLR dan Mirrorless?

Generasi yang lebih awal mengenal kamera analog sebagai jenis kamera yang menggunakan media film untuk memotret gambar. Nantinya, gambar yang telah diambil ini harus melalui proses cuci cetak terlebih dahulu untuk melihat hasil fotonya. Kamera ini tidak memiliki fungsi digital dan hanya mengandalkan sistem analog, yaitu sinyal yang ditangkap dari luar dan diproses secara keseluruhan untuk mendapatkan hasil potret terbaik. Kamera ini memiliki instrumen khas yang dikenal sebagai light meter untuk mengukur intensitas cahaya.

 

Panduan Mengenal Kamera Analog, DSLR, dan Mirrorless

Beberapa generasi setelah kamera analog, dunia fotografi mengenal kamera DSLR. DSLR sendiri merupakan kependekan dari Digital Single Lens Reflects. Singkatnya, kamera ini menggunakan cermin yang diletakkan di depan sensor gambar untuk memantulkan apa yang akan ditangkap oleh sensor ketika tombol rana (shutter) ditekan. Karena itu, pengguna dapat mengintip apa yang akan ditangkap oleh sensor melalui jendela bidik (viewfinder). Sedikit catatan, jika kamu menggunakan DSLR dalam mode live view (di mana gambar ditampilkan pada layar), pada mode ini fungsi cermin kamera DSLR dinonaktifkan dan secara prinsip kamera tersebut berubah menjadi mirrorless.

 

Panduan Mengenal Kamera Analog, DSLR, dan Mirrorless

Serupa tapi tak sama dengan DSLR, kamera mirrorless merupakan jenis kamera yang dibuat tanpa cermin. Artinya, lensa kamera tersebut langsung mengarah pada sensor. Sehingga apa yang dilihat oleh pengguna di layar adalah gambar yang telah ditangkap oleh sensor gambar kamera. Pada kamera mirrorless, layar berperan sebagai jendela bidik.

 

Panduan Mengenal Kamera Analog, DSLR, dan Mirrorless
Kelebihan Kamera Analog, DSLR, dan Mirrorless

Kepraktisan menjadi kelebihan utama dari kamera digital seperti DSLR dan mirrorless karena kemampuan untuk melihat gambar secara instan di layar LCD, lalu bisa menyimpan foto yang kamu suka dan menghapus yang tidak kamu suka. Keuntungan lainnya dari kamera DSLR dan mirrorless adalah fleksibilitas dalam mengedit dan menyempurnakan foto di komputer menggunakan program Photoshop atau beberapa aplikasi yang tersedia di smartphone. Dengan demikian, menggunakan kamera DSLR dan mirrorless pun akan jauh lebih ekonomis karena kamu tak perlu membuang uang untuk membeli roll film.

Di lain sisi, resolusi gambar dan efek dramatis pada foto menjadi kelebihan utama dari kamera analog. Karena mengandalkan roll film yang terbatas, perlu kemahiran fotografi dalam derajat tertentu untuk menghasilkan sebuah gambar yang artistik menggunakan kamera ini. Hal ini menjadi favorit fotografer seperti Calvin Jeremy yang senang dengan tantangan sederhana untuk melatih selera artistiknya tanpa harus bergantung pada perangkat lunak penyuntingan foto.

Baca Juga: Tips Menciptakan Efek Dramatis dalam Fotografi ala Raja Siregar

Kekurangan Masing-Masing Tipe Kamera

Selain hanya bisa digunakan secara manual, penggunaan kamera analog tidak ramah kantong karena harga film yang mahal. Kamera analog juga tidak memiliki internal light meter dan kamera analog memiliki resiko kesalahan yang tinggi pada fokus gambar dan eksposur sehingga kamu harus selalu berhati-hati dalam mengambil gambar.

Pada kamera digital DSLR, kekurangannya adalah bahwa bobot yang besar dan berat sehingga merepotkan untuk dibawa bepergian. Selain itu dari segi harga pun jauh lebih mahal. Sedangkan kekurangan kamera mirrorles terletak pada daya tahan baterai yang terlalu pendek, memiliki autofocus yang lebih lambat jika dibandingkan dengan DSLR, serta ragam lensa dan aksesori yang lebih sedikit.

Baca inspirasi Aji Susanto Anom dalam fotografi hitam putihnya!

Jadi, Mana yang Lebih Baik?

Tidak ada jawaban yang valid sebenarnya, karena tipe kamera yang kamu pilih haruslah yang menjawab kebutuhanmu. Nah, maka itu, penting untuk kamu ketahui kebutuhanmu dan kecenderunganmu dalam mengambil foto.

Kalau kamu tipe yang suka mengambil puluhan hingga ratusan foto dalam sebuah sesi pemotretan, pilihan kamera yang tepat adalah DSLR yang memiliki ketahanan baterai tinggi. Ingin membawa kamera yang praktis ke mana-mana? Mirrorless-lah jawabannya. Namun jika kamu ingin meningkatkan ketajaman kreativitas dan ingin mendapatkan hasil foto yang lebih artistik, kamera analog pilihannya.

Apa kamu seorang fotografer yang ingin bergabung dalam jejaring GetCraft?