Crafters

Portal konten yang fokus mengangkat beragam hal seputar industri kreatif. Mulai dari wawancara, laporan khusus, sampai tips dari para kreator yang berkarya di bidang seni, kebudayaan, bisnis kreatif, dan teknologi.

Melalui Crafters, kami ingin memberikan kontribusi untuk perkembangan industri kreatif di Asia Tenggara.

Dikelola oleh

Sign up to receive bi-weekly creative inspiration, delivered directly to your inbox!

Panduan Membuat Video dengan Format Flat Lay

Pernahkah kamu melihat video memasak di internet dari channel Tasty? Atau video cara membuat sesuatu dari 5-Minute Crafts?

Kini, selain video jadi pilihan format konten paling menarik, video juga salah satu cara terbaik untuk terhubung dengan orang lain. Karena, kini mengakses dan menyerap informasi dari format video jauh lebih mudah, dibandingkan (sebut saja) 2 tahun lalu.

Maka itu, jangan heran kalau saat ini kebanyakan orang lebih suka menonton video daripada membaca.

Videografer senior Edward Suhadi mengatakan bahwa konten video yang bagus adalah konten yang jelas maksud tujuannya sehingga informasinya sampai ke penonton dan mudah dipahami oleh mereka yang melihat.

Nah, salah satu cara menarik untuk menyajikan konten video yang mudah dipahami, khususnya jika menyangkut tutorial atau cara melakukan sesuatu, ada teknik yang disebut overhead shot; seperti pada Tasty atau 5-Minute Crafts.

Teknik yang menonjolkan tampilan flat lay yang sederhana itu kini makin lazim digunakan untuk video tutorial singkat, seperti memasak misalnya. Teknik ini juga banyak digunakan untuk konten video yang fokus pada satu objek, seperti tutorial DIY (do-it-yourself).

Untuk membuatnya, (setidaknya) ada tiga cara yang bisa dilakukan.

Pertama, kamu bisa membuatnya menggunakan tripod panjang yang diatur pada posisi tinggi dan mengarahkan kamera lurus ke bawah.

Baca Juga: Edward Suhadi Berbagi Tips Panduan Produksi Konten Video

 

Panduan Membuat Video dengan Format Flat Lay
Tripod untuk merekam video flat lay (Dok. thequinskis.com)

Cara kedua, dengan mengkombinasikan monopod dan boom pole holder. Caranya, pasang kamera pada monopod, kemudian selipkan monopod yang sudah terpasang kamera dengan kuat ke boom pole holder.

Lalu ketiga, kamu bisa menggunakan overhead camera rig. Alat ini bisa diperoleh dari toko langsung atau secara online. Tak memiliki budget untuk membeli overhead camera rig? Jangan khawatir. Saat ini sudah banyak video do-it-yourself tentang bagaimana cara membuat overhead camera rig sederhana di rumah, tanpa harus membelinya.

 

Panduan Membuat Video dengan Format Flat Lay
Overhead camera rig (Dok. The Elridge Family)

Selanjutnya, Crafters juga merangkum beberapa hal yang perlu diperhatikan untuk membuat overhead atau flat lay video:

Rencanakan dengan baik!

Sama dengan semua pembuatan video lainnya, pada tahapan ini, seorang pembuat video penting untuk menentukan tujuan pembuatan video, dan perencanaan produksinya. Apakah video tutorial memasak, membuat barang kerajinan, atau review sebuah produk?

Urusan perencanaan ini (paling tidak) bisa terbagi menjadi tiga. Pertama, buat alur tahap yang jelas dari video yang mau kamu buat. Kalau perlu, kamu buat storyboard agar tidak lupa dengan semua tahap pengambilan gambar yang mau diambil!

Kedua, persiapkan semua objek yang dibutuhkan dalam frame atau komposisi. Dan terakhir, mempersiapkan ruangan untuk pembuatan video. Pastikan ruang yang digunakan memiliki pencahayaan (lighting) yang layak, agar video buatanmu memiliki hasi akhir yang maksimal!

Kenali Platform

Media sosial, biasanya menjadi pilihan utama untuk menayangkan kreasi video. Tetapi media sosial pun terbagi-bagi lagi menjadi beberapa platform. Buatlah konten video yang sesuai dengan karakteristik media sosial yang kamu pilih.

Misalnya, di Instagram, durasi video dibatasi selama satu menit, sehingga dalam proses editing, kreator harus bisa membuat konten video yang menarik dalam waktu singkat tersebut.

Berbeda lagi dengan konten IGTV; yang memperbolehkan kita untuk meng-upload video hingga durasi 60 menit! Jadi, pelajarilah platform media sosial yang akan kamu gunakan untuk mendistribusikan konten videomu.

Kenali Perangkat

Kamu harus mengenal kemampuan kamera yang kamu gunakan untuk merekam video. Hal ini penting karena tidak semua kamera memiliki kemampuan setara soal perekaman video. Semakin tinggi kualitas kamera, maka makin tinggi pula kualitas gambar video yang dihasilkan.

Selain kamera digital, kamu juga bisa menggunakan smartphone untuk merekam video semacam ini. Namun, yang perlu kamu perhatikan dalam penggunaan kamera smartphone adalah, perangkat ini memiliki beberapa kekurangan.

Misalnya, dari segi kualitas gambar. Kamu juga tidak bisa mengatur ISO dan white balance karena mayoritas kamera smartphone pada dasarnya menggunakan model titik (tidak fleksibel seperti kamera digital dalam hal pengaturan fokus). Terakhir, daya baterai smartphone pun lebih cepat habis daripada kamera digital.

Baca Juga: 15 Ide Video YouTube yang Harus Kamu Coba!

Terapkan editing yang menarik

Editing adalah proses saat pembuat video menyatukan semua bahan video, dan menyusunnya sedemikian rupa agar tersaji sesuai keinginan. Proses pasca-pembuatan video ini adalah bagian penting yang bisa menentukan hasil akhir video.

Pada tahapan ini, kamu dapat menyematkan supers (tulisan pendukung) pada video tutorialmu, tone gambar yang tepat sesuai mood yang ingin kamu sampaikan, musik yang sesuai dengan gaya penyajian video, serta memperhalus transisi antar adegan.

Ok, sudah siap mencoba membuat video flat lay sendiri?

 

Apa kamu seorang videografer yang ingin bergabung dalam jejaring GetCraft?

June 28, 2019
Banana Publisher: Serunya Dunia Penerbitan dan Masa Depan Peminat Buku
Crafters bersama Yusi Avianto Pareanom, pendiri Banana Publisher, membahas tren buku, perkembangan penerbitan buku...
July 4, 2019
Pentingnya Storytelling dan Memahami Tren untuk Videografer!
Sedang memulai atau mengembangkan karier sebagai videografer? Berikut hal-hal penting dan tren yang perlu...