Crafters

Portal konten yang fokus mengangkat beragam hal seputar industri kreatif. Mulai dari wawancara, laporan khusus, sampai tips dari para kreator yang berkarya di bidang seni, kebudayaan, bisnis kreatif, dan teknologi.

Melalui Crafters, kami ingin memberikan kontribusi untuk perkembangan industri kreatif di Asia Tenggara.

Dikelola oleh

Sign up to receive bi-weekly creative inspiration, delivered directly to your inbox!

Tips karier

Meniti Karier di Industri Kreatif: How To Tell Your Parents?

Generasi ini dipenuhi oleh orang-orang yang banyak tertarik pada industri kreatif. Tapi, kadang keinginan kita untuk sepenuhnya menjalani industri ini masih sulit, terutama saat meyakinkan orang tua kita. Industri kreatif sekarang ini masih sering dipandang sebelah mata. Mulai dari karier desainer, penulis, fotografer, videografer, dan lain-lain. Apalagi, jika orang tua Anda saklek dan tidak bergeming soal pikiran karier terbaik adalah karier yang “aman: (read: PNS, bank atau korporat).

Selain menjadi keras kepala atau nekat, ada baiknya untuk melakukan tindakan antisipatif sebelum para orang tua menjadi kaiju yang siap mendaftarkan Anda ke akademi-akademi yang tidak Anda inginkan. Menurut Data Statistik dan Hasil Survei Ekonomi Kreatif yang dilakukan oleh Bekraf dan Badan Pusat Statistik, partisipasi penduduk usia muda (umur 15-24) pada Sektor Ekonomi Kreatif adalah sebesar 17,8 persen, berbeda 5 persen dengan Tenaga Kerja Indonesia pada umumnya. Jumlah yang diperkirakan akan terus meningkat mengingat sudah banyak industri kreatif yang maju dan berkembang belakangan ini.

Anda juga dapat mendaftarkan diri dalam marketplace yang dapat mempermudah Anda mendapatkan pekerjaan dalam bidang Anda. Sign up ke marketplace kami: getcraft.com

Baca juga: Kerja Freelance Itu Harus Serius! Ini Kiatnya

Ajak bicara orang tua

Dengan dasar itu semua, kami sudah mengumpulkan formula-formula apik yang kami harap dapat membuat kariermu dalam Industri Kreatif tidak terhalang:

Meyakinkan orang tuamu

Sebelum dapat melakukannya, pastikan kalau Anda sudah mengerti jalur karier yang akan Anda jalani, atau setidaknya Anda sudah menentukan step-by-step perjalanan karier yang diinginkan/diharapkan.

Meyakinkan orang tua bisa dimulai dengan mengajak orang tua makan malam di restoran yang makanannya enak. Di saat seperti ini, filosofi “perut kenyang, hati kenyang” bisa jadi bentuan terbesar Anda. Mulailah bicara perlahan tentang keinginanmu bekerja serius di bidang industri kreatif. Anda dapat meyakinkan lebih jika Anda sudah membuat serangkaian plan A, plan B, dst. Katakan dengan jelas semua rencana dan profit-profit menguntungkan dari pekerjaan yang Anda jalani.

Sebutkan alasan-alasanmu

“Ayah, bunda, saya cinta industri kreatif,” dapat Anda mulai sebagai awalan pembicaraan. Di saat bicara soal alasan, Anda boleh menjadi sesentimental mungkin. Bicarakan soal perasaan-perasaan yang Anda rasakan saat menemukan passion dalam bidang kreatif dan salah satu majas yang ada di pelajaran Bahasa Indonesia yang Anda jalani saat SD dulu dapat Anda praktikkan: hiperbola.

“This generation is on fire and ready to go. Are you ready to change the world?” - Farshad Asl
Jadilah konsisten

Cara lain yang pasti dan wajib hukumnya adalah menjadi konsisten di karier industri kreatif Anda. Jika kedua saran sebelumnya sudah Anda lakukan lalu tiba-tiba karena satu dan dua hal saja Anda mundur dari bisnis yang sudah Anda bangun sendiri, kemungkinan besar orang tua Anda dapat meng-counter strike semua pembicaraan Anda dengan kalimat “Tuh, kan. Sana daftar CPNS tahun depan!” dan semuanya akan sia-sia.

Konsistensi dapat Anda bangun dari idealisme diri Anda. Misalnya, jika Anda seorang penulis lepas, Anda perlu membekali diri dengan membuka pikiran Anda tentang ide-ide menulis, misalnya. Atau, mencari tau soal banyak kisah-kisah inspiratif dari penulis favorit Anda dan banyak-banyak membaca artikel lain yang berhubungan dengan tips penulisan yang baik. Dengan tujuan untuk selalu memompa kreativitas itulah, Anda akan menjadi lebih konsisten.

Baca juga: 7 Langkah Mencari Klien Untuk Para Freelancer

Mandiri

Fandy Susanto dalam wawancaranya dengan The Crafters mengatakan bahwa hal terpenting untuknya saat memutuskan menjadi seorang desainer adalah menjadi mandiri. Yang artinya adalah mampu menafkahi kehidupan diri sendiri dan lifestyle yang kita pilih.

Jika Anda bekerja sebagai freelancer, Anda dapat mulai membuat patokan untuk harga dari jasa yang Anda tawarkan. Dengan begitu, setiap butir keringat Anda akan dapat terukur dengan baik dan aman setiap bulannya.

Hitunglah semua pengeluaran Anda dalam sebulan dan berusahalah sekuat mungkin untuk mencapai targetnya. Jangan takut, karena, kembali lagi ke Data Statistik dan Hasil Survei oleh BeKraf dan Badan Pusat Stastik, Ekonomi Kreatif memberikan kontribusi sebesar 7,38 % terhadap total perekonomian nasional. Which is: awesome.

Prove and show it to the world

Pembuktian adalah pembalasan yang paling halus. Jika Anda sudah meyakinkan orang tua Anda dengan cara menjelaskan alasan-alasan, memaksimalkan konsistensi diri dan hidup mandiri, ini adalah saatnya Anda menunjukkan bukti. Bahwa bekerja dalam bidang industri kreatif bukan lagi hal yang meragukan secara langkah karier dan finansial. Saat ini tiba, Anda sudah dapat bernapas lega dan jangan lupa untuk terus membuka diri sembari belajar tentang industri yang Anda jalani terus menerus.

Good luck!

Foto: Dok. Jack Finnigan on Unsplash, Pexels. com

 

Banyak kreator berkualitas dari berbagai macam bidangyang telah bergabung di GetCraft untuk menawarkan jasa kreatifnya untuk para klien di seluruh Indonesia. Ingin tahu kreator mana saja yang sudah gabung dan mendapatkan proyek melalui GetCraft? Yuk lihat disini!

April 3, 2018
Fandy Susanto: Membangun Studio Desain dari Nol
Tulisan ini diperuntukkan bagi para desainer yang ingin membangun studio desain. Baca tips dari...
April 16, 2018
Bayu Skak: Memerangi Mata Manusia
Bayu Skak, YouTuber dengan followers lebih dari 1 juta bercerita tentang misinya dalam melestarikan...