Mengenal Tren Seni Kolase Digital

Apakah kata “kolase” familier di ingatanmu? Ingat bagaimana saat kecil kamu pernah mengikuti mata pelajaran seni? Ingat momen saat kamu diminta menggunting beberapa gambar dari majalah lama yang harus kamu bawa di hari itu; kemudian menempelkan gambar-gambar tersebut di bidang datar lainnya? Ingat betapa menyenangkannya kegiatan itu?

Mungkin saat kecil kamu bertanya-tanya mengapa kegiatan memotong gambar majalah lama dan menempel mereka masuk ke dalam mata pelajaran seni. Sampai akhirnya kamu sadar jika kegiatan tersebut adalah praktik dari seni kolase.

Seni kolase berpaku pada proses rekonstruksi gambar yang sudah ada. Jenis kesenian ini memiliki sifat berlawanan dengan seni lukis, pahat, atau cetak di mana karya yang dihasilkan tidak lagi memperlihatkan bentuk asli materi yang dipakai. Prinsip dari seni kolase adalah bagaimana bentuk asli dari material yang digunakan harus tetap terlihat, meskipun telah menjadi satu kesatuan yang berbeda pada akhirnya.

Kemunculan kolase sebagai bentuk dari seni visual dimulai pada periode Synthetic Cubism oleh seniman Pablo Picasso dan Georges Braque di 1912-1914. Seni Kolase merujuk pada penggunaan material berbeda yang digabungkan menjadi satu kesatuan bentuk yang harmonis.

Karya seni kolase kian berkembang seiring dengan pesatnya perkembangan teknologi di bidang desain. Teknik kolase yang awalnya banyak dibuat dengan tangan, kini sudah dapat dibuat dengan sentuhan teknologi sehingga menghasilkan ilustrasi visual dengan genre baru yaitu seni kolase digital.

Yang membedakan dengan seni kolase non-digital adalah medium yang digunakan, yaitu dibuat secara digital menggunakan beberapa software pengolah grafis seperti: Adobe Photoshop, Coreldraw, Adobe Illustrator, dll.

Baca Juga: Andhika Muksin: Kolase Digital Gabungan Kultur Pop dan Disney!

 

Mengenal Tren Seni Kolase Digital
(Dok. Giphy)

Seni kolase digital sendiri sudah dikenal sejak bertahun-tahun lalu dan sudah banyak kreator yang menggunakan teknik kolase ini dalam membuat karya. Di Indonesia, ada Andhika Muksin yang merupakan salah satu kreator yang namanya sudah dikenal lewat artikel-artikel luar negeri berkat karyanya yang menggabungkan Kultur Pop dan Disney dalam bentuk seni kolase digital.

Bagaimana cara membuat kolasemu sendiri?

Inspirasi adalah hal yang paling terjangkau saat kita berbicara soal merancang kolase. Hal ini bertujuan untuk membuat sebuah kolase yang tidak biasa-biasa saja, artinya berkualitas dan memiliki daya magnetis.

Pertama adalah menentukan apakah kamu menginginkan karya ini sebagai ilustrasi saja atau lebih sebagai kompilasi ide, seperti moodboard. Genre seni kolase digital dan moodboard mungkin sangat dekat hubungannya, di mana kamu merangkul ide-ide tentang suatu proyek atau konsep. Namun pada saat yang bersamaan, kolase digital dan moodboard berbeda dari segi goals yang dituju.

Saat memutuskan untuk membuat kolase, tentukan dulu apa yang ingin kamu sampaikan. Tanpa ide yang kamu persiapkan matang sebelumnya, sebuah kolase akan terlihat aneh dan kacau. Hindari kekosongan “makna” dan isi karya seni kolase kamu dengan tujuan dan ide yang dapat kamu sampaikan.

Ketika kamu sudah tahu apa yang akan kamu rancang dalam sebuah kolase maka akan mudah untuk melangkah ke tahapan selanjutnya dan memahami gaya yang akan kamu wujudkan. Beberapa karya seni kolase digital memiliki keunikan dan estetika yang bisa kamu lihat dan menjadikannya referensi untuk karyamu nanti. Lihat bagaimana detail-detail kecil yang bersinggungan dengan kisah yang diceritakan desainer melalui karyanya.

Jika kamu seorang pemula, untuk gambar utama, gunakan gambar dengan latar belakang yang kuat. Kamu bisa mencobanya dengan foto-foto lama atau vintage karena kebanyakan gambarnya memiliki energi dan emosi yang unik, sehingga kemungkinan akan menghasilkan sebuah kolase dengan daya tarik yang tinggi.

Kiat lainnya adalah membuat pop art, yang juga mudah untuk memulai kamu bereksperimen. Untuk referensi ini, salah satu contoh yang bisa kamu lihat adalah karya Anthony Zinonos.

 

Mengenal Tren Seni Kolase Digital
(Dok. Percolategalactic via Giphy)
Membuat kolase, mengenal medium dan latihan

Motivasi dan latihan sangat dibutuhkan, tetapi tidak akan ada gunanya tanpa pemahaman mendalam tentang medium yang kamu olah serta apa yang harus dimulai sebelum menghasilkan karya kolase. Maka dari itu, kamu perlu melakukan riset singkat dan mengumpulkan beberapa sumber dari situs untuk membantu kamu dalam merancang sebuah karya seni kolase.

Pembuatan karya kolase sering menggunakan materi gambar vintage. Hal ini juga berlaku untuk kolase digital. Alasannya sederhana saja, karena materi gambar vintage atau gambar lama terasa lebih dekat, menarik, dan mudah diolah sebab sudah memiliki komposisi yang baik.

Baca Juga: Ika Vantiani: Upaya Edukasi Seni kepada Publik Lewat Kolase

Buat kamu yang ingin mulai membuat kolase digital dengan materi gambar vintage, yang perlu kamu lakukan adalah mulai mengumpulkan gambar-gambar lama yang sesuai dengan ide rancangan kolase dalam kepalamu. Gambar-gambar vintage ini bisa berupa foto atau ilustrasi dari 1 dekade lampau. Enggak punya stok foto atau gambar ilustrasi lama? Kamu bisa kok mencarinya lewat situs web yang menyediakan foto gratis seperti Unsplash.

Pada tahap selanjutnya adalah cutting out, di mana kamu memisahkan gambar-gambar yang telah kamu pilih untuk kemudian kamu satukan menjadi sebuah ilustrasi gambar. Jika pada kolase fisik menggunakan gunting untuk pemotongannya, namun pada seni kolase digital tentu kamu harus menggunakan software atau aplikasi.

Namun, perlu diingat bahwa menggabungkan gambar saja tidak akan menghasilkan karya yang baik. Tidak peduli seberapa rumit dan lama waktu yang kamu habiskan untuk memilih gambar yang tepat. Itu hanya setengah dari proses perjalanan, karena komposisi yang lemah juga dapat melemahkan karyamu nanti. Hal terakhir sebelum membawa karyamu kepada publik adalah menunjukkannya kepada seseorang, entah itu editor, teman, atau kolega yang kamu miliki. Pastikan mereka melihat ide dalam karya seni kolase digital yang kamu buat. Jika mereka dapat melihat ide yang ingin kamu sampaikan, maka karyamu siap untuk dipublikasikan.

Sebagai penutup, seni kolase digital ini masuk dalam aliran seni kontemporer (aliran seni post-modern). Karena setiap komposisi yang dihasilkan bebas dan tidak terikat pada aturan grid, penyajian warna dan sebagainya. Dan pada umumnya, seni kolase bertujuan untuk menyampaikan ekspresi atau ide kamu sebagai kreator.

Nah, sudah siap untuk mencoba membuat seni kolase digital dengan versi kamu?

 

Apa kamu seorang desainer yang ingin bergabung dalam jejaring GetCraft?