Mengenal Peran Pencahayaan dalam Fashion Photography

Fashion photography merupakan pekerjaan yang selalu populer. Selama umat manusia masih menganggap busana sebagai bagian dari peradaban mereka, bidang fashion photography akan selalu ada dan berkembang seiring dengan perkembangan teknologi. Baik untuk kepentingan model, perusahaan atau brand, juga fotografer itu sendiri. Fotografi yang fokus pada pakaian dan aksesoris ini memiliki kebutuhan yang tinggi untuk memajang hasil akhir foto yang membuat pakaian atau aksesoris terlihat menawan bagi peminatnya.

Baca Juga: 10 Fotografer Indonesia yang Bersinar di Industri

Untuk memiliki hasil foto yang baik, sama seperti bidang fotografi lainnya, fashion photography juga membutuhkan pencahayaan yang  diatur dengan sebaik mungkin. Bagi kamu yang ingin mencoba bidang fotografi yang satu ini, Crafters akan memberikan beberapa tips untuk kamu yang sedang bingung tentang pencahayaan dalam fotografi fashion.

Identifikasi Cahaya

Tentukan 3 jenis cahaya yang akan digunakan di dalam photoshoot; cahaya utama, cahaya pengisi, dan cahaya ekstra. Cahaya utama merupakan cahaya yang paling mempengaruhi dan memiliki dampak besar kepada model dan pakaian. Saat menentukan cahaya utama, ada dua hal yang harus diperhatikan, yaitu posisi pencahayaan dan transisi bayangan. Untuk posisi pencahayaan bisa dilihat dari model dan pakaian, pada saat cahaya utama di posisi sebelah mana model dan pakaian terlihat optimal. Kalau pencahayaan terlihat sama di model dan di latar belakang, itu tandanya posisi cahaya terlalu jauh. Jika terlihat adanya perbedaan cahaya dan bayangan yang kontras, itu tandanya posisi cahaya terlalu dekat. Untuk menghasilkan transisi bayangan, ini bisa dilihat dari sumber cahaya yang membentuk bayangan; apakah terkesan kaku atau lembut diatur sesuai dengan yang dicari oleh fotografer.

Setelah itu tentukan cahaya pengisi untuk menyeimbangkan bayangan serta mengatur mood yang dicari. Jika tersedia hanya satu pencahayaan terhadap model dan pakaian, biasanya akan ada bayangan yang terlihat kaku. Di sinilah fungsi cahaya pengisi untuk membuat bayangan lebih baur dan tidak mencolok. Ini semua tergantung pada mood yang ingin kamu kejar. Misalnya saja jika kamu ingin mood dramatis, cahaya pengisi justru memperdalam bayangan agar terlihat lebih tajam. Jika ingin mood ringan, cahaya pengisi akan menyeimbangkan bayangan agar tidak terlalu gelap atau terlalu mencolok. Perlu diingat, cahaya pengisi tidak bisa dipakai berlebihan dan harus dipakai seminimal mungkin agar tidak ‘tabrakan’ dengan cahaya utama.

Lalu ada lagi cahaya ekstra untuk membantu menegaskan bayangan, memisahkan atau menggabungkan ketebalan bayangan dan sisi dramatis, dan juga untuk menambah dimensi dalam foto. Memahami tentang pencahayaan ekstra akan sangat membantu untuk mendapat hasil akhir yang menawan, karena cahaya ekstra dapat juga menjadi cahaya finishing, atau terakhir.

 

Mengenal Peran Pencahayaan dalam Fashion Photography
(Dok. Giphy)

Jenis Cahaya

Salah satu jenis cahaya yang paling mudah didapatkan adalah cahaya natural atau cahaya matahari. Saat kamu memutuskan untuk memotret dalam ruangan menggunakan cahaya natural, kamu membutuhkan jendela yang besar dan shade untuk mengatur seberapa banyak cahaya yang masuk ke kamera. Meski nampak lebih cantik, cahaya natural ini memiliki kekurangan karena terbatas pada waktu. Ini dikarenakan matahari tidak terus berada di atas dan sudut bayangan selalu berubah.

Saat menggunakan cahaya natural, ada 2 hal yang harus kamu persiapkan. Latar belakang berwarna putih dan tripod. Latar belakang berwarna putih akan membuat model dan pakaian menjadi lebih fokus serta cahaya yang masuk dari jendela dapat terpantul dengan baik. Di lain sisi tripod berguna untuk menghindari blur yang dapat terjadi karena untuk menangkap cahaya yang banyak, kamera membutuhkan shutter speed yang rendah.

Menggunakan cahaya lampu tunggal merupakan cara yang lebih baik untuk mengendalikan pencahayaan dengan budget yang lebih murah. Ini dikarenakan cahaya tunggal membuat fotografer dapat melaksanakan photoshoot di manapun, kapanpun yang diinginkan karena tidak terbatas pada jendela dan sinar matahari. Untuk setelan posisinya, fotografer dapat menaruh kamera tepat di depan model dan lampu di sudut 45 derajat dari model dan ditaruh di tempat yang tinggi sehingga cahaya menghadap ke bawah saat terkena model untuk menghindari bayangan.

Selain cahaya tunggal, bisa juga menggunakan dua lampu untuk menambah detail bayangan dan contour dari produk yang akan difoto. Selain itu kedua lampu itu juga berguna untuk menambah dimensi dan mempertajam hasil foto. Tak berhenti di situ, cahaya tunggal dua lampu bisa juga untuk mendramatisir mood agar lebih deep. Lampu kedua ini baiknya diletakkan di sudut 45 derajat dari model namun lebih dekat dan lebih rendah ke arah model. Jika fotografer menggunakan lampu strobopastikan lampu flash juga sudah sinkron agar keduanya menyala secara bersamaan.

Baca Juga: Tips Memotret Fashion dengan Smartphone

 

Mengenal Peran Pencahayaan dalam Fashion Photography
(Dok.Giphy)

Dalam fashion photography, perihal pencahayaan memang membutuhkan usaha yang sedikit lebih besar untuk dipelajari secara matang. Ini dikarenakan tersedia banyak teori yang harus dikuasai dari penentuan cahaya utama, pengisi, dan ekstra, posisi pencahayaan dan transisi bayangan, sampai jenis pencahayaan yang dipakai; baik itu natural atau lampu. Peran cahaya yang tepat dalam fashion photography sudah pasti akan produk pakaian terlihat lebih jelas dan menawan. Jadi, apa kamu sudah siap untuk mencoba memotret fashion dengan pencahayaan yang tepat? Selamat mencoba!

 

Apa kamu seorang fotografer yang ingin bergabung dalam jejaring GetCraft?