Langkah-langkah Mengadaptasi Novel menjadi Naskah Film

Menonton film adalah pengalaman indrawi yang lebih kompleks daripada membaca. Penonton tidak hanya berkutat pada teks, namun juga dengan warna, gerakan, dan suara. Meski demikian, ada banyak penulis skenario film yang memanfaatkan karya sastra sebagai sumber inspirasinya. Contoh beberapa film box office yang sukses diadaptasi dari novel adalah The GodfatherLord of The Rings, dan Harry Potter.

John Harrington, dalam bukunya: Film And/As Literature (1977), memperkirakan bahwa sepertiga dari semua film yang pernah dibuat adalah bentuk adaptasi dari novel. Proses adaptasi dari novel ke film atau tayangan televisi bukanlah suatu proses yang mudah.

Dalam novel, pembaca mengenal dan mengidentifikasi karakter lewat teks; apa yang mereka rasakan, yang mereka utarakan, dan apa-apa lain yang bersifat verbal. Berbeda dengan film, di mana penonton dapat melihat mimik, gestur, ekspresi karakter dalam bentuk implisit.

Crafters akan mencoba memberi highlight apa saja yang perlu kamu perhatikan dalam proses mengadaptasi teks novel ke dalam bentuk naskah skenario film. Apa saja sih tantangan untuk meng-alih-medium-kan sebuah cerita dan tetap membuatnya menarik?

Baca Juga: Tips Menulis Naskah untuk Web Series

Langkah-langkah Mengadaptasi Novel menjadi Naskah Film
(Dok. Unsplash)

Pastikan Ceritanya Cukup Bagus untuk Divisualisasikan

Tidak semua karya novel dapat difilmkan. Dalam hal ini, kamu perlu mencermati cerita dengan sangat baik dan jujur pada dirimu sendiri: apakah cerita ini bisa menjadi film yang bagus nantinya? Kamu bisa mulai dari pertanyaan-pertanyaan seperti: Apakah konfliknya masuk akal? Apakah cukup komersial? Apakah orang akan rela membayar untuk menonton film ini? Apakah ada adegan yang mampu membuat penonton terkesan? Apakah jalan cerita dan world building-nya memungkinkan untuk divisualisasikan?

Jika kamu yakin, kamu bisa lanjut ke langkah berikut…

Perbanyak Referensi Bacaan Naskah Film

Menulis novel dan menulis skenario hasil adaptasi karya novel membutuhkan dua pendekatan dan teknik penulisan yang sama sekali berbeda. Karenanya, jika kamu memiliki latar belakang sebagai penulis, terutama novel, hal ini dapat menjadi modal yang baik untuk mengumpulkan informasi dan belajar sebanyak mungkin tentang cara menulis skenario.

Salah satu cara ampuh yang bisa diterapkan adalah dengan memperbanyak bacaan tentang menulis skenario, termasuk membaca skenario film yang sudah ada. Beberapa buku pilihan yang bisa kamu baca: Your Screenplay Sucks! (William M. Aker, 2008), Inside Story (Dara Marks, 2007), The Coffee Break Screenwriter (Pilar Alessandra, 2010), dan Save the Cat Stikes Back (Blake Synder, 2009).

Buat Outline Cerita

Penulis Brad Zomick pernah berkata, “Jika kamu ingin menulis naskah yang bagus, terlebih dulu kamu harus membuat outline atau kerangka tulisan yang bagus.”

Outline membuat proses menulis menjadi lebih jelas, lebih terasa ringan karena memecah satu tema besar dalam beberapa tema kecil. Dengan outline, kamu bisa menulis atau melompati setiap bab tanpa kehilangan arah karena ada outline yang menjadi pedoman, sekaligus kerangka besar tulisanmu.

Misalnya, selesai menulis bab 1 kamu ingin melompat menulis ke bab 4, enggak masalah~ Ada outline yang menjagamu agar tidak hilang arah. Outline juga membantumu untuk memeriksa mana bab yang kurang banyak, mana bab yang kurang datanya, mana bab yang kurang dipoles, sampai menemukan bab yang yang isinya terlalu tipis.

Setelah selesai membuat outline novel, ubahlah menjadi outline script. Panjang novel biasanya 200-400 halaman. Karena skenario jauh lebih ringkas, membuat outline script memerlukan sedikit penyuntingan seperti menghapus karakter yang tidak terlalu penting, subplot, atau apapun yang tidak terkait dengan tujuan protagonis.

Langkah-langkah Mengadaptasi Novel menjadi Naskah Film
(Dok. Pexels)

Gunakan Software Penulisan Naskah

Mengutip blog Urbandigital, ada 3 software gratis yang bisa kamu manfaatkan untuk berlatih menulis naskah skenario, yaitu: Trelby, Highland 2, dan WriterDuet.

Menulis via software pengolah kata seperti Ms. Word memang tidak salah. Namun, penulisan naskah skenario memiliki format tersendiri yang unik. Ketiga aplikasi di atas memiliki format yang menghadirkan semua informasi terkait dalam film, seperti lokasi, waktu, deskripsi aksi, tokoh, dialog, dan lain-lainnya.

Jangan Sungkan Meminta Feedback

Setelah menghabiskan waktu panjang menulis novel, saatnya kamu mulai menulis naskah skenario. Saat menulis novel, mungkin kamu terbiasa dengan monolog internal, kalimat-kalimat deskriptif, serta menulis percakapan-percakapan panjang. Namun, dalam naskah skenario, semuanya harus seringkas dan sesingkat mungkin. Hindari deskripsi terperinci seperti bentuk noda pada tirai, atau bentuk bulan di langit.

Lalu jangan lupa untuk meminta feedback! Mintalah pendapat orang lain. Kamu bisa mulai dari teman-teman terdekatmu, atau bisa langsung ke penulis naskah film profesional. Hal ini akan sangat memudahkanmu dalam melakukan revisi, sekaligus mengoreksi hal-hal mendasar agar tidak kamu lakukan kembali kedepannya.

Selain penulis skenario profesional, kamu juga bisa meminta pendapat dari produser film. Jika kamu mengenal seorang filmmaker yang dapat memberi kamu feedback konstruktif, maka jangan sia-siakan kesempatan tersebut.

Baca Juga: Sejarah, Perkembangan, dan Panduan Menulis Naskah Podcast

Langkah-langkah Mengadaptasi Novel menjadi Naskah Film
(Dok. giphy)
Dalam novel, pembaca mengenal dan mengidentifikasi karakter lewat teks; apa yang mereka rasakan, yang mereka utarakan, dan apa-apa lain yang bersifat verbal. Berbeda dengan film, di mana penonton dapat melihat mimik, gestur, ekspresi karakter dalam bentuk implisit.

Bagaimana? Apakah kamu sudah merasa tertarik untuk memulai fotografi analog?

Apa kamu seorang kreator yang ingin bergabung dalam jejaring GetCraft?