Memulai Karier Fashion Influencer dengan Budget Minim? Bisa!

Fashion influencer mungkin menjadi salah satu ranah influencer yang paling digemari. Tentu saja, karena bentuk kontennya menyenangkan, mudah diikuti banyak orang (aplikatif) dan potensinya untuk bekerja sama dengan brand yang juga tidak kalah tinggi.

Kita kadang kerap menerka, bahwa mungkin para fashion influencer tersebut memiliki budget besar untuk membuat tampilan/looks mereka yang menarik, unik dan inspiratif. Namun, bagaimana sih tips untuk budgeting agar para fashion influencer pemula tidak perlu merogoh kocek sampai habis? Apakah semua fashion influencer memiliki budget besar di awal karier mereka?

Dalam acara Jakarta Creators Meetup yang disponsori oleh Avrist Assurance 19 Februari 2019 lalu, kami mengundang tiga pembicara yang memberikan insights soal tips memulai karier sebagai fashion influencer dengan budget minim.

Lihat influencer yang tergabung dalam jejaring GetCraft!

 

Memulai Karier Fashion Influencer dengan Budget Minim? Bisa!
Acara JCM yang berlangsung di Avrist, Kuningan

Hendra Wijaya, seorang Fashion Blogger dan Influencer yang tergabung dalam jejaring GetCraft optimis merasa bahwa seorang fashion influencer tidak harus mengeluarkan kocek besar di awal karier. Menurutnya, segalanya bisa diakali. Tidak melulu dengan brand-brand mahal atau barang mewah. Patricia Ranieta, Travel Influencer dan ex-host Jejak Petualang juga setuju dengan pernyataan tersebut.

Dua pembicara yang datang dari sisi kreator juga didukung oleh Nia Inggita, selaku VP Fashion Brand Management dari Lazada. Ia mengatakan, dari sisi brand, ia menyeleksi influencer yang akan diajak bekerja sama melalui style niche dan audiens si influencer sendiri. Dimoderatori oleh Andhini Puteri, Content Director GetCraft, diskusi dan sesi tanya jawab JCM berjalan dengan antusiasme besar para peserta.

Baca Juga: Agar Makin Sukses, Ini yang Perlu Diketahui Influencer Media Sosial

Mengakali budget

Patricia Ranieta menjelaskan bahwa sebagai presenter traveling, ia tidak pernah bisa membawa banyak pakaian dan menata looks yang berbeda setiap hari. “Kalau traveling, aku cuma bisa bawa baju sedikit. Untuk aku, cara mengatasinya di awal adalah untuk menetapkan branding seperti apa sih yang ingin aku sampaikan ke audiens aku? Dari situ, aku bisa memilah baju-baju yang aku bawa bersamaku,” ungkapnya.

Ia sendiri, sebagai presenter travel sebuah acara televisi ingin menujukkan kepribadian dirinya dengan menggunakan warna-warna girly favo seperti pink dan ungu. “Aku berusaha selalu bawa baju yang pas dengan tubuh aku dan selalu beli basic warna pink dan ungu. Dengan keterbatasan jumlah pakaian yang aku bawa, aku mengenakan aksesoris seperti headband atau kain-kain dari bermacam daerah di Indonesia,” jelasnya.

Untuk Patricia, mengakali baju-yang-itu-itu-saja tidak selalu membosankan. Justru, ia merasa, ia lebih bisa bereksplorasi menggunakan aksesoris-aksesoris yang membuatnya tampil berbeda di tiap shot. “Cari aksesoris sebanyak-banyaknya! Nah, untuk mengakali budgeting, kita bisa melengkapi koleksi dengan pakaian-pakaian basic dan maksimal dalam styling dan mix/match-nya!” katanya ceria di panel pembicara.

Baca Juga: Tips Mengembangkan Bisnis Sebagai Influencer

 

Memulai Karier Fashion Influencer dengan Budget Minim? Bisa!
Moderator dan pembicara di JCM

Hendra Wijaya, sebagai fashion influencer memiliki tips dan insights lain. Ia sendiri, sudah terjun menjadi influencer sejak tahun 2017 setelah mengikuti sebuah kompetisi Outfit of The Day dan berhasil memenangkannya. “Untuk aku, pertimbangan pertama adalah barang investasi yang bisa aku pakai berkali-kali. Tapi kalau baru memulai, mendingan jangan fokus ke brand dulu, yang penting kita banyak-banyakin portofolio dengan looks yang banyak,” jelas Hendra yang di awal kariernya banyak terinspirasi dengan fashion blogger luar negeri ini.

Nia Inggita juga setuju dengan pernyataan para kreator. Menurutnya, image yang ditampilkan oleh influencer adalah hal yang paling penting. Untuk itu, Lazada sendiri saat bekerja sama dengan influencer telah melakukan riset sebelum penawaran. Nia juga menjelaskan bahwa Lazada selain melakukan sponsored content juga melakukan afiliasi. Afiliasi adalah sebuah penunjang untuk para blogger dan influencer untuk bekerja sama dengan brand-nya. Kreator-kreator tersebut bisa memilih project dan berpartisipasi. Nantinya, penghasilan yang akan mereka dapatkan akan disesuaikan dengan hasil click yang berhasil mereka generate. Sebagai influencer yang baru saja memulai karier, afiliasi yang resmi dikeluarkan oleh brand ini dapat membantumu!

 

Memulai Karier Fashion Influencer dengan Budget Minim? Bisa!
Peserta yang hadir di JCM 19 Februari 2019

Kamu seorang influencer yang ingin bergabung dalam jejaring GetCraft?