Liunic on Things: Langkah Menggarap Art Merchandise!

Para ilustrator saat ini diberikan banyak pilihan dalam berkarya. Sebut saja, dimulai dari karya manual hingga digital atau pilihan para ilustrator dalam membuat sebuah art merchandising. Kecanggihan teknologi dan industri juga menjadi salah satu pendukung dari berkembangnya beragam bentuk hasil akhir yang dapat dipilih para ilustrator dalam art merchandising tersebut.

Kita saat ini sudah sering melihat para ilustrator menjual produk-produk pakai yang mereka desain sendiri. Ini disebut art merchandising. Hal ini dianggap menguntungkan karena jelas, para ilustrator tahu bahwa menjual sebuah original artwork (karya asli, bukan turunan dan dibuat banyak) amatlah sulit. Jadi, art merchandising ini menjadi sebuah jalan keluar yang menguntungkan untuk kedua belah pihak: para ilustrator dan penikmat karyanya.

Baca Juga: Kunci Sukses Ilustrator dalam Industri Ilustrasi

Art merchandising juga dianggap menjadi salah satu cara para ilustrator untuk memamerkan karyanya pada dunia. Bagaimana tidak, karya ilustrasi mereka menempel pada merchandise yang pada umumnya berbentuk produk pakai yang dikenakan para pembeli art merchandise mereka!

Bicara art merchandising di Jakarta, salah satu ilustrator yang amat andal dalam menggarap produksi merchandise adalah Martcellia Liunic, atau yang akrab dipanggil Cella. Cella bercerita bahwa dulunya, ia tidak pernah berencana untuk membuat sebuah label art merchandise Liunic on Things buatannya itu.

“Dulu itu aku jadi ingin menyalurkan kreativitas dalam bentuk lain–tanpa campur tangan klien atau siapa pun, tanpa brief dan sesuai idealisku. Ingin buat lukisan tapi enggak ada koneksi ke gallery. Ya udah, jadinya kepikiran buat yang aku bisa saja secara indie,” jelas Cella ke Crafters.

Lihat para desainer yang tergabung dalam jejaring GetCraft!

Liunic on Things sendiri saat ini sudah bisa kita temui online dan offline. Dengan desain merchandise yang playful dan khas, Cella melihat kepuasan para pelanggan dan mulai pelan-pelan menekuni brand merchandise miliknya tersebut. Apa saja keuntungannya? “Kalau dari pengkaryaan, keuntungannya, aku bebas eksplorasi dan bereksperimen. Enggak hanya membuat karya di kertas atau kanvas. Keuntungan lainnya, mungkin bisa membantu membuka lapangan kerja kecil-kecilan buat sekelilingku dan berbagi perasaan melalui karya kepada audience yang menikmatinya. Senang sekali kalau mereka bilang mereka happy beli karyaku on things,” ujar Cella.

Karena itu, Crafters mewawancarai Cella langsung untuk mengetahui 5 tahap penting dalam menggarap sebuah art merchandise:

 

Liunic on Things: Langkah Menggarap Art Merchandise!

Kamu seorang desainer yang ingin bergabung dalam jejaring GetCraft?