Crafters

Portal konten yang fokus mengangkat beragam hal seputar industri kreatif. Mulai dari wawancara, laporan khusus, sampai tips dari para kreator yang berkarya di bidang seni, kebudayaan, bisnis kreatif, dan teknologi.

Melalui Crafters, kami ingin memberikan kontribusi untuk perkembangan industri kreatif di Asia Tenggara.

Dikelola oleh

Sign up to receive bi-weekly creative inspiration, delivered directly to your inbox!

“A Little Pause,” Selebrasi Penulis dari Comma Books

Sabtu lalu adalah sebuah hari istimewa untuk salah satu penerbitan buku muda di Indonesia yaitu Comma Books. Pada dua hari rangkaian acara dengan judul A Little Pause, (8-9 Desember 2018) Comma Books merayakan ulang tahun pertama mereka.

Dalam situs mereka, dijelaskan bahwa Comma Books adalah sebuah penerbitan buku yang hadir di bawah Penerbit KPG. Comma Books didirikan khusus untuk mendedikasikan karya-karya fiksi, nonfiksi dan segala sesuatu diantaranya oleh penulis-penulis kontemporer–penulis-penulis baru yang belum mendapatkan kesempatan untuk mempublikasikan karya-karyanya.

Comma Books digagas oleh Rain Chudori dan Aditya Putra, masing-masing dengan peran yang berbeda. Rain, sebagai kurator dari tulisan-tulisan yang akan diterbitkan dan Adit sebagai desainer untuk merancang visual yang menarik dari naskah-naskah yang sudah terkurasi tersebut.

"A Little Pause," Selebrasi Penulis dari Comma Books
A Little Pause, acara ulang tahun pertama Comma Books
A Little Pause,

Saya datang untuk melihat acara A Little Pause, yang diadakan di Kroma. Begitu hadir, saya disambut dengan visual instalasi menarik seperti lampion dengan kutipan-kutipan penulis Comma Books. Banyak orang mengambil gambar dan saya tidak mau ketinggalan. Jika kita memperhatikan Comma Books, kita bisa melihat bahwa mereka memang memiliki selera visual yang bisa menarik anak muda: aesthetically pleasing.

Baca Juga: Mengapa Kreator Perlu Mengikuti Kompetisi Kreatif?

Begitu juga dengan dekorasi yang mereka hadirkan di Kroma. Selain itu, kita bisa menikmati juga karya-karya dari penulis Comma Books yang juga dijual lengkap beserta printilan merchandise apik dari mereka.

Ketika hadir di sana, acara yang dibuat terbuka ini memberikan kita kesempatan untuk ngobrol dan berdiskusi langsung dengan para penulis Comma Books yang hadir saat itu.

Lihat inspirasi penulis yang bergabung di GetCraft

Acara A Little Pause, diadakan selama dua hari di venue yang sama. Di hari pertama, Comma Books fokus dengan workshop-workshop kepenulisan yang mereka selenggarakan. Dibimbing oleh penulis-penulis Comma Books yang telah menerbitkan bukunya, para peserta diharapkan setidaknya menghasilkan sebuah tulisan di akhir workshop. Dengan jumlah tiga workshop di hari Sabtu dan satu workshop penutup yang dibimbing langsung oleh Rain Chudori, ternyata setiap kelas selalu penuh dengan para penulis muda yang penasaran dengan proses/formula para penulis berbakat keluaran Comma Books ini.

Saya sendiri berkesempatan menghadiri workshop penulisan puisi Words in Motion yang dibimbing oleh Agung Setiawan dan Farhanah. Kedua pembimbing workshop saya saat itu masing-masing sudah menerbitkan buku kumpulan puisinya. Agung Setiawan dengan judul Menyelamimu dan Farhanah dengan judul Masuk Toko Keluar di Tokyo.

"A Little Pause," Selebrasi Penulis dari Comma Books
Sudut Comma Books di Kroma
"A Little Pause," Selebrasi Penulis dari Comma Books
Instalasi yang terpasang di acara A Little Pause,
Words in Motion

Saya tidak pernah sebelumnya terpikir sebelumnya untuk mengikuti sebuah workshop penulisan puisi. Entah kenapa, saya kurang pede dengan tulisan-tulisan dengan diksi indah seperti itu. Dan ternyata, bukan saya saja yang gemar menulis tapi malu untuk menulis puisi.

Selain saya, hadir sepuluh peserta lain yang mengikuti workshop tersebut. Kami ini kebanyakan diam-diam suka menulis puisi tapi malu untuk menunjukkan hasil karya kami. Bahkan, Farhanah juga mengakui bahwa sebelum ia berani untuk mempublikasikan karya puisinya, ia juga ngumpet-ngumpet menulis. Malu untuk bahkan sekedar menunjukkannya ke orang terdekat.

Obrolan di awal acara tersebut berlangsung ke diskusi soal puisi. Bentuk puisi sebagai karya tulis sastra dianggap sebagai bentuk unik yang bisa menyalurkan emosi secara langsung dari si penulis kepada para pembaca. Apalagi jika bicara soal puisi kontemporer. Dengan bentuk yang lebih fleksibel, penyair puisi tidak pernah dikekang oleh bentuk yang saklek.

Sebagai peserta, kami digiring untuk membuat sebuah puisi emosional soal apapun yang ingin kita tulis. Lebih spesifiknya, dengan latar sebuah objek sensitif yang melekat di masing-masing individu.

Baca Juga: Leila S. Chudori: Sastra, Isu Politik dan Generasi Z

 

"A Little Pause," Selebrasi Penulis dari Comma Books
Suasana workshop penulisan puisi "Words in Motion"

Semua peserta yang hadir langsung sibuk menulis di secarik kertas yang disediakan oleh Comma Books. Tidak tanggung-tanggung, beberapa peserta bahkan bisa menghasilkan sebuah puisi panjang yang kemudian dibacakan. Aku Ingin Jadi Tukang SapuHujan dan I Thought I Was A People Person adalah contoh-contoh judul dari hasil akhir puisi yang dihasilkan oleh para peserta yang hadir.

Sambil bergantian membacakan puisi-puisi karangan kami, diskusi juga terus berlangsung. Sebagai pembimbing, Agus dan Farhanah masing-masing memberikan tanggapannya terhadap puisi yang kami buat. Jadi, bimbingan para penulis tidak hanya berhenti di awal sesi workshop ini.

Comma Books, sebagai penerbit yang usianya baru satu tahun ini ternyata sudah sanggup mempublikasikan lebih dari sepuluh karya penulis lokal berbakat. Nah, workshop ini juga menjadi salah satu bentuk dari pencarian bakat terpendam dari penulis-penulis yang berharap menerbitkan karyanya. Di akhir acara workshop, setelah berfoto bersama, kami diharapkan untuk terus menulis demi meningkatkan terus industri sastra di Indonesia. Bagaimana caranya? Dengan terus berkarya dan mungkin, suatu hari nanti, mengirimkan karya-karya kita ke Comma Books untuk mereka kurasi dan pada akhirnya diterbitkan.

 

"A Little Pause," Selebrasi Penulis dari Comma Books
"A Little Pause," Selebrasi Penulis dari Comma Books
December 6, 2018
Catatan Penting Menyambut Ekonomi Kreatif Indonesia 2019
Lewat data dan insights yang disajikan dalam Opus Ekonomi Kreatif Outlook 2019 BEKRAF, Crafters...
December 12, 2018
Comma Books: Harapan Membawa Literatur ke Pelosok Indonesia
Intip obrolan Crafters bersama Comma Books yang membahas pentingnya peran penerbit dalam mengembangkan literatur...