Crafters

Portal konten yang fokus mengangkat beragam hal seputar industri kreatif. Mulai dari wawancara, laporan khusus, sampai tips dari para kreator yang berkarya di bidang seni, kebudayaan, bisnis kreatif, dan teknologi.

Melalui Crafters, kami ingin memberikan kontribusi untuk perkembangan industri kreatif di Asia Tenggara.

Dikelola oleh

Sign up to receive bi-weekly creative inspiration, delivered directly to your inbox!

Langkah Membuat Puisi Menurut Joko Pinurbo

Salah satu bentuk kesenian paling tua kembali dirayakan di era modern. Berkat sosok-sosok seperti Aan Mansyur, Theoresia Rumthe dan Weslly Johannes, Mario F. Lawi, Adimas Immanuel serta sosok-sosok penyair lainnya, puisi berhasil menyentuh berbagai segmen masyarakat, khususnya generasi yang lebih baru. Puisi kemudian diapresiasi, dinikmati, menyumbang peluang bisnis industri sastra hingga populer dan tentu saja menciptakan puisi baru.

Menurut Susan Dalzell dalam Poetry 101: A Crash-Course on Poetry, puisi disebut sebagai salah satu bentuk kesenian paling rumit yang dibuat oleh manusia. Kesenian ini menggunakan kata-kata dengan cara yang unik demi menggugah respon emosional. Terkadang, puisi menggunakan kata-kata yang dipoles sedemikian rupa sehingga berbeda penggunaannya saat kita mengucapkannya. Kesenian tersebut pun merupakan salah satu bentuk seni paling tua: tidak ada yang benar-benar tahu kapan tepatnya puisi pertama disusun. Kita hanya tahu puisi muncul beberapa ribu tahun yang lalu.

Seorang penyair senior, Joko Pinurbo, atau yang akrab dipanggil Jokpin, menuturkan kepada Crafters, jika “puisi adalah seni kata yang ketat dan kompleks, yang melibatkan berbagai elemen”. Tak hanya diksi yang kuat, citraan yang hidup, metafora yang segar, keselarasan rima dan irama, pembuatan puisi pun perlu memperhatikan keunikan perspektif dan kreativitas dalam mengolah dan memainkan kata.

Baca Juga: Joko Pinurbo: “Aku Menulis Puisi, Maka Aku Ada”

 

Langkah Membuat Puisi Menurut Joko Pinurbo
(Dok. Instagram @joko_pinurbo)

Susah-susah gampang, gampang-gampang susah. Meski demikian, sama seperti bidang mana pun, membuat puisi yang baik dapat dilatih. Apakah kamu memiliki dorongan untuk mulai menyusun bait-bait puisimu sendiri? Sebelum mulai menggaris pena, membuka program Microsoft Word, mengeluarkan mesin ketik, atau memulai cuitan baru di Twitter sebagai langkah membuat puisimu sendiri, ada baiknya kamu memperhatikan beberapa langkah membuat puisi menurut Joko Pinurbo dalam sebuah Lokakarya Penulisan Kreatif – Berpuisi di Festival Patjar Merah yang diadakan bulan Maret lalu di Yogyakarta yang telah kami rangkum dari KR Jogja dan Kompasiana di bawah ini.

Membuat puisi terdiri dari 25% draft dan 75% penyuntingan

Pemilihan kata yang boros dapat mengurangi estetika dalam berpuisi. Oleh karenanya pemilihan kata haruslah selektif dan efektif. Dalam pembuatan puisi, kamu sebagai penyair harus tega membuang kata-kata boros meskipun kata tersebut terkesan indah. Untuk hal ini,  lebih jauh lagi, Jokpin menegaskan, seorang penyair akan menghasilkan karya dengan proses unik lewat 25% pembuatan draft dan 75% proses penyuntingan. Melalui proses penyuntingan, kamu dapat membuat puisimu lebih sempurna.

Bagi Jokpin, menulis puisi memiliki tantangan tetapi asyik, dan melalui proses penyuntingan, sebuah puisi akan memiliki nilai yang lebih tinggi setelah disunting di beberapa bagian. Untuk Jokpin, mengutak-ngatik puisi adalah hal menyenangkan, terlebih jika dapat membuat puisi lebih sempurna. Beliau mengharapkan agar penulis masa kini dapat menjalani proses penyuntingan dengan sabar untuk menghasilkan puisi yang berkualitas.

Lihat penulis yang tergabung dalam jejaring GetCraft!

Puisi harus mengandung nilai rasa

Tak hanya seputar pemilihan kata yang efektif dan selektif dalam berpuisi. Memilih diksi pun sangat krusial sebab dapat menjadi penentu makna dalam karyamu. Jokpin yang merupakan sastrawan asli Jawa senang menyematkan kata-kata bermakna “dalam” pada puisinya. Katanya, untuk memberi bubuhan nilai rasa.

Beliau menuturkan, ia lebih suka menggunakan kata “cangkem” (yang berarti mulut dalam bahasa Jawa) daripada sebutannya dalam Bahasa Indonesia. Itu dilakukan sebab kata “cangkem” mempunyai nilai rasa yang lebih kuat, lebih tepat sasaran dan tak memiliki makna ganda.

 

Langkah Membuat Puisi Menurut Joko Pinurbo
(Dok. Instagram @joko_pinurbo)
Puisi adalah permainan bunyi

Perlu diingat, puisi merupakan bunyi dan permainan bunyi. Dalam beberapa kasus, kekuatan puisi bisa jadi bukan terletak pada maknanya, tetapi pada bunyi dari diksi yang terkandung di dalamnya. Demi membuat puisi dengan permainan bunyi yang tepat dan indah, carilah kata ganti atau sinonim yang berkaitan serta seirama dengan kata lain dalam puisi, tanpa mengubah maknanya.

Baca Juga: 10 Buku Wajib Baca versi Adimas Immanuel

Puisi haruslah visual, memberikan gambaran konkrit

Jokpin mengungkapkan jika puisi itu lebih banyak berisi konkretisasi, bukan abstraksi. Hindari segala jenis pernyataan dengan abstrak yang berlebihan. Kamu dapat pula memperbanyak citraan (yang konret) yang mampu menggerakkan indera para pembaca dalam membayangkan puisi.

Jaga keterkaitan antar bait

Sewaktu membuat puisi dalam bentuk bait per bait, jagalah keterkaitan di antaranya. Ini dilakukan agar makna dan kisah di balik puisi dapat tersaji dengan baik untuk pembacamu. Supaya memudahkan, sebelum membuat puisi, buatlah kerangka yang jelas dan saling berhubungan.

Hindari terlalu “cerewet” dalam berpuisi

Saat menulis puisi, hindari kecenderungan terlalu cerewet. Dalam hal ini, cerewet bearti menulis puisi secara mendetail sampai pembaca tak memiliki kesempatan memaknai puisi sesuai imajinasi mereka. “jangan menuntut pembaca untuk mengerti idealisme Anda,” tegas Jokpin, seperit yang dikutip dari Kompasiana.

Pengalaman selama puluhan tahun di dunia sastra telah mengajarkan Jokpin banyak ilmu, di antaranya saat menyampaikan pesan kepada pembaca lewat karya. Puisi lebih natural saat pembaca dapat berjalan sendiri sesuai imajinasinya saat memaknai sebuah puisi.

“Menjadi penyair itu berat. Jangan ikuti saya,” begitu saran Jokpin. Meski demikian, kalau kamu terus melatih diri dalam pembuatan puisi dengan mengikuti tahapan di atas, bukan tak mungkin kualitas puisimu semakin baik. Kuncinya adalah sabar dalam berproses menciptakan sebuah puisi dan jangan menjual puisi yang jelek karena akan mempengaruhi minat pembaca atas puisi. Selamat mencoba membuat puisi!

 

Apa kamu seorang penulis yang ingin bergabung dalam jejaring GetCraft?

Foto feature dok. Tempo

April 18, 2019
Joko Pinurbo: “Aku Menulis Puisi, Maka Aku Ada”
Crafters bicara dengan Joko Pinurbo, sastrawan Indonesia yang terkenal dengan karya puisi perpaduan narasi,...
April 23, 2019
Firgiawan Ramaulana: Membuat Konten Twitter yang Bikin Penasaran
Firgiawan Ramaulana yang terkenal dengan nama akun @seterahdeh bicara dengan Crafters soal membuat konten...