Crafters

Portal konten yang fokus mengangkat beragam hal seputar industri kreatif. Mulai dari wawancara, laporan khusus, sampai tips dari para kreator yang berkarya di bidang seni, kebudayaan, bisnis kreatif, dan teknologi.

Melalui Crafters, kami ingin memberikan kontribusi untuk perkembangan industri kreatif di Asia Tenggara.

Dikelola oleh

Sign up to receive bi-weekly creative inspiration, delivered directly to your inbox!

Kunci Menjadi Beauty Influencer yang Dilirik Brand

Influencer, mungkin sekarang kata satu itu sudah enggak asing lagi di telinga masyarakat. Kesuksesan strategi influencer marketing yang dijalankan oleh brand membuatnya terus dibicarakan dari waktu ke waktu. Imbasnya, semakin banyak brand, baik yang sudah mapan ataupun yang baru berkembang, tertarik untuk mengadaptasi strategi ini.

Di lain pihak, kondisi di mana brand banyak mencari seorang influencer untuk mempromosikan produk mereka, membuat masyarakat menjadi merasa kalau pekerjaan ini mempunyai daya tarik yang tinggi.

Memang banyak cara yang bisa dilakukan agar seseorang bisa menjadi influencer. Namun salah satu yang sering ditekankan oleh mereka yang telah terjun di bidang ini adalah dengan mencari satu spesifikasi konten atau bidang yang ingin kita ceritakan kepada khalayak. Semisal, memilih bidang foodfashion, gaming, atau pun yang sedang banyak digemari, yakni kecantikan/beauty.

Dan untuk memahami lebih dalam mengenai cara untuk menjadi seorang Beauty Influencer yang sukses dan bisa mendapat engagement tinggi dari masyarakat, serta untuk mengetahui apa alasan brand kerap bekerja sama dengan Beauty Influencer, GetCraft sempat mengadakan diskusi Jakarta Creator Meetup (JCM) di Acara BEAUTYFEST 2019 pada tanggal 30 Maret yang lalu, di Ciputra Artpreneur, dengan pembicara Elxi Elviana, selaku content creator dan Beauty Influencer, Greggy Giorgio, Celebrity Network Manager GetCraft, dan dimoderatori Andhini Puteri, Content Director GetCraft.

Baca Juga: Tips Membangun dan Mengembangkan Kontenmu!

 

Kunci Menjadi Beauty Influencer yang Dilirik Brand
Alasan brand Beauty memilih bekerja sama dengan influencer

Pada kesempatan tersebut, Greggy mengungkapkan ada tiga alasan utama mengapa banyak brand beauty kini mengedepankan strategi influencer marketing.

Alasan pertama, karena dari segi biaya, influencer marketing lebih murah jika dibanding dengan Google Ads dan Facebook Ads. Bahkan biaya yang dikeluarkan brand ini sudah termasuk ideation, produksi, dan distribusi konten.

Alasan selanjutnya, karena influencer marketing bisa membuat percakapan dan engagement terhadap brand menjadi lebih efektif. Dan hal ini terjadi karena konten yang dibuat oleh influencer bersifat original dan natural. Sehingga kepercayaan masyarakat terhadap influencer menjadi lebih tinggi dan pada akhirnya bisa mengajak followers mereka untuk ikut berinteraksi dalam konten yang disajikan.

Dan yang terakhir, karena keunikan konten yang dibuat oleh para beauty influencer membuat brand memiliki beragam cara untuk menyampaikan konten secara kreatif. Sementara kalau brand memanfaatkan Google Ads dan Facebook Ads, mereka hanya akan memiliki 1-2 gaya penyampaian pesan saja.

Beberapa alasan di atas menjadi bukti bahwa strategi influencer marketing merupakan salah satu strategi yang efektif bagi brand, termasuk yang konsentrasi produknya adalah produk kecantikan. Dan karena permintaan yang besar dari brand ini jugalah yang menyebabkan sekarang banyak yang memilih profesi sebagai beauty influencer.

Dan, untuk yang baru ingin memulai atau sudah memulai sebagai beauty influencer berikut ada beberapa tips yang dapat dilakukan agar bisa meningkatkan engagement dan dilirik oleh brand.

 

Kunci Menjadi Beauty Influencer yang Dilirik Brand
Tips menjadi beauty influencer

Menjadi seorang influencer tentunya bukanlah pekerjaan yang mudah. Bukan sekadar cekrak-cekrek membuat foto dan posting di media sosial. Tetapi juga perlu memikirkan beberapa hal agar nantinya konten yang kita sajikan tersebut bisa mendapat perhatian dari masyrakat dan lebih jauh, agar nantinya dapat dipercaya oleh banyak orang dan bisa diajak kerja sama oleh berbagai pihak.

Seperti yang sempat diungkapkan di atas, salah satu cara agar seorang influencer bisa mendapat perhatian dan menarik engagement adalah dengan mencari spesifikasi bidang yang ingin diceritakan dan mencari siapa niche audience yang ingin kita capai.

Selain itu, yang bisa dilakukan untuk bisa menjadi seorang influencer yang terpercaya adalah dengan menentukan cerita yang ingin disampaikan. Cerita menjadi penting di dalam konten seorang influencer, karena nantinya hal inilah yang akan membuat para followers semakin penasaran dan menunggu-nunggu konten terbaru dari influencer tersebut. Selain itu, dengan cerita yang autentik dari para influencer tadi, efeknya akan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap brand ataupun si influencer sendiri dapat lebih meningkat.

Intip Influencer yang tergabung dalam jejaring GetCraft!

“Konten yang softselling akan lebih works dan konten yang bercerita akan lebih disukai audiens,” ungkap Elxi dalam acara JCM di Beautyfest kemarin. Di dalam cerita yang ingin disampaikan, seorang influencer pun perlu untuk memasukkan personality mereka. “Salah satu kunci menjadi influencer adalah dengan memiliki personality yang kuat,” lanjut Elxi. Senada dengan Elxi, Greggy pun turut menyatakan hal yang sama, “konten influencer akan menarik bagi brand dan followers ketika ada personality di dalamnya.”

Berikutnya yang juga tak kalah penting diperhatikan adalah memastikan channel mana yang ingin kita jadikan platform utama dalam menyampaikan pesan.

Saat ini sudah banyak platform di media sosial yang dapat membantu kita dalam meningkatkan popularitas. Kita perlu mengidentifikasi yang mana yang paling tepat dan nantinya membuat kita nyaman untuk terus konsisten dalam menyajikan konten. Bagi yang lebih suka bercerita lewat tulisan, bisa memanfaatkan blog atau Twitter. Sementara kalau kecenderungan kita lebih menyukai foto, kita bisa menggunakan Instagram, atau kalau lebih senang memproduksi video, kita bisa mendistribusikan konten melalui YouTube.

Baca Juga: Memulai Karier Fashion Influencer dengan Budget Minim? Bisa!

Dan yang terakhir, salah satu kunci untuk bisa menjadi seorang beauty influencer yang sukses adalah dengan membina hubungan atau networking dengan para pelaku industri berkaitan. Bahkan dalam kesempatan tersebut, Elxi sempat bercerita kalau awal mula banyak brand bisa “menyadari”  kehadirannya sebagai beauty influencer adalah karena di berbagai kesempatan dirinya selalu menyempatkan untuk hadir dan menjalin networking dengan para pelaku industri ini.

Di perjalanannya, ada banyak cara yang perlu dilakukan oleh seseorang ketika ingin melambungkan namanya sebagai beauty influencer, hingga nantinya akan dipercaya brand dan masyarakat.

Kalau sudah melakukan berbagai cara tersebut, maka yang bisa dilakukan oleh para influencer selanjutnya adalah tetap konsisten menjalankan berbagai hal yang telah menjadi pegangannya. “Salah satu cara agar konten kita bisa mendapatkan engagement yang tinggi dari followers adalah KONSISTEN,” ungkap Elxi mengakhiri JCM di BEAUTYFEST hari itu.

 

Kamu seorang influencer yang ingin bergabung dalam jejaring GetCraft?

March 29, 2019
Tips Membangun dan Mengembangkan Kontenmu!
Dalam acara Jakarta Creators Meetup, Lintang Sandhinika, Reh Atemalem dan Ririe Prameswari bicara soal...
April 9, 2019
Ini Cara Berubah Haluan dari Fotografer Jadi Videografer
Tertarik mencoba berubah haluan dari fotografer jadi videografer? Cek beberapa hal ini sebelum beranjak...