Crafters

Portal konten yang fokus mengangkat beragam hal seputar industri kreatif. Mulai dari wawancara, laporan khusus, sampai tips dari para kreator yang berkarya di bidang seni, kebudayaan, bisnis kreatif, dan teknologi.

Melalui Crafters, kami ingin memberikan kontribusi untuk perkembangan industri kreatif di Asia Tenggara.

Dikelola oleh

Sign up to receive bi-weekly creative inspiration, delivered directly to your inbox!

Jangan Asal Bikin Terjemahan! Ini Tipsnya

Menjadi penerjemah di Indonesia punya tantangan yang besar. Selain harus berhadapan dengan pandangan kalau menghasilkan terjemahan/translasi adalah hal yang mudah berkat berbagai kamus, kamus online seperti Sederet.com, Google Translate, dan sebagainya, seorang penerjemah juga mesti menghasilkan terjemahan yang berkualitas. Pertanyaan selanjutnya: bagaimana sih cara yang tepat untuk menghasilkan terjemahan berkualitas itu?

Sebelum membahas apa saja yang bisa kamu lakukan untuk menghasilkan terjemahan berkualitas, penting untuk memahami terlebih dahulu apa sebenarnya kegiatan translating. Secara sederhana, translating atau menerjemahkan bisa diartikan sebagai mengomunikasikan arti dari satu bahasa (asal) ke bahasa lain (sasaran). Berbeda dengan interpreter, menerjemahkan (translating) merujuk pada kegiatan mengalih bahasakan informasi secara tertulis. Lebih mudah, dong? Eits, belum tentu.

Perihal menerjemahkan, salah seorang dosen saya sewaktu mengajar mata kuliah Interpreting (yang seharusnya saya dapatkan setelah kelas Translation tapi malah tidak masuk mata kuliah wajib saya) pernah berkata, “Menerjemahkan bukan melulu tentang bagaimana kamu bisa mengubah satu kata Bahasa Inggris menjadi Bahasa Indonesia. Baik itu translating atau interpreting adalah bagaimana kamu menjelaskan sebuah budaya ke budaya lain dengan kata yang tepat.”

Baca Juga: Panduan Utama Menjadi Penulis Lepas

Berlandaskan pemikiran tersebut, tentu saja menerjemahkan menjadi sesuatu yang tak semudah pemikiran kebanyakan orang. Kita bicara budaya dan budaya memiliki banyak aspek yang harus dipelajari. Menjawab tantangan ini, berikut Crafters jabarkan beberapa tips menghasilkan terjemahan berkualitas.

 

Jangan Asal Bikin Terjemahan! Ini Tipsnya
(Dok. Getty Image)
Riset, Penelitian, dan Belajar

Menjadi seorang penerjemah berarti harus memahami sumber tulisan yang tersaji di hadapan kamu. Baru setelah itu kamu bisa menghasilkan terjemahan yang enak dibaca dan tidak terasa memaksakan makna dalam bahasa sasaran.

Sering melihat hasil terjemahan yang terasa janggal ketika dibaca? Itu pertanda si penerjemah belum benar-benar memahami bahan yang diolahnya. Lantas bagaimana caranya supaya kamu sebagai penerjemah dapat menjelaskan maksud dari bacaan dalam bahasa asalnya? Tentu saja jawabannya adalah lakukan riset, penelitian, dan belajar. Jangan hanya menerjemahkan satu persatu kata, tapi pahami dulu artinya dan buatlah kalimat baru versi kamu (berdasarkan pengertianmu).

Lakukanlah penelitian atau pelajari sebuah topik yang dibahas oleh bacaan dalam bahasa asalnya. Ketika kamu mendapatkan sumber bacaan yang membahas tentang pemasaran, misalnya. Segeralah mencari tahu pengetahuan dasar yang berhubungan dengan pemasaran. Begitu pun dengan topik-topik lainnya.

Ketahui Siapa Pembacamu

Menerjemahkan bacaan adalah bentuk lain dari menulis. Saat menerjemahkan sebuah bahan bacaan, kamu dituntut untuk selalu memperhatikan tanda baca, struktur kalimat, pemilihan diksi, dan aturan menulis lainnya. Di sisi lain, sama seperti menulis, mengetahui siapa pembaca yang mau kamu sasar akan sangat memudahkan proses penerjemahan termasuk di antaranya menentukan gaya bahasa, nada kalimat, dan pemilihan kata baku  atau tidak bakunya.

 

Jangan Asal Bikin Terjemahan! Ini Tipsnya
(Dok. Quora)
Ketahui Konteksnya

Sebagaimana menulis, bahasa memiliki peranan penting untuk seorang penerjemah. Bahasa sendiri dapat dikatakan sebagai perangkat mengkomunikasikan sesuatu. Bahasa adalah budaya. Maka dari itu, penting sekali bagi para penerjemah untuk memahami konteks atau maksud dari sumber terjemahan.

Lihat penulis yang tergabung dalam jejaring GetCraft!

Buatlah Glosarium

Glosarium adalah sebuah daftar panjang berisikan istilah-istilah kata. Membuat sendiri daftar istilah yang berhubungan dengan topik sumber terjemahan akan meningkatkan konsistensi hasil terjemahanmu dan menghemat waktu. Sangat penting bagi seorang penerjemah untuk membangun daftar istilah ini agar kamu bisa menggunakan variasi kata-kata yang tepat.

 

Jangan Asal Bikin Terjemahan! Ini Tipsnya
(Dok. Shutterstock)
Cari dan Coba Pahami Arti Tersirat Bacaan

Sebuah kata jika disandingkan dengan kata lainnya belum tentu memiliki arti yang sama seperti sebelumnya. Apalagi kalau kata-kata sudah berbentuk menjadi frasa, kalimat, paragraf, hingga satu bacaan utuh. Selalu ada kemungkinan bacaan yang sedang kamu terjemahkan itu punya arti tersirat. Oleh karenanya, selalu pahami tujuan tersirat lain dari sumber terjemahanmu seperti apakah bacaan ini harusnya menjaga aspek emosional tertentu dari si pembaca atau mempertahankan sebuah atmosfer bagi pembacanya?

Baca Juga: Tips Menjadi Content Writer Paling Diinginkan

Practice makes a Better Translator

Terakhir, latihan. Setelah kamu melakukan tips-tips di atas, teruslah melatih dirimu menerjemahkan sebuah konten untuk menambah pengalaman serta mengasah ketrampilanmu. Dengan ketekunan kamu melakukan setiap tips di atas, menghasilkan terjemahan berkualitas akan menjadi sangat mudah. Percaya, deh.

 

Kamu seorang penulis yang ingin bergabung dalam jejaring GetCraft?

Foto feature: Shutterstock

March 20, 2019
Studio Tomodachi: Perjalanan, Misi dan Hal Penting Bagi Ilustrator
Studio Tomodachi adalah sebuah studio yang fokus dengan karya ilustrasi 3 anggota mereka; Basith...
March 21, 2019
Tips Menambah Penghasilan Fotografer Produk!
Dalam acara Jakarta Creators Meetup 14 Maret 2019 lalu, tiga pembicara yang hadir membahas...