Irwan Fahmy​: PULSK Berencana Membangun Media Network

irwan fahmy pulsk 1

Kehadiran generasi millennial cukup mempengaruhi ​fokus para pelaku industri media. Berdasarkan data Forbes pada 2016, sekitar 60 % millennial di Amerika Serikat mengakses berita melalui media sosial, terutama Facebook. Sementara berdasarkan survei Tirto.id di Jawa dan Bali, sekitar 83,6% millennial memperoleh informasi dari internet, dan hanya 1,7 persen yang membaca koran.

Mereka yang mengakses internet pun terbagi lagi. Sekitar 35,2 persen mengonsumsi informasi di media sosial; 26,1 persen via browser; dan 14,1 persen dari aplikasi layanan pesan. Sisanya, 8,2 persen, lewat saluran seperti YouTube atau web streaming.

Kebiasaan dan pola konsumsi informasi generasi millennial itulah yang membuat para pelaku industri media beradaptasi.

Mereka tak lagi mengandalkan para pembaca tua, tapi beralih ke generasi penerus. Dan hal itu pula yang dilihat dan berusaha didalami oleh PULSK, salah satu portal konten online, selama lima tahun terakhir.

PULSK berdiri pada 2012, di bawah arahan Rendy Bryanzah dan Irwan Fahmy. “Ketika itu, kami melihat masih belum ada media yang fokus pada generasi millennial, dengan konten yang Fresh, Entertaining, Fun, dan konsep menarik,” kata Fahmy pada The Crafters. “Maka itu kami menghadirkan PULSK.com, sebagai platform media baru yang mengakomodasi kebutuhan tersebut, terutama untuk jenis konten ‘ringan’.”

Seperti apa visi dan proses kreatif di baliknya? Berikut perbincangan The Crafters dengan Irwan Fahmy dari PULSK!

Bisa diceritakan, bagaimana fase awal terbentuknya PULSK?

Sejak awal, PULSK hadir sebagai platform dengan tampilan Visual-Based-Grid Layout seperti yang sukses di populerkan media sosial, model Pinterest.com. Dengan tampilan itu, user bisa dengan mudah mengunggah konten, baik berupa tulisan, image, maupun video.

Artinya, sejak awal memang PULSK menyediakan ruang untuk pembaca ikut create post?

Iya. Awalnya kami mengamati, dan kita mengenal layanan seperti WordPress atau Blogspot, yang memberikan banyak orang tempat untuk membuat blog. Tapi kelemahannya, blogger pemula yang belum memiliki basis pembaca atau followers, kesulitan mendapatkan banyak pembaca.

Maka itu, kami ingin menjadikan PULSK sebagai Social Content Sharing Platform, yang memberikan user kesempatan untuk memiliki sub-domain sendiri, username.pulsk.com, dan kontennya bisa terbaca oleh pengunjung PULSK yang sudah mencapai jutaan​, tiap bulannya. Selain itu, tulisan terbaik para user juga bisa di-featured di Homepage, juga sub-kanal PULSK, yang bisa “secara instan” terbaca pengunjung reguler.

Hasilnya, pada tahun pertama hadir, PULSK sudah memiliki lebih dari 100 ribu member, dengan ratusan ribu konten yang terunggah.

tampilan pulsk irwan fahmy
Bagaimana konsep itu mempengaruhi perkembangan PULSK?

Konten atau tulisan yang dibuat oleh user sangat berpengaruh terhadap perkembangan PULSK. Makin banyak konten yang berkualitas, maka tambah banyak pula jumlah pengunjung kami; bahkan turut mendorong user lain, ikut membuat konten berkualitas.

Lalu, bagaimana dengan kontrol kualitasnya? Apakah tim internal PULSK melakukan kurasi sebelum konten ditayangkan?

Sifat penayangan konten sampai saat ini bersifat post-moderation; artinya, konten dari pembaca bisa langsung ter-publish, dan baru dikurasi setelahnya oleh tim kami. Bisa ditemukan konten yang tidak sesuai dengan ketentuan, maka akan kami hide, dan tidak bisa diakses lagi.

Selanjutnya baru kami lihat, kalau user tersebut masih melakukan hal yang sama, dan terus melanggar ketentuan, maka akunnya akan kami banned, hingga ia tidak bisa lagi mengunggah konten.

Apa parameter suatu konten bisa disebut menarik di PULSK?

Menurut kami, konten menarik terdiri dari setidaknya tiga faktor: Headline, Main Content, dan Momentum.

Di antara ribuan konten yang tersebar, peran headline penting, karena hal itu merupakan screening pertama user, ketika menemukan judul atau thumbnail-nya. Sementara isi kontennya sendiri, termasuk image dan angle penjelasannya, juga mesti bagus. Agar setelah diklik, user benar-benar merasakan bahwa konten utamanya memang tak kalah menarik dari headline-nya.

Terakhir adalah momentum, yaitu waktu yang tepat untuk kemunculan konten itu; misal, pertimbangan apakah konten yang dibahas sedang menjadi tren atau ramai dibicarakan oleh warganet.

irwan fahmy pulsk 2
Menurut Anda, berdasarkan yang dilakukan di PULSK, apa saja yang penting diperhatikan untuk membuat konten yang menarik?

Seperti menulis, untuk membuat konten yang baik, si pembuat konten juga harus banyak membaca konten lain. Saat ini, ada banyak sekali aplikasi curated-content, atau kita juga bisa memperhatikan feed atau timeline di media sosial.

Dari sana, kita bisa mendapatkan insights tentang jenis konten yang kini sedang digemari warganet; entah gaya dan sudut pandang penulisannya, cara menjelaskannya, hingga tipenya, seperti informasi umum, tips, atau entertaining content.

Anda sendiri, sebagai pembuat konten, apakah pernah merasa kehabisan ide?

Saat ini, saya rasa, dengan banyaknya media sosial dan media online, kita seperti tidak akan pernah kehabisan ide. Terlebih lagi, ada peran berbagai komunitas, yang bisa membantu kita mendapatkan insights, maupun feedback tentang hal-hal yang sedang menarik dibahas.

Kuncinya: Action - Review - Improve - and Repeat!
Apa tips yang perlu diketahui anak muda yang ingin memulai usaha di bidang konten atau teknologi (startup)?

Pertama, kita harus lebih peka. Baik terhadap problem yang ada di lingkungan kerja, maupun di tempat kita berkarya; termasuk juga, peka terhadap perkembangan isu global.

Saat sudah menemukan “sesuatu”, baik itu solusi atas permasalahan yang ingin diselesaikan, atau inovasi baru yang memiliki peluang, segera lakukan validasi dan action!

Tapi, bagaimana dengan persoalan modal dana?

Menurut saya, modal keinginan yang kuat lebih bisa jadi dasar utama, dibandingkan soal dana. Terlebih lagi, di tengah industri kreatif dan teknologi yang cepat sekali perubahannya, dibutuhkan kecepatan dalam hal eksekusi. Yang penting adalah action.

Kuncinya, Action – Review – Improve – and Repeat!

OK, bagaimana rencana PULSK ke depannya?

Berdasarkan kebutuhan market dan audience, saat ini untuk ke depannya kami akan membangun media network; atau mendirikan beberapa media di bawah bendera PULSK, dengan topik yang lebih niche.

Contohnya, seperti fokus pada tema WomenMen, dan lainnya; tapi tetap memfokuskan diri sebagai Millennials Media Network, untuk Gen-Z.