3 Hal yang Penting Diketahui Influencer untuk Mempromosikan Produk

Membuat konten untuk akun media sosial itu satu hal, tapi menjaga kualitasnya secara konsisten adalah persoalan yang lain lagi.

Terutama untuk akun media sosial berpengaruh, atau biasa dikenal sebagai influencer; konten yang tak hanya menarik dan naratif, tapi juga terencana dan konsisten jadi kunci untuk meningkatkan nilai mereka di mata audiens, juga klien yang tertarik bekerja sama dengan mereka.

Terkait soal bekerja sama dengan klien, yang biasanya menempatkan influencer dalam posisi mempromosikan produk atau jasa yang ditawarkan, kematangan bercerita secara naratif bisa membuat konten berbayar yang disampaikan si influencer berpotensi lebih besar bakal menggelitik ketertarikan pengikutnya.

Apa saja hal penting untuk bisa tetap bercerita secara naratif saat mempromosikan produk atau jasa klien, atau bahasa gampangnya, bikin konten soft selling buat jualan?

Simak beberapa poin terkait hal tersebut —yang sempat didiskusikan di Indonesia Creative Meetup Vol.3 bertema Selling with Storytelling, bersama penulis Alexander Thian, pegiat media sosial Harumi Sudrajat, dan Head of IDN Creative Sylvia Alexandra— berikut ini:

Baca juga: Tips Buat Social Media Influencer Pemula

influencer mempromosikan produk 1

Buat konten yang topiknya kita pahami

Seorang kreator konten atau influencer harus paham betul konten yang ia sampaikan. Menurut Alexander Thian, pada tiap konten yang ia buat, kreator konten yang dikenal lewat nama akun media sosial amrazing ini selalu memastikan bahwa ia hanya menulis hal-hal yang ia suka dan pahami. Maka itu, pria yang juga akrab disapa Alex ini tak sulit untuk dikenal sebagai storyteller yang baik.

Menurut Alex juga, jika kita memiliki pengetahuan dan pengalaman terkait konten yang disampaikan, secara natural, ceritanya akan terasa jujur dan dekat dengan pembaca. Maka itu, poin penting pertama untuk membuat konten dengan narasi baik adalah membekali pengetahuan yang cukup tentang konten yang kita buat.

Berinteraksi dengan audiens

Kegiatan interaksi dengan audiens konten Anda bakal membuat narasi atau storytelling yang disampaikan lebih bermakna. Caranya, bisa dengan membuka ruang diskusi untuk pembaca, pemirsa, atau pendengar bercerita tentang pengalamannya masing-masing terkait konten yang disampaikan.

Kiat paling mudah adalah memulai atau mengakhiri konten dengan pertanyaan-pertanyaan yang memicu pembaca untuk mau berkontribusi pada comment section di saluran konten yang digunakan.

Selain itu juga, komentar balik atau feedback dari audiens bisa membantu kita memahami engagement organik atau insights untuk lebih mengetahui ketertarikan audiens kita, sehingga bisa jadi modal buat mempertajam kualitas konten. “Two ways communication di media sosial membantu saya untuk lebih mengerti audiens konten saya,” ujar Harumi Sudrajat, yang di media sosial dikenal sebagai harumips.

Baca juga: 4 Langkah Proses Kreatif dalam Membuat Karya

influencer mempromosikan produk 2

Sampaikan konten secara naratif

Terkait hal ini, Alex dan Sylvia Alexandra dari IDN Creative sepakat, bahwa salah satu misi storytelling yang mereka sampaikan di saluran media sosial mereka adalah untuk mengedukasi followers agar mau membaca; karena di era yang serba cepat dan instan ini, banyak orang cenderung malas membaca konten panjang, yang berarti ada kemungkinan meredam minat baca publik.

Disampaikan dalam sesi diskusi pada Indonesia Creative Meetup yang digelar GetCRAFT, lewat konten yang naratif, informasi bisa disampaikan secara lebih lengkap dan jelas, tanpa mengurangi daya tariknya. Soal ini, konten berbayar biasanya disampaikan secara gamblang dan to the point saja, langsung pada inti promosinya. Padahal, jika lebih naratif, tentu jadi makin menarik.

Feedback dari audiens bisa membantu kita memahami engagement organik atau insights untuk lebih mengetahui ketertarikan audiens kita, sehingga bisa jadi modal buat mempertajam kualitas konten.

Tantangannya, membuat konten naratif, apalagi tulisan panjang, tidak mudah dan butuh latihan; juga niat untuk secara tulus ingin memberikan solusi atau inspirasi buat audiens. Karena, jika asal saja, konten justru jauh dari konsep naratif, dan hanya jadi materi teks panjang yang membosankan untuk diikuti.

Pahami siapa audiens kita, dan apa topik yang kita suka dan kuasai; pikirkan apa nilai guna konten kita untuk mereka, dan seperti apa cara terbaik untuk menceritakannya; lalu, jangan lupa untuk berinteraksi dengan mereka. Semoga sukses!

 

Banyak influencer berkualitas  yang telah bergabung di GetCraft untuk menawarkan jasa sponsored content untuk para klien di seluruh Indonesia. Ingin tahu influencer mana saja yang sudah gabung? Yuk lihat disini!