Handoko Tjung: Bukan Sekadar Konten Receh, Tapi Berisi

Media sosial Twitter sudah tidak dipungkiri lagi menjadi lahan konten beragam. Sebut saja, mulai dari racauan, opini, lawakan hingga politik. Mendekati Pemilu 2019 ini, kita sering dikejutkan dengan trending topic yang nyeleneh dan tidak jarang: tidak menyenangkan. Enggak heran kebanyakan dari kita pasti setidaknya mem-follow akun-akun yang menyenangkan, fresh, dan informatif untuk dibaca.

Salah satunya adalah akun milik Handoko Tjung. Adalah seorang desainer (suka merancang), namun di platform media sosial Twitter, Handoko dikenal senang meracau. Bagaimana tidak, itu yang tertulis di bio Twitter Handoko Tjung: “Pekerjaan: merancang, passion: meracau”.

Handoko Tjung dikenal sebagai influencer yang senang bermain dengan kata-kata (puns). Tiap kali membaca cuitannya, para pembaca tidak hanya disuguhi dengan joke “receh” namun juga informatif dan responsif akan isu terkini. Sebagai seorang influencer atau kreator, ia amat konsisten dengan konten garapannya. Bagaimana sih caranya?

Crafters menghubungi Handoko Tjung untuk melakukan wawancara seputar industri influencer, konten garapannya, dan insights-nya saat berkolaborasi dengan brand. Berikut wawancaranya.

Handoko Tjung: Bukan Sekadar Konten Receh, Tapi Berisi
(Dok. Handoko Tjung)
Untukmu, apa sih yang 3 hal yang dibutuhkan kreator konten saat ingin memulai kariernya sebagai influencer?

Konsistensi, kreativitas, kesabaran.

Konsistensi untuk terus berkarya; kreativitas untuk menemukan niche/keunikan; kesabaran jika belum make it maupun kesabaran ketika sudah make it lalu menghadapi kelakuan netizen yang ada-ada saja.

Apa sih yang akan kamu lakukan jika bisa mengulang awal kariermu sebagai influencer dengan industri influencer yang maju seperti sekarang?

Mungkin saya akan mencoba merambah lebih banyak platform selain Twitter, hanya saja sejauh ini memang Twitter yang paling nyaman dan mudah, karena bisa cepat di mana saja (tanpa harus foto atau buat video terlebih dahulu).

Baca Juga: Andi Hiyat: Selebtwit Dadakan yang Merangkai Konten dengan Spontan

Kamu banyak menekankan permainan kata/puns dan menerapkannya dalam konten respon akan isu yang sedang panas saat ini. Apakah kamu merasa ini sebagai khas kontenmu?

Sepertinya saya memang dikenal dengan positioning seperti ini di Twitter; jokes with wordplay/ jokes with insights. Sebelum main Twitter memang saya sudah punya kesukaan untuk bermain kata-kata dan puns. Awal bermain Twitter, saya bermain puns dalam Bahasa Inggris tapi ke belakang, saya lebih banyak memakai Bahasa Indonesia. Positioning saya sebenarnya ingin menyajikan sesuatu yang tidak sekadar ‘receh’, tapi ingin menulis sesuatu yang ringan namun sesekali memiliki isi atau pesan.

Siapa atau hal apa yang memiliki influencer terbesar dari perkembangan kariermu sebagai influencer di Twitter dan apa alasannya?

Awal pertama kali saya membuat konten dan main Twitter di tahun 2014, saya terinspirasi dari seorang user bernama @ForeverTed, dia sering membuat puns dalam Bahasa Inggris, sayang sekarang sudah tidak aktif. Kalau sekarang saya terinspirasi dari orang-orang yang suka membuat konten menghibur maupun informatif.

Saat bekerja sama dengan brand, apa tantangan terbesarnya yang bisa menyebabkan kegagalan sebuah project? Dan bagaimana kamu mengatasi tantangan tersebut?

Ketidakjelasan arahan brief, kesulitan komunikasi dengan penyedia brief, atau berusaha mencantumkan terlalu banyak hal dalam sebuah campaign, seperti ingin terlihat lucu dan organik, tapi di sisi lain hashtag-nya terlalu banyak dan terlalu hardsell.

Soal brief ,saya akan berusaha sebisa mungkin menajamkan objektif bersama dengan klien, lalu saya juga biasanya akan memberikan suggestion arahan konten yang diinginkan.

Baca Juga: PEMBIMBING UTAMA: BICARA TWITTER, SELEBTWIT DAN TWITWAR

 

Handoko Tjung: Bukan Sekadar Konten Receh, Tapi Berisi
(Dok. Twitter @handokotjung)
Handoko Tjung: Bukan Sekadar Konten Receh, Tapi Berisi
(Dok. Twitter @handokotjung)
Apakah menurutmu, sebagai influencerbranding diri dibutuhkan? Apa alasannya?

It helps, karena di market yang saturated seperti ini, identitas pembeda itu sangat membantu.

Dari pengalamanmu, di Twitter sendiri, konten seperti apa yang menghasilkan engagement paling besar? Boleh diceritakan salah satu contoh kontenmu yang kamu ingat enggak?

Beberapa konten saya yang engagement-nya paling besar adalah konten komedi observasi maupun yang membuat orang mendapatkan “aha moment” atau bereaksi “iya juga ya.”

Contoh: Joke kemiripan Burung Traveloka dengan Burung Twitter, joke kenapa gestur hati Korea bentuknya mirip gestur minta duit, lalu Ayla View yang terdengar seperti I love you.

Di era “komentar netizen” dan musim media sosial yang semakin panas setiap harinya ini, apa yang ingin kamu sampaikan pada pengguna media sosial?

Baik pembuat konten maupun penikmat sebaiknya sama-sama bijak sebelum posting konten maupun komentar. Pembuat konten harus baik-baik menyaring ide sebelum posting, pun sebagai sebagai netizen tidak semua hal perlu dikomentari, misal: “ga lucu”, “alay” atau “cringe,” jika tidak cocok ya berarti mungkin memang bukan target pasarnya, tidak perlu dikomentari dengan nada membenci.

Lihat influencer yang tergabung dalam jejaring GetCraft!

Apakah kamu punya kritik soal industri influencer yang kini kian berkembang?

Kadang-kadang seorang influencer tidak sadar bahwa dengan jumlah follower yang besar, juga datang tanggung jawab yang besar. Ada baiknya ketika akan mem-post sesuatu, influencer mencari tahu dulu background di belakangnya, apakah sesuai dengan value si influencer atau tidak, teruji atau tidak. Misalnya ketika mem-post sebuah produk penurun berat badan, sebaiknya pastikan dulu produk tersebut aman, dan lain-lain.

 

Handoko Tjung: Bukan Sekadar Konten Receh, Tapi Berisi
Terakhir, apakah ke depannya kamu masih melihat industri ini akan terus berkembang?

Dengan semakin besarnya penetrasi internet ke masyarakat, tentunya industri influencer ini akan semakin berkembang. Sebagai salah satu pelaku di dalam industri tersebut, ketika membuat konten, selain yang menghibur, saya akan berusaha untuk sesekali berbagi sesuatu yang memiliki isi, atau membantu menyebarkan informasi yang berguna.

 

Kamu seorang influencer yang ingin bergabung dalam jejaring GetCraft?