Jakarta Creators Meetup

Milokuma: Ledakan Industri Game dan Posisi Gaming Influencer di Indonesia

Ledakan eSports begitu besar di tahun 2018 dan popularitasnya belum menurun sampai 2019. Esports sendiri ialah permainan video game yang bersifat kompetitif. Jika sebelumnya eSport identik dengan game untuk PC dan konsol, kini eSport pun telah merambah pangsa mobile game. Popularitas eSports yang fantastis ini pun sejalan dengan laporan yang dirilis oleh Newzoo.

Dikutip dari Tech in Asia, Newzoo melaporkan bahwa di tahun 2019 ini nilai pasar game global akan mencapai angka US$152 miliar (sekitar Rp2,15 kuadriliun). Jumlah ini adalah peningkatan 9,6 persen dibanding tahun 2018. Bicara video game di Indonesia, negara kita telah menjadi salah satu pasar video game terbesar se-Asia Pasifik dengan angka mencapai US$941 juta (sekitar Rp13 triliun). Imbasnya, ledakan pasar video game serta eSports tersebut tak hanya melahirkan talenta-talenta baru yang fokus menjadi atlet profesional eSports tapi juga memunculkan profesi gaming influencers.

Belakangan ini, brand-brand mulai gencar melirik gaming influencers sebagai content creator yang dirasa paling dekat menjangkau pasaran. Dan salah satu sosok gaming influencers yang turut meramaikan pasar influencer marketing di ranah game tanah air adalah Mimi atau yang biasa dikenal sebagai Milokuma.

Milokuma ialah seorang game streamer, gaming influencer, dan brand ambassador untuk beberapa brand terkenal. Berkunjung ke kanal YouTube milik Milokuma, kamu akan mendapati betapa menyenangkannya bermain video game. Beberapa judul game terkenal seperti Mobile Legend, DotA, Nier Automata, Resident Evil, hingga One More Night telah dimainkannya.

Baca Juga: Agar Makin Sukses, Ini yang Perlu Diketahui Influencer Media Sosial

 

Milokuma: Ledakan Industri Game dan Posisi Gaming Influencer di Indonesia

(Dok. Milokuma)

 

Ingin tahu lebih lanjut mengenai dunia gaming Indonesia langsung dari kacamata seorang gaming influencerCrafters menghubungi Milokuma. Berikut wawancara Crafters dan Milokuma membahas masa depan industri game, eSports, serta posisi gaming influencer di ekosistem skena game Indonesia

Boleh diceritakan apa alasan yang membuat kamu memutuskan untuk terjun ke dunia gaming? 

Sejak kecil sudah suka main game dan orang yang pertama kali mengenalkan game pada saya adalah papa saya. Awalnya memang tidak mudah untuk berkomitmen serius di dunia ini mengingat pandangan masyarakat kebanyakan masih terpaku pada profesi konvensional seperti menjadi dokter atau karyawan di perusahaan, tapi orang-orang terdekat saya mendukung pekerjaan saya. Itulah yang membuat saya yakin untuk terus menjalani karier ini. Selain itu, ada banyak juga beberapa influencer yang saya kenal dan sudah menikah masih menggeluti pekerjaan ini.

Game apa yang pertama kali kamu mainkan? 

Nintendo – Mario Bros.

Adakah hal khusus yang membuat kamu ingin memainkan sebuah game? Seperti misalnya, apakah itu harus game genre tertentu, yang sedang dimainkan banyak orang, atau yang lainnya? 

Biasanya dilihat dari genre tertentu seperti genre RPG, horror, Moba, TCG (Trading Card Game), dan juga strategic-based game. Saya suka game yang memiliki alur cerita. Ini banyak terdapat di genre game RPG dan horror seperti game Fatal Frame. Untuk game jenis Moba memang punya kesenangan tersendiri karena lebih tertantang dalam mengejar rank (peringkat) di tiap season-nya.

Nah, untuk TCG beda cerita. Di TCG, saya merasa game tersebut seperti menjadi wadah untuk lebih erat dengan teman-teman. Di tengah zaman yang serba digital dan handphone menjadi barang kebutuhan primer, game tersebut memfasilitasi saya serta teman-teman untuk menjauhi gadget sebentar. Terlebih lagi, khusus TGC Pokemon juga membuat saya dan teman-teman bernostalgia akan masa kecil.

Apa sih project pertama yang datang kepadamu ketika menjadi influencer? Boleh diceritakan? 

Sebagai brand ambassador team NXL. Jadi asal mulanya dari kesukaan saya pada cosplay. Karakter cosplay yang sering saya cosplay rata-rata karakter game. Dan waktu itu team NXL juga sedang mencari seorang BA (brand ambassador). Dari BA tiba-tiba dapet tawaran jadi game streamer di Siaranku. Habis dari Siaranku, saya dilirik oleh perusahaan ternama yaitu Netmarble sebagai official game streamer. Dari situlah karir saya berlanjut terus.

Hal apa saja yang menyenangkan dari profesi influencer gaming? Apa tantangan terberat yang pernah kamu hadapi menggeluti profesi ini? 

Banyak hal yang bisa dilakukan selain menjadi game streamer. Sekaligus sebagai influencer gaming, saya juga pernah menjadi MC di event-event gaming, dan juga caster untuk game-game tertentu. Hal terberat biasanya harus menghadapi orang-orang yang mengatakan hal negatif ketika live streaming. Misalnya komentar mengenai suara saya yang menurut mereka dibuat-buat. Padahal memang suara saya begitu. Menghadapi komentar-komentar seperti itu, ya stay positive dan keep calm saja. Biasanya komentar-komentar yang begitu saya bercandain.

Seperti apa sih proses kreatif dalam pembuatan konten di media sosial? 

Harus bisa membuat schedule kapan waktunya posting endorsements dan kapan waktunya posting non-endorsement. Harus diselingi agar tidak membosankan. Untuk endorsement sendiri saya sajikan dalam bentuk soft-selling sehingga tidak terlihat seperti endorsement banget.

Adakah brand yang pernah menawarkan hubungan kerja sama denganmu namun bertentangan dengan idealismu kamu? 

Sampai saat ini tidak ada. Semua brand yang pernah kerja sama dengan saya berjalan lancar dan baik. Bahkan hingga saat ini kami masih bekerja sama.

Apa yang membuat kamu ingin bekerja sama dengan suatu brand? 

Bisa bekerja sama dengan brand tertentu merupakaan kebanggaan tersendiri. Karena dari situ terlihat bahwa karir di dunia gaming ini sangat terlihat.

 

Milokuma: Ledakan Industri Game dan Posisi Gaming Influencer di Indonesia

(Dok. Milokuma)

Apa pandanganmu soal industri influencer, utamanya gaming influencer? 

Influencer gaming merupakan suatu pekerjaan unik dimana orang-orang banyak yang tidak tidak tahu adanya pekerjaan ini. Hadirnya gaming influencer bisa berdampak ke perkembangan industri game buatan Indonesia seperti game buatan Indonesia yang berjudul DreadOut yang sudah dibuat film, misalnya. Itu kan jadi lebih dikenal oleh masyarakat karena andil gaming influencer juga.

Baca Juga: Belajar Mengerti Tantangan dari Kolaborasi Brand & Influencer

Menurutmu, seberapa besar sih pengaruh gaming influencer utamanya untuk perkembangan dunia game Indonesia sendiri? 

Sangat besar karena banyak munculnya brand-brand ternama yang sudah pelan-pelan mulai memasuki dunia game untuk bekerja sama mempromosikan brand mereka.

Saat membuat konten dan memainkan game, peralatan wajib apa yang kamu gunakan? Dapatkah kamu menyebutkan beberapa? 

Kamera, micelgatopc/laptop, mouse, keyboard, headset.

Menurutmu, apa sih 3 aturan penting bagi mereka yang ingin merintis karier sebagai gaming influencer dan atlet eSports? 

Attitude, keunikan tersendiri, dan kerja keras.

Apakah kamu ingin menjadi seorang gaming influencer seperti Milokuma atau tengah merintis jalan karier tersebut? Ingin mengerti bagaimana cara memonetisasi konten, menemukan unique selling point dan ujuk gigi menampilkan value kamu ke brand ternama? Yuk, datang ke acara Jakarta Creators Meet Up yang bertajuk Level Up Your Channel as Gaming Influencer.

Dalam Jakarta Creators Meet Up yang akan diadakan di tanggal 12 September 2019, GetCraft bersama Milokuma, seorang profesional gaming influencer, serta perwakilan brand yang kerap bekerja sama dengan gaming influencer seperti Chandra Wijaya, Managing Director ONIC Esports, dan Reza Putranta, GoPay Senior Product Marketing Manager akan berbagi tips tentang bagaimana memulai channel gaming hingga cara mengembangkannya menjadi sebuah revenue stream yang bisa diandalkan. Daftar segera di sini!

 

Milokuma: Ledakan Industri Game dan Posisi Gaming Influencer di Indonesia

Milokuma: Ledakan Industri Game dan Posisi Gaming Influencer di Indonesia