Kamis, 14 November 2019

Jakarta Creators Meetup

Freelance Contracts: What Should I Include? Memahami Kontrak Kerja dalam Dunia Pekerja Lepas

Tingginya angka pekerja lepas dari tahun ke tahun menggugah semakin banyak content creator yang bahkan keluar dari kantor untuk bekerja full time sebagai pekerja lepas.

Terbukti dari data BPS per bulan Mei 2019, jumlah penduduk yang bekerja sejumlah 129,36 juta orang dan 5,89 juta orangnya adalah pekerja lepas (sumber: DailySocial.id). Melihat tren banyaknya angkatan kerja yang menjadi pekerja lepas dan bekerja dengan banyak brand, salah satu hal penting adalah tentang adanya kontrak kerja.

Tapi sudah seberapa jauhkah kita mengerti tentang pentingnya kontrak kerja? Poin-poin apa saja yang seharusnya kita masukkan ke dalam kontrak kerja? Kontrak kerja seperti apa yang sesuai dengan proyek yang akan kita jalankan?

Pertanyaan-pertanyaan inilah yang akan kita bahas bersama dengan para panelis yang sudah berpengalaman di bidangnya dalam acara Jakarta Creators Meetup (JCM) dengan informasi sebagai berikut:

“Freelance Contracts: What Should I Include? 

Memahami Kontrak Kerja dalam Dunia Pekerja Lepas

Kamis, 14 November 2019

18.30 WIB – 21.00 WIB

Mandiri Inkubator Bisnis, Jl. Adityawarman No.1, RT.5/RW.2, Melawai, Kec. Kby. Baru, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12160

HTM Rp 100.000 – termasuk snack, salinan materi presentasi dan sertifikat.

Dapatkan Cashback 50% dengan pembayaran menggunakan GoPay. (Syarat & ketentuan berlaku)

Pembicara:

Tentang Pembicara:

Adimas Bayu menciptakan karakter Masdimboy melalui kesenangannya membuat komik strip. Sebagai ilustrator full time, komik strip jenaka dengan konsep black & white menjadi ciri khas Masdimboy.

Barry Maheswara lulus dari Fakultas Hukum Universitas Indonesia pada tahun 2012, dan sejak itu telah mengikuti berbagai pendidikan mengenai keuangan perusahaan, manajemen bisnis, dan pemasaran di Wharton School of Business, Pennsylvania State University. Di tahun yang sama, Barry mulai menggeluti bidang entertainment law, dimana ia aktif dalam berbagai creative work, baik dari sisi creative worker maupun law side. Barry dikenal untuk keahliannya dalam bisnis yang berhubungan dengan musik.

Pengetahuan dan renjananya yang luas di industri musik telah meluncurkannya sebagai pengacara muda yang menonjol di industri itu. Barry juga menangani masalah umum perusahaan, dengan fokus utama pada merger dan akuisisi, restrukturisasi hutang, pembiayaan proyek, dan kontrak distribusi. Selain itu, keahliannya dalam bidang musik menjadikannya seorang produser yang kini juga bekerja untuk Warner Music Indonesia sebagai Head of A&R Department. Ia telah bekerja di perusahaan-perusahaan besar dengan individu-individu berpengaruh dalam industri. Pengetahuannya akan bisnis, keuangan, dan pemasaran terbukti membantu dalam memberikan konsultasi berperspektif luas bagi klien-kliennya.

Dengan berbagai kompetensinya tersebut, masukannya dalam bidang hukum khususnya entertainment law sangat dipertimbangkan oleh khalayak yang berinteraksi langsung dengannya, baik sebagai klien maupun rekanan.

Silke Widjaksono adalah seorang multi-talented designer/photographer/creative consultant, business owner dan juga penulis. Ia sukses membangun kekayaan dari bisnis kreatif berbasis design, ketika design grafis masih dianggap design gratis. Di tahun 2015, Silke menandatangani licensing deal dengan Apple untuk iklan iPhone 6 yang membawa karya foto-nya mendunia. Di tahun 2016, salah satu design-nya untuk produk Tupperware mendapatkan Gold Award untuk Best Label Design. Selama menjadi freelancer, Silke telah bekerjasama dengan berbagi brand, beberapa diantaranya seperti Tupperware, A&W, Alto, Urban Icon, Toto, Lois Jeans.

Ellena Ekarahendy adalah freelance desainer grafis dan copywriter yang berbasis di Jakarta, Indonesia. Sebagai orang yang percaya pada desain yang sangat baik, sebagian besar karyanya berkembang dengan memanfaatkan pemikiran desain di kalangan masyarakat sipil untuk mempromosikan kebebasan berekspresi, pengetahuan dekomratisasi, gerakan buruh, dan kesetaraan gender. Dia saat ini adalah ketua SINDIKASI, serikat pekerja muda yang berfokus pada hak-hak pekerja media dan industri kreatif di Indonesia.

Konten dan media profesional dengan 15 tahun lebih eksperiens dalam komunikasi dan industri kreatif; termasuk jurnalis, media dan marketing, khususnya dalam produksi dan operasi konten editorial. Memiliki pengalaman masa jabatan di Detik.com, Tempo, Walt Disney Co. (USA), MRA Printed Media, Salingsilang, Beritagar, dan Provetic. dan selama 5 tahun belakangan ini, Syarief telah bekerja dengan ribuan pembuat konten di Asia Tenggara di Getcraft, untuk membantu mengembangkan bisnis kreatif mereka.

 

Acara ini diselenggarakan oleh GetCraft, premium creative network yang hadir sebagai solusi marketers dan pekerja kreatif untuk membantu mereka bekerja dengan lebih efisien.