Creative Business Masterclass

6 Hal yang Perlu Kamu Pertimbangkan Saat Memulai Bisnis Kreatifmu!

Bekerja di perusahaan yang bergerak di bidang kreatif itu satu hal, namun menjalani bisnis di bidang kreatif adalah hal yang amat berbeda. Mungkin kamu berpikir, apa sih bedanya? Meutia Adryana, VP Consulting Leverate Media Asia dalam seri Masterclass GetCraft terdahulu menuturkan bahwa, “Perbedaannya adalah, kalau bekerja di perusahaan dan kita pegawainya, kita bisa mendapatkan gaji bulanan yang kemudian kita alokasikan ke berbagai kebutuhan. Dan sebagai pegawai, kita enggak punya keputusan/kontrol akan jumlah yang kita dapatkan. Sebaliknya, jika kita membuat sebuah bisnis kreatif, jumlah dari uang yang kita terima itu bergantung sepenuhnya dengan kita sendiri.”

Memulai sebuah bisnis kreatif bisa jadi angan-angan yang rasanya dekat dengan kita. Namun, di balik itu, ada banyak hal yang berhubungan dengan finansial, teknis produksi, konsistensi, deliverable serta profesionalitas yang harusnya kita tuntut ke diri sendiri. Jangan sampai meremehkan hal-hal ini karena pada akhirnya, kita perlu memiliki target untuk kemudian mengembangkan bisnis tersebut.

Baca Juga: 5 Masalah yang Dihadapi Freelancer dan Cara Mengatasinya!

Berikut 6 hal penting yang perlu kamu pertimbangkan saat memulai bisnis kreatifmu menurut Syarief Hidayatullah (Sr. VP Creative GetCraft Indonesia) yang pada tanggal 24 September 2019 mendatang akan menjadi pembicara dalam seri Creative Business Masterclass: Business Thinking for Content Creator.

 

Berapa targetmu?

Sebagai seorang content creator yang bekerja full-time sebagai freelancer, kita perlu menentukan target dengan pasti. Nah, seperti apa sih kita menentukan target? Apa saja yang perlu dihitung dalam menentukan jumlah target?

Kamu perlu membuat list dari kebutuhan dasar finansial selama sebulan. Identifikasi kebutuhan tersebut harus amat mendetail, ya! Misalnya, mulai dari biaya tempat tinggal, pengeluaran makanan atau belanja bulanan (kebutuhan dasar dan hutang), kebutuhan tabungan, investasi dan proteksi hingga pengeluaran tidak terduga (kebutuhan lainnya). Dari angka yang kamu dapatkan tersebut, kamu perlu menghitungnya dalam jumlah per tahun (jumlah per bulan dikali 12).

Mari perhatikan tabel di bawah dengan pengandaian karakter Budi, 26 tahun, seorang freelancer (content writer) dan identifikasi kebutuhannya selama setahun.

 

6 Hal yang Perlu Kamu Pertimbangkan Saat Memulai Bisnis Kreatifmu!

Tabel target

Mulai menghitung cost dan profit untuk bisnis kreatifmu!

Setelah menghitung semuanya, mungkin seperti Budi, kamu dihadapkan dengan angka yang amat besar. Jangan panik dulu, karena ini saatnya kamu merancang strategi berdasarkan produk/jasa yang kamu jual.

Yang paling penting, kamu sudah mengetahui dengan pasti produk dan jasa yang akan kamu tawarkan dengan rinci. Hal ini tentunya bisa kamu tentukan dengan mengukur kemampuan dirimu sendiri sebagai kreator. Nah, dalam pengambilan keputusan ini, kamu bisa juga mempertimbangkan besar modal dan kemampuan manajemen waktumu.

Masih mengambil contoh Budi si Content Writer, dari kemampuannya tersebut, ia memutuskan untuk menawarkan dua jasa tulisannya. Berarti, Budi perlu untuk menentukan cost dan profitnya dengan rinci. Memang agak melelahkan di awal, namun setelahnya, kamu dapat melihat semua data dan melihat apa saja sih yang dapat kamu achieve dalam satu tahun? Berapa besar sih profit bisnis kreatif yang kamu jalankan?

Rumusnya adalah, kamu harus menentukan dulu cost yang kamu tawarkan. Dari situ, kamu bisa menentukan berapa besar profit yang akan kamu ambil nantinya. Mulailah dari mengambil 10%-30% profit di awal bisnis kreatifmu! Hasil dari cost dan profit yang ingin kamu tawarkan, jumlah itulah yang nantinya akan jadi harga jualmu (revenue). Dari situ, kamu bisa tahu produk mana (jumlahnya) yang bisa kamu prioritaskan untuk achieve poin pertama.

 

6 Hal yang Perlu Kamu Pertimbangkan Saat Memulai Bisnis Kreatifmu!

Perhitungan cost dan profit

Menyusun rancangan bisnis (forecast)

Setelah menentukan harga jual dan laba bersih dari produk-produk yang kamu tawarkan, langkah selanjutnya adalah untuk membuat sebuah tabel forecast (perkiraan) rancangan bisnis kreatifmu. Dengan menghitung jumlah hanya laba bersih, setiap bulannya kamu perlu menghitung jumlah dari berapa produk yang perlu kamu jual.

Kamu tidak perlu memulai dengan jumlah besar, karena pada akhirnya, jumlah laba bersih yang dihitung adalah jumlah dari keseluruhan angkanya selama satu tahun. Mengapa kita tidak menghitung biaya produksi? Karena kita bicara dalam konteks pengembangan bisnis kreatif. Pendapatan dari jumlah produksi itu memang masuk juga ke kantongmu, namun, ketika bicara soal bisnis kreatif, kamu perlu membatasi pemasukan dengan hanya menghitung laba bersih saja.

Berikut contoh forecast dari Budi yang dalam setahun, ia perlu menjual produk 1 sejumlah 260 unit dan produk 2 sejumlah 186 unit dalam setahun. Total 446 unit tersebut ia bagi setiap bulannya dalam jumlah tertentu. 

 

6 Hal yang Perlu Kamu Pertimbangkan Saat Memulai Bisnis Kreatifmu!

Tabel forecast bisnis kreatif

Saatnya membuat rate card!

Setelah menentukan, meramal dan menghitung semua yang kamu butuhkan di poin-poin sebelumnya, sekarang saatnya lah untuk membuat sebuah rate card. Bentuk rate card sendiri bisa kamu sesuaikan dengan seleramu dan jasa yang kamu tawarkan. Poin-poin yang perlu kamu tekankan di dalam rate card selain harga adalah ketentuan-ketentuan yang perlu kamu tekankan pada klien seperti: jumlah revisi, inclusion/exclusion, penegasan bahwa klien tidak dapat mengganti brief di tengah-tengah project serta ketentuan lain yang sudah kamu pikirkan sebelumnya yang tentunya berhubungan dengan teknis atau flow pengerjaanmu nantinya. 

 

Promosikan produkmu!

Sekarang saatnya mencari klien! Dalam praktiknya, banyak content creator/freelancer yang kesulitan dalam tahap ini. Namun, sekarang ini, ada banyak sekali cara yang bisa kamu lakukan seperti bergabung dengan Premium Creative Network seperti GetCraft, mengikuti event yang berhubungan dengan produkmu sekaligus networking, mengunggah portofoliomu lewat platform media sosial seperti Instagram/blog dan lain-lain.

Bicara platform media sosial seperti Facebook dan Instagram, kamu juga dapat mempelajari ads (iklan) yang dapat kamu pergunakan. Kalau menggunakan ads, jangan lupa juga untuk mencantumkannya dalam biaya produksimu (cost), ya!

Baca Juga: Ini Hal yang Perlu Kamu Tahu Soal Pembayaran Kreator!

 

Mengevaluasi perkembangan bisnis

Menurut Syarief, poin terakhir yang dapat dilakukan adalah untuk mengevaluasi perkembangan bisnismu. Caranya adalah dengan membuat sebuah tabel yang mencantumkan forecast-mu (poin 3) dan menambahkan jumlah yang telah kamu achieve setiap bulannya. Hal ini dapat memberikanmu insights soal perkembangan bisnis kreatifmu secara mendetail.

Contoh di bawah ini adalah tabel yang dibuat oleh Budi untuk mengevaluasi perkembangan bisnisnya:

 

6 Hal yang Perlu Kamu Pertimbangkan Saat Memulai Bisnis Kreatifmu!

Tabel Evaluasi Perkembangan Bisnis

Mempelajari bisnis kreatif dan memastikan perkembangannya berjalan dengan sehat adalah sebuah tugas yang pastinya tidak mudah bagi kalian yang baru saja ingin memulai. Untuk itu, sejak berdiri lima tahun lalu, GetCraft telah menjalankan berbagai kegiatan edukasi untuk lebih dari 10 ribu praktisi pemasaran dan kreator konten profesional di Asia Tenggara. Setelah sebelumnya sukses mengadakan Marketing Masterclass Series di Indonesia, kami kembali memperkenalkan rangkaian program edukasi GetCraft Creative Business Masterclass!

Kali ini, kami akan mengangkat topik training dari sisi pekerja kreatif dan kreator konten dengan mengundang pembicara yang relevan untuk berbagi dan mengulas secara mendalam tentang berbagai sub-sektor industri kreatif, yang mencakup bisnis kreatif dan media, produksi konten, mulai dari tulisan, foto, video, hingga pengelolaan dan pengembangan media.

Dalam sesi pertama GetCraft Creative Business Masterclass: “Business Thinking for Content Creators” Syarief Hidayatullah (VP Creative GetCraft) akan memberikan materi mendalam tentang tahapan membangun dan mengembangkan bisnis kreatifmu sebagai kreator konten, secara efisien melalui susunan materi: merancang perencanaan bisnis kreatifmu, menentukan produk atau layanan, menetapkan harga jual dan perkiraan profit, mendapatkan klien dari perencanaan promosi produk atau layananmu, pengelolaan bisnis, klien, dan proses yang efisien, mengukur kesuksesan bisnis kreatifmu.

Daftar sekarang di sini!

 

6 Hal yang Perlu Kamu Pertimbangkan Saat Memulai Bisnis Kreatifmu!

Atau lihat seri Creative Business Masterclass mendatang di sini.