Diela Maharanie: Ilustrator yang Berani Berkolaborasi

Menjadi ilustrator lepas full time bisa menjadi hal yang menantang. Namun, jika dilakoni dengan baik, terbukti bahwa figur-figur sukses yang telaten menggelutinya tetap mempunyai kesempatan yang sama, atau bahkan lebih besar dari yang lainnya. Fokus dan maksimal, adalah salah satu kunci untuk seorang Diela Maharanie. Karyanya yang sudah tersebar sangat luas membuat kita tanpa sadar sering menjumpai karya-karya Diela di tempat-tempat umum dan di media sosial. Saya pun akhirnya berkesempatan untuk mewawancarai Diela dan ngobrol-ngobrol tentang caranya berkarya.

Mundur ke pertengahan tahun lalu, saya pertama kali bertemu langsung dengan Diela di sebuah acara bazaar seni di Jakarta. Saat itu, saya sedang membantu rekan-rekan saya untuk menjaga salah satu booth yang menjual art merchandise original buatan mereka. Kebetulan, Diela datang untuk melihat-lihat booth kami dan akhirnya kami bertegur sapa untuk pertama kali.

Diela Maharanie
Dok. Diela Maharanie

Saya ingat betul karakter karya-karya Diela–warna-warna cerah dengan pattern yang acak namun artistik selalu menjadi salah satu khas yang ia sampaikan dalam karyanya. Pernah mengikuti pameran-pameran bertaraf internasional, Diela juga pernah mendapat kesempatan diliput oleh salah satu media internasional, Juxtapoz. Hingga akhirnya pada akhir tahun lalu, Diela bekerja sama dengan Instagram untuk mendesain salah satu sticker official yang hadir dengan campaign #kindcomments.

Lewat feed-feed dalam media sosial miliknya, karakter karya yang dibuat Diela sangatlah kuat. Terbukti, sebagai ilustrator lepas, ia telah banyak bekerja sama dengan brand-brand besar yang akan semakin memperkaya portofolio ilustrasinya. Memulai dari tahun 2005, Diela yang memang hobi menggambar sejak kecil akhirnya memulai lagi hal menyenangkan yang sempat ia tinggalkan itu. Sebagai seniman yang saat ini sudah 100% menggeluti bidang seni, goals-nya dalam waktu dekat adalah untuk mengembangkan terus studio yang pelan-pelan sedang ia bangun dan benahi.

Baca juga: Fandy Susanto: Membangun Studio Desain dari Nol

Media sosial

Untuk para penggemar Diela dan karyanya, mungkin kita sudah familier dengan akun Instagram-nya yang dikelola Diela dengan baik. Namun, seperti kebanyakan seniman yang tumbuh di era digital, ia juga pernah memiliki akun Deviantart untuk menata portofolio digital-nya. Diela mengaku bahwa untuknya, sharing di media sosial adalah salah satu caranya untuk membangun milestone karyanya.

Selain itu, media sosial juga ia rasa dapat dimanfaatkan untuk berinteraksi dengan orang-orang yang tertarik dengan karyanya. Maka itu, akun Instagram-nya yang diisi sebaik mungkin dengan bermacam-macam karya saat ini dapat menjadi portofolio digital yang mudah diakses oleh potential client.

Lihat juga: Para desainer yang tak hanya menampilkan karya via Instagram, tapi juga menawarkan jasa kreatifnya di GetCraft

Tidak lupa, Diela juga terus memperluas networking-nya dengan terus menjaga hubungannya dengan pelaku seni lainnya. Mengikuti bazaar, berpartisipasi dalam bentuk workshop dan menghadiri acara-acara lain yang masih berhubungan dalam bidangnya dapat membantu Diela untuk memperluas jaringannya untuk berkarya lebih baik lagi. Selain itu, Diela juga terus mempertajam inspirasinya.

Dalam hal inspirasi, Diela yang gemar membaca buku, mendengarkan musik dan menonton film mendapat banyak hal yang dapat ia petik dari kegemarannya tersebut. Kehidupan sehari-hari yang ia alami dan lingkungannya juga dianggapnya sebagai sumber inspirasi yang sangat penting untuk berkarya.

Baca juga: Citra Marina: Relevansi Konten dalam Karakter Choo Choo

Diela Maharanie
Salah satu karya Diela Maharanie
Kolaborasi

Berkolaborasi dengan banyak brand, Diela mengaku bahwa ia beberapa kali merasa kesulitan ketika memiliki beberapa project yang berjalan dalam waktu berdekatan. “Sebenernya jarang banget nemuin kendala kalau dalam proses kreatifnya, paling soal timeline saja. Terkadang antara satu project dengan project lainnya waktunya bersamaan dan aku harus bisa fokus dan sebaik mungkin mengatur waktu agar semuanya dapat selesai tepat waktu dan maksimal,” ungkapnya.

Untuk tiap-tiap proses kreatifnya saat berkolaborasi dengan brand lain, Diela menjelaskan bahwa ia memulai semuanya dengan melakukan breakdown dari brief yang diberi oleh klien. Baru kemudian, ia membuat sketch atau moodboard yang sesuai. Eksekusi menjadi hal terakhir yang Diela lakukan dengan maksimal. Keuntungan yang Diela dapat dari berkolaborasi tersebut lah yang membuat portofolio-nya terus berkembang. Mendapat banyak inspirasi dari seniman seperti Moebius dan Eko Nugroho, Diela yang dulu memutuskan untuk berhenti dari kuliah yang sempat dijalaninya merasa tidak pernah menyesal untuk berani memulai kariernya sebagai ilustrator.