Cynantia Pratita: Bersenang-senang Lewat Konten Media Sosial

Kemunculan dan popularitas media sosial yang semakin meningkat membuka banyak peluang bagi para kreator. Bisa saja lewat media sosial, seseorang mendapatkan inspirasi, melepaskan kreativitas, dan, dengan kerja keras serta sedikit keberuntungan, medium tersebut dapat menjadi ladang penghasilan. Ada banyak rumusan dalam memanfaatkan media sosial sebagai sarana melepas ekspresi dan kreativitas, tapi kuncinya selalu bermuara pada satu dorongan yang sama seperti pelukis mengerjakan lukisannya, penulis menulis cerita terbaiknya: bersenang-senang dengan apapun yang kamu lakukan. Ambil contoh Cynantia Pratita.

Dikenal sebagai seorang influencer sekaligus musisi yang aktif dalam band alternatif Stereowall, Cynantia Pratita nampak lebih muda dari umur yang sebenarnya. Berkunjung ke halaman profile Cynantia Pratita di Instagram, kamu akan mengintip kehidupan sosok perempuan mungil dan manis yang tampak senang dan happy-go-lucky. Aktivitasnya, tak jauh dari bermusik atau mengunjungi tempat-tempat menyenangkan sambil menikmati hari.

Cynantia Pratita: Bersenang-senang Lewat Konten Media Sosial
Sosok Cynantia Pratita (Dok. Instagram @cynantiapratita)

Semangat bermain-main ini tak hanya terlihat dari pilihan posting-an foto atau video yang Tita, panggilan akrab Cynantia Pratita, unggah, tapi juga tampak jelas pula kalau kamu melihat caption foto-foto yang disematkan dalam berbagai posting-annya. Tak jarang Tita membagikan lelucon serta jargon-jargon yang tengah ngetren di kalangan millennials.

Tita mengaku dirinya adalah pribadi yang selalu berisik dan selalu bermain-main, tapi saat membagikan kesenangannya seperti menyanyikan lagu kesukaannya di media sosial, ia sangat serius. Bersenang-senang, sering bercanda, tapi serius dalam menjalani bidang kesukaannya adalah daya tarik yang tak luntur dari Cynantia Pratita.

Baca Juga: HelloDitta: Menjalani 3 Profesi Kreatif di Instagram

Berkesempatan mewawancarai Tita mengenai perjalanannya sebagai influencer dan musisi, berikut obrolan Crafters dengan Cynantia Pratita. Dalam obrolan kali ini, kami bicara banyak mulai dari mengenai perjalanan Tita menjalani dua profesi, proyek-proyeknya bersama brand, pandangan serta caranya menyikapi permasalahan menyebalkan seperti beberapa oknum yang  mengklaim fotonya dengan identitas palsu, dan juga pandangan pribadinya mengenai perkembangan industri influencer di masa mendatang terutama untuk influencer yang juga berprofesi sebagai musisi.

Bagaimana awalnya kamu, sebagai seorang musisi akhirnya juga menjadi influencer yang bekerja sama dengan brand?

Dari SMP, aku sudah aktif nge-band. Sampai sekarang pun masih. Nah awalnya jadi influencer itu tuh dari iseng-iseng bikin konten enggak jelas di YouTube karena memang senang liat diri sendiri di kamera alias narsis. Hahahaha. Nah dari situ, mulai deh orang-orang tahu aku. Sebagian yang mengenaliku sudah pernah melihat  akunku atau ketemu konten YouTube aku.

Apakah dari dulu punya dorongan untuk menjadi influencer di media sosial? Boleh diceritakan pengalamanmu?

Awalnya, aku suka nonton make up tutorial yang dibuat oleh beauty vlogger. Nah, setelahnya aku tertarik mau bikin make up tutorial juga. Awalnya, aku mencoba membuat tutorial makeup. Ada nih video-video awal di channel YouTube aku, tapi sekarang konten aku bukan beauty lagi. Kebanyakan konten yang aku buat itu daily vlog yang membahas keseharianku dan cover lagu-lagu.

Pada profile kamu, kamu menulis nama Yukiko, apakah itu persona online kamu ataukah panggilan para fans?

Sejujurnya Yukiko itu nama anjing, tauHahaha. Waktu itu, aku iseng. Lagi lihat-lihat hasil pencarian di Google. Terus, aku menemukan ada anjing bernama Yukiko. Terus, anjingnya lucu banget. Aku memakai nama bintang peliharaan itu deh buat Instagram. Sesimpel itu aja sebenernya. Aku memakai nama itu juga saat followers aku masih berjumlah sekitar 8000-an, hehehehe

Menurutmu, apa saja hal-hal penting yang bisa dipertimbangkan para influencer saat ingin membangun “branding” atau “personanya”?

Sebagai influencer atau orang yang ingin memulai karier jadi influencer, yang paling utama, kamu harus tahu kamu itu mau ke arah mana. Misalnya saja, musik. Ya, konsisten dalam membuat dan membagikan konten foto maupun video yang berbau musik. Intinya, kamu harus menyesuaikan diri dengan branding yang diinginkan. Lama kelamaan self-branding itu akan terbangun dengan sendirinya.

Lihat para influencer yang tergabung dalam jejaring GetCraft!

 

Cynantia Pratita: Bersenang-senang Lewat Konten Media Sosial
Cynantia sebagai vokalis band Stereowall (Dok. Instagram @cynantiapratita)
Enggak ada yang ingin aku ubah. Semua proses itu adalah perjalanan sih buat aku. Proses yang baik aku jadikan motivasi untuk lebih baik ke depannya. Proses yang buruk aku jadikan pembelajaran. Soalnya, aku tidak pernah menyesal tentang apa pun.
Apa ciri khas atau keunikan konten dari seorang Cynantia Pratita?

Aku itu orangnya selalu berisik, enggak jelas kalau ngomong. Tapi kalau lagi nyanyi serius, kok. Hahahahaha. Mungkin itu yang membuat followers aku kesel-kesel gemes. Giliran saatnya serius aku malah bercanda. Hahaha. Tapi on serious note, konten yang aku bikin itu memang yang mencirikan aku banget. Pasti berhubungan dengan musik. Dan dibuat dengan semenyenangkan mungkin. Aku sering kasih caption lucu karena menurutku itu bisa menghibur. Aku enggak mau kelihatan sedih kalau di kamera atau media sosial. Aku mau membawa good vibe aja ke followers aku meskipun lagi sedih. Hehehe.

Bagaimana caramu selama ini menggabungkan ketertarikanmu pada musik dalam konten-konten berbayar di akunmu? Boleh dijelaskan prosesnya?

Itu dia, aku konsisten aja buat konten. Dengan barang-barang yang sesuai dengan hobiku. Jangan lupa bersenang-senang saat pembuatan konten itu sendiri. Aku percaya kalau konten yang dibuatnya seneng dan asyik pasti menyenangkan juga buat dilihat. Kalau bagus, klien pasti lihat kok dan offer endorsement, kerjasama, dan lain-lain.

Apa kamu pernah menemukan beberapa akun palsu yang mengklaim foto kamu di Instagram sebagai foto mereka? Kalau pernah, apa yang kamu lakukan dan bagaimana kamu melewati masa-masa seperti itu di media sosial?

Banyaaaaaak banget. Aku sendiri merasa itu enggak masalah, sih, asal foto aku enggak dibuat yang aneh-aneh, yang merugikan salah satu pihak seperti penipuan. Untuk masalah yang satu itu, aku pribadi sih cuek. Dicuekin aja, enggak gimana-gimana. Toh, mau aku apain juga, ada aja orang yang akan melakukan hal itu di dunia maya. Berusaha mengontrolnya sih mungkin bisa untuk sementara, tapi ya pasti akan ada lagi akun-akun seperti itu muncul. Kecuali kalau memang sudah ada pihak yang dirugikan. Tapi ya semoga aja enggak ada yang seenggak bertanggung jawab itu.

 

Cynantia Pratita: Bersenang-senang Lewat Konten Media Sosial
(Dok. Instagram @cynantiapratita)
Kalau kamu bisa mengulang proses kamu sebagai influencer dari awal, apa yang ingin kamu ubah?

Enggak ada yang ingin aku ubah. Semua proses itu adalah perjalanan sih buat aku. Proses yang baik aku jadikan motivasi untuk lebih baik ke depannya. Proses yang buruk aku jadikan pembelajaran. Soalnya, aku tidak pernah menyesal tentang apa pun.

Saat berkolaborasi dengan sebuah brand untuk proyek, bagaimana biasanya kamu membedah sebuah brief dan cara mengeksekusinya?

Saat mendapatkan brief dari brand, biasanya aku baca baik-baik. Poin-poin mana yang aku kurang setuju biasanya aku langsung bilang ke pihak yang memberikan aku brief itu. Selebihnya ya gitu aja, sih. Persiapan, eksekusi, menunggu apa saja yang harus aku sesuaikan untuk konten yang mau aku unggah. Masalah yang biasa aku tanyain paling masalah payment-nya berapa lama setelah campaign diunggah, harus ada DP 50% dulu juga.

Baca Juga: Thalasya Pov: Dari Digital untuk Digital, Fiksi atau Asli?

Adakah bentuk konten lain yang akan kamu coba buat di masa mendatang?

Aku berencana ingin membuat konten berbentuk debat. Lagi on-going, kok. Sedang dalam tahapan pengembangan. Topik yang akan diperdebatkan dalam kontenku ini juga yang sifatnya cukup ringan.

Menurutmu sendiri, bagaimana perkembangan industri influencer di masa mendatang?

Aku pikir sekarang untuk industri influencer apalagi musisi itu sudah semakin kreatif. Konten-konten untuk musisi juga semakin seru nggak boring. Enggak melulu bikin konten cover lagu yang biasa aja dengan modal recording di depan kamera sambil bermain alat musik sendiri. Secara pribadi aku jadi termotivasi. Aku harus lebih semangat lagi biar enggak ketinggalan dengan teman-teman. Hehe.

 

Kamu seorang influencer yang ingin bergabung dalam jejaring GetCraft?