Cara Memotret Makanan Agar Tampil Menggugah Selera

Suatu malam di sebuah restoran di bilangan Jakarta Selatan, sekelompok perempuan sedang bersiap makan, “Selamat makan!” ucap seorang perempuan kepada teman-temannya. “Eh sebentar-sebentar, gue foto dulu makanannya,” kata salah satunya.

Cekrak cekrek cekrak cekrek. “Udah selesai kan foto-fotonya, gue makan ya, laper nih,” ujar perempuan tadi sambil bersiap makan. Namun karena hasil fotonya dirasa kurang bagus, maka sang teman pun masih berusaha memotret dari angle lain, mencoba membuat styling-an lain, dan saat berniat makan, makanan tersebut sudah dingin.

Mungkin kita pernah terjebak dalam situasi seperti itu, atau minimal pernah melihatnya. Karena tak bisa dipungkiri kini memotret makanan sebelum menyantapnya menjadi satu tren yang tengah digandrungi, itu sebabnya semakin banyak yang beralih profesi menjadi food influencer, food blogger, dan food photographer.

Lihat para fotografer yang menawarkan jasanya via marketplace GetCraft

Profesi fotografer makanan bukanlah profesi baru yang muncul ketika fotografi makanan sedang naik-naiknya, hanya saja saat ini profesi ini menjadi salah satu yang cukup menjanjikan. Kafe, restoran, dan brand semakin banyak yang menyadari bahwa foto produk bukan lagi sekadar foto promosi biasa dan lebih menitikberatkan pada caption atau teks yang menarik. Jika visual sudah dirasa cukup menguggah selera, maka terkadang caption tidak diperlukan lagi.

Cara Memotret Makanan Agar Tampil Menggugah Selera
(Dok. Giphy)

Itu sebabnya, membuat sebuah produksi foto makanan tentu tidak bisa sembarangan, perlu banyak cara agar bisa membuat makanan tersebut terlihat menarik dan menggugah selera masyarakat untuk melakukan pembelian. Dan berikut beberapa tips untuk membuat foto makanan yang menarik.

Baca Juga: Cara Membuat Peta Konsep Kreatif

Lighting itu penting

“Sama seperti tipe fotografi lainnya, cahaya memainkan peran penting di dalam fotografi makanan. Dengan sedikit merekayasa sumber cahaya, akan membuat kita dapat membuat foto bagus menjadi foto yang luar biasa. Dan preferensi pribadi saya adalah cahaya alami, dan saya akan mencoba untuk mengambil foto sebanyak yang saya bisa selama masih ada cahaya matahari,” begitu ungkap Sudeshna, fotografer dari Bengali Cuisine.

Memang banyak yang mengungkapkan kalau pencahayaan terbaik untuk foto adalah cahaya alami. Dan salah satu trik untuk bisa membuat sebuah potret yang menarik untuk makanan adalah dengan duduk di dekat jendela restoran. Dengan begitu kita bisa mendapatkan cahaya yang natural dan kemungkinan bisa mendapat cahaya bantuan yang terpantul dari langit-langit hingga pencahayaan menjadi lebih seimbang. Dan siapa tahu juga mendapat tambahan aksen bayangan dari tralis jendela yang bisa membuat foto menjadi lebih bagus lagi.

Bukan hanya itu, posisi backlight yang tepat juga bisa menguatkan tekstur makanan, misalnya saja ketika ingin memotret sebuah sup, dengan pencahayaan yang tepat tentunya bisa menjadikan uap kuah tersebut lebih terlihat jelas sehingga membuat foto bisa lebih mengundang selera makan dari para audiens.

Menata makanan sebelum difoto

Penampilan makanan itu penting. Karena seperti apa pun teknik yang kita terapkan dan secanggih apa pun alat yang digunakan, hal ini tidak akan berguna kalau objek makanan yang kita bidik itu tidak menarik baik dari segi bentuk atau warnanya.

Karena itu, sebelum memotret makanan kita perlu melihat apakah komposisi makanan itu sudah dalam kondisi terbaiknya, tidak ada yang tumpah keluar dari piringnya. Karena ketika piring tidak terlihat bersih, dan kita memotret secara closeup, objek makanan akan terlihat berantakan dan bercak makanan akan tampak dengan secara jelas. Selain itu, estetika pada foto tidak akan terjaga dan tidak memiliki daya jual bagi para audiens.

 

Cara Memotret Makanan Agar Tampil Menggugah Selera
(Dok. Giphy)
Sederhanakan objek

Kesederhanaan mungkin bisa menjadi kunci agar foto makanan yang kita hasilkan bisa benar-benar menonjol. Karena biar bagaimanapun hidangan yang kita bidik tersebut adalah tokoh utama di dalam frame kita nantinya. Dan kalau kita menambahkan terlalu banyak komponen di dalam makanan tersebut, malah bisa membuat orang yang melihatnya tidak fokus pada hal penting yang justru ingin kita tampilkan.

Kita mungkin saja bisa menambahkan berbagai elemen atau “aksesori” lain yang mendukung estetika dari objek utama yang ingin kita jepret itu. Walau begitu kita tetap harus aware agar elemen pendukung tadi tidak terlihat seperti makanan utama, misalnya saja dengan membuatnya tampak blur di latar belakang, sehingga hidangan yang ingin ditampilkan tetap bisa menjadi pusat perhatian pada hasil foto.

Tambahkan aksi pada foto makanan kita

Mungkin saja kita pernah diundang untuk memotret seorang chef ketika ia ingin mendemonstrasikan menu miliknya. Dengan begitu kita bisa menambahkan di dalam gambar yang kita produksi itu aksi dari koki tersebut. Misalnya saja ketika sang koki sedang memarut cokelat, menuang sup, menaburkan keju dan lain sebagainya.

Ketika foto sendiri pun kita juga bisa menambahkan suatu aksi, seperti sedang menggulung spaghetti dengan menggunakan garpu, memotong kue atau lain-lain, dengan begitu foto yang dihasilkan dapat terlihat lebih nyata karena memperlihatkan proses dan hasilnya akan tampak lebih menarik bagi masyarakat.

Mencari angle terbaik

Angle yang tepat tentunya tidak akan mengkhianati hasil, karena memang makanan itu memiliki satu sudut tersendiri yang akan membuatnya tampil lebih menggugah selera. Dan ketika kita gagal menentukan angle yang tepat, maka bisa jadi gambar yang dihasilkan pun menjadi lebih datar dan terkesan kurang menarik. Memang perlu kesabaran ekstra untuk menemukan angle terbaik. Perlu mencoba berbagai angle agar makanan dapat terlihat memukau.

Salah satu angle yang cukup umum adalah memotret dari atas /flat lay, dengan cara naik ke atas kursi dan memperlihatkan komposisi yang lengkap di atas meja juga bisa menjadi salah satu cara untuk membuat sebuah foto yang menarik.

Baca Juga: Tips Terjun ke Bisnis Fotografi

Atau salah satu trik foto makanan seperti yang diungkapkan oleh fotografer senior Danny Tumbelaka dalam Indonesia Creative Meetup (IDCM), adalah mengambil angle dengan mengikuti arah mata koki yang membuat dan menyajikan makanan tersebut. Seorang chef tentunya mengetahui dari angle mana makanan buatannya itu terlihat paling cantik. Biasanya dia akan memutar-mutar piring makanannya itu dan berhenti pada satu titik yang dia anggap terlihat paling menarik, ketika itu pula kita bisa memotret dari sudut pandang koki tersebut. Dan “sejauh ini, itu enggak pernah gagal sih,” begitu ungkap Danny Tumbelaka.