Belajar Ubah Kemampuan Menulis Jadi Bisnis Menguntungkan Bersama Richard Oh

Penulis yang berhasil memanen keuntungan bagi diri mereka adalah penulis yang dianggap pandai memainkan kata. Franz Kafka, Ernest Hemingway, Gabriel García Márquez, F. Scott Fitzgerald dan beberapa nama penulis ternama lainnya dikenal dalam dunia sastra sebagai maestro dalam memainkan kata-kata. Kepiawaian mereka dalam merangkai kata menjadi kalimat; kalimat menjadi paragraf; paragraf menjadi sebuah tulisan utuh dan menyampaikan gagasan membuat karya mereka menjadi karya penting yang terus menerus dipelajari serta mendapatkan tempat tersendiri di hati para pencinta sastra bahkan setelah mereka wafat.

Penulis yang berhasil memanen keuntungan bagi diri mereka adalah seorang penulis yang namanya mampu melejit dan bertahan dengan popularitas mereka meskipun hanya sementara. Jenis yang seperti ini banyak adanya. Jenis penulis ini mungkin saja memiliki banyak penggemar di tahun ini, tapi belum tentu menulis di tahun selanjutnya. Umurnya singkat. Namun jika ditilik dari hasil penjualan bukunya yang populer di tahun ini, ia mampu memanen keuntungan finansial yang bisa dikatakan melebihi takaran cukup untuk hidup sehari-hari.

Penulis yang berhasil memanen keuntungan bagi diri mereka juga seorang penulis yang berkutat dengan serangkaian brief klien. Mereka mendedikasikan hidup mereka untuk menyampaikan identitas sebuah brand lewat produk-produk tulisan seperti tagline, artikel yang kamu baca setiap sore saat senggang, naskah web series, naskah radio, dan materi promosi pemasaran. Umur mereka langgeng, sebab kebutuhan merepresentasikan brand lewat medium tulisan selalu ada, tapi mereka tidak dikenal seperti penulis yang membuat buku.

Entah itu menjadi penulis seperti Kafka, penulis buku populer, atau penulis konten yang berkontribusi menyampaikan pesan brand, bagaimanapun adalah sebuah pekerjaan yang menguntungkan. Apalagi di era digital seperti sekarang yang mengandalkan kepiawaian merangkai kata untuk menyampaikan informasi penting. Hanya saja, ada sebuah pertanyaan penting yang harus kamu jawab: mau jadi penulis seperti apakah kamu?

Baca wawancara Crafters dengan Richard Oh di sini!

 

Belajar Ubah Kemampuan Menulis Jadi Bisnis Menguntungkan Bersama Richard Oh

Dalam acara bertajuk Turn Your Writing Skills Into A Profitable Business, yang menjadi seri ke-tiga dari Creative Business Masterclass Series pada hari Rabu, 6 November 2019 lalu di Go-Learn, Gojek HQ, Pasaraya Blok M, pertanyaan seperti itu menjadi sebuah fokus penting dan mendesak untuk dijawab. Diselenggarakan sebagai bentuk kerja sama antara GetCraft dan Loket.com, acara tersebut mengundang Richard Oh sebagai pemateri.

Richard Oh adalah seorang penulis & sutradara film. Ia sempat menekuni bidang periklanan selama 15 tahun, sebagai seorang Creative Director. Pada 1999, Richard menerbitkan novel pertamanya, “The Pathfinders of Love”, lalu “Heart of the Night” (diterjemahkan ke Bahasa Indonesia, dengan judul “Labirin Malam”) yang diterbitkan pada tahun 2000; dan “The Rainmaker’s Daughter” yang terbit pada 2004.

Dari penulisan novel, ia kemudian mengeksplorasi kreativitas penulisannya ke dalam dunia film; karya film pertama yang ia tulis, sekaligus menjadi karya perdananya sebagai sutradara berjudul “Koper” (2007), yang kemudian disusul “Description Without Place” (2011), “Melancholy Is A Movement” (2014), “Terpana” (2016), “Perburuan” (2019), dan yang akan segera tayang juga tahun ini, “Love Is A Bird”.

Pada 2001, Richard Oh bersama Takeshi Ichiki dari Plaza Senayan menginisiasi dan mendirikan anugerah sastra, Kusala Sastra Khatulistiwa, yang kini memasuki tahun ke-19 pelaksanaannya dan telah mengapresiasi berbagai karya tulis kreatif, puisi, dan prosa terbaik tanah air.

Dalam pelaksanaan acara tersebut, Richard Oh menjabarkan jika pekerjaan sebagai penulis adalah profesi yang dekat dengan kegiatan sebagai pembaca dan mereka yang merangkai kata-kata. Ia mengatakan jika penulis ialah jenis manusia yang menyukai tantangan; yang memiliki rasa keingintahuan yang tinggi pada karya yang berbeda; yang menghadirkan sebuah cakrawala baru.  Meski terdengar sederhana, rasa keingintahuan dan suka terhadap tantangan saja tidaklah cukup.

Sebagai seorang penulis, entah itu penulis buku sastra, penulis buku populer, atau penulis yang membuat materi pemasaran, sangatlah penting untuk dapat memahami bentuk penulisan umum. Dari memahami bentuk-bentuk tersebutlah seorang penulis dapat mengasah kemampuan menulis mereka, menemukan ciri khas dan sebuah penawaran lain yang menjadikan diri mereka berbeda dengan penulis lainnya, sehingga dapat membangun bisnis kreatif yang menguntungkan.

 

Belajar Ubah Kemampuan Menulis Jadi Bisnis Menguntungkan Bersama Richard Oh

Memahami konsep bentuk umum penulisan

Richard Oh menjabarkan ada tiga bentuk konsep umum penulisan yakni format segitiga, format segitiga terbalik dan format berlian. Secara sederhana, ketiga format tersebut berfokus pada perbedaan peletakan informasi atau pernyataan terpenting yang ingin disampaikan oleh si penulis.

Untuk konsep format segitiga, kalimat pernyataan terpenting yang ingin disampaikan penulis biasanya disisipkan di akhir sebuah paragraf. Format segitiga terbalik berbeda. Dalam bentukan format ini, seorang penulis akan menyisipkan kalimat pernyataan terpenting di baris pertama kemudian dijabarkan secara mendetail lewat deskripsi pendukungnya. Terakhir, format berlian.

Dalam konsep format ini, kamu akan menemukan kalimat pernyataan terpenting berada di tengah paragraf. Dimulai dengan deskripsi yang menceritakan situasi, informasi penting, dan diakhiri dengan deskripsi pendukung. Ketiga format tersebut biasanya bisa ditemukan di esei, cerpen, bab novel, disertasi, artikel sebagai produk jurnalisme hingga naskah webseries.

Baca Juga: Ayu Utami: Menulis adalah Proses Menemukan Diri Sendiri

Mengubah Kemampuan Menulis Jadi Sesuatu yang Menguntungkan

Setelah mengetahui konsep bentuk umum penulisan, seorang penulis yang berhasil mengubah kemampuan menulisnya menjadi sesuatu yang menguntungkan tak akan berhenti. Ia akan berusaha menguasai bentuk-bentuk tersebut dan bereksperimen hingga menghadirkan sesuatu yang inovatif, segar, dan tak pernah terpikirkan sebelumnya.

Untuk mencapai hasil demikian, Richard Oh menekankan jika penulis harus terus menghasilkan tulisan dengan beragam gaya. Selain itu, penulis juga dituntut untuk mengembangkan pengetahuannya akan bidang lain, untuk mencoba bidang lain demi memperkaya kosa kata dan pengetahuannya.

Sebagai penutup, lewat sesinya ini, Richard Oh mengajak para peserta yang hadir dalam Creative Business Masterclass Series ini melihat ke dalam diri mereka sendiri; untuk menemukan sebuah dorongan yang umurnya lebih panjang dari sekadar mencari keuntungan secara finansial. Menulis bagi kebanyakan penulis adalah sebuah panggilan. Apapun jenis penulis yang kamu pilih; entah itu penulis sastra, buku populer, atau konten pemasaran, menjadi seorang penulis di zaman ini adalah sebuah panggilan yang paling menguntungkan.

Tak sempat mengikuti kelas Richard Oh? Jangan khawatir! Kamu bisa ikut menjadi bagian dari kelas Creative Business Masterclass Series GetCraft yang selanjutnya.

Klik di sini untuk informasi selanjutnya! Sampai jumpa di acara GetCraft selanjutnya!

 

Apa kamu seorang penulis yang ingin bergabung dalam jejaring GetCraft?