Arief Witjaksana: Lebih Suka Mendesain dalam Sunyi

Arief Witjaksana

Meski tidak merasa memiliki bakat besar di bidang seni, Arief Witjaksana senang menggambar dan mengarang cerita lewat gambar, sejak kecil.

Demi mengikuti passion itu, usai SMA ia mengambil jurusan Desain Komunikasi Visual.

Masa kuliah menjadi titik balik Arief menyelami desain. Serba kekurangan dalam hal finansial mendorongnya berpikir keras untuk mencari penghasilan tambahan.

Ilmu desain pun ia manfaatkan untuk menawarkan jasa membuat buku tahunan, baik dari segi desain maupun pengadaan isi berupa foto dan ilustrasi.

Ia juga sempat bekerja sebagai desainer di salah satu televisi swasta, sebelum akhirnya membangun studio kreatif bernama Historica bersama teman-temannya.

Bersama Historica ia telah menangani beberapa client dan project, dari annual report, mural, hingga motion graphic untuk beberapa perusahaan swasta maupun lembaga pemerintahan.

Bisa diceritakan apa yang mendorong Anda untuk membangun Historica Branding & Creative Studio?

Sejak kuliah saya sudah mencari penghasilan tambahan menggunakan kemampuan yang saya miliki. Waktu itu, pada 2008, saya menyediakan jasa pembuatan buku tahunan sekolah bersama teman-teman.

Awal 2014 saya kembangkan hal tersebut dengan mendirikan creative studio yang fokus pada jasa desain dan ilustrasi. Hingga kini, Historica sudah menaungi 2 desainer, 2 ilustrator, dan 1 motion designer.

Gambarkan kegiatan membosankan yang justru menjadi pemicu ide bagi Anda?

Saat menunggu atau menjalankan rutinitas kerja yang mulai terasa rutin. Saat itu terjadi biasanya saya menyalurkan rasa bosan dengan doodling atau corat-coret.

Menggambar, walaupun hanya coretan-coretan sederhana ini membantu saya merasakan kembali sentuhan intuitif antara pikiran, tangan, dan hati.

Gambarkan tempat kerja yang nyaman menurut Anda…

Saya cenderung suka bekerja di malam hari. Mungkin karena sunyi sehingga saya lebih mudah fokus, ditambah kopi hangat yang setia menemani.

Apa alat gambar yang tidak bisa Anda tinggalkan?

Kombinasi buku sketsa dan pena gambar, itu tidak ada duanya… Kalau bicara peralatan favorit, saya paling suka dengan cat air.

Isi playlist yang jadi andalan saat sedang bekerja?

Playlist terkini saya: Massive Attack, Mark Pitchard, Honne, dan Radiohead.

Karya atau seniman yang punya pengaruh besar dalam karya Anda?

Sampai sekarang saya masih terinspirasi dengan karya Jean Michelle Basquiat. Karya lukisnya membangkitkan keberanian untuk bereksistensi, apapun latar belakang sosial dan situasi yang kita alami, sehingga rasanya selalu relevan.

Pesan atau nasihat terbaik yang pernah Anda dengar dan dari siapa?

“Rumput tetangga selalu terlihat lebih hijau.” Demikian nasihat dari ibu saya agar selalu bersyukur.

Menggambar, walaupun hanya coretan-coretan, membantu saya merasakan kembali sentuhan intuitif antara pikiran, tangan, dan hati.
Arief Witjaksana 3
Anda seorang seniman yang relatif ‘bebas’ membuat karya dan juga desainer yang relatif perlu lebih banyak menuruti kebutuhan klien. Bagaimana menjalani dua peran tersebut dengan baik?

Mudah saja… Yaitu dengan cara memahami peran desainer sebagai profesi jika terkait pekerjaan dengan klien, dan berkarya selayaknya seniman sejati saat di luar urusan klien.

Saya menganggap proses mendesain sebagai pematangan diri, sementara berkesenian menjadi alat aktualisasi diri.

Keseimbangan antara keduanya, menghasilkan trait yang unik bagi seorang desainer, karena dia jadi tidak takut mengeksplorasi karyanya.

Banyak desainer berkualitas seperti Arief Witjaksana yang telah bergabung di GetCraft untuk menawarkan jasa desain untuk para klien di seluruh Indonesia. Ingin tahu desainer mana saja yang sudah gabung? Yuk lihat disini!