Crafters

Portal konten yang fokus mengangkat beragam hal seputar industri kreatif. Mulai dari wawancara, laporan khusus, sampai tips dari para kreator yang berkarya di bidang seni, kebudayaan, bisnis kreatif, dan teknologi.

Melalui Crafters, kami ingin memberikan kontribusi untuk perkembangan industri kreatif di Asia Tenggara.

Dikelola oleh

Sign up to receive bi-weekly creative inspiration, delivered directly to your inbox!

Apa Sih Bedanya Content Writer dan Copywriter?

Pertama, kita sepakat bahwa semakin berkembangnya teknologi membuat jenis pekerjaan kini makin beragam. Terutama di bidang industri kreatif yang tidak hanya menuntut untuk menghasilkan konten-konten menarik tetapi juga berkualitas, demi kemajuan dan peningkatan suatu bisnis atau instansi yang menggunakan dua posisi pekerjaan ini, baik dalam bentuk teks/tulisan maupun visual. Dalam kepenulisan misalnya, kita mengenal profesi Content Writer dan Copywriter. Tapi percayakah kamu bahwa tidak semua orang tahu bahwa kedua pekerjaan ini berbeda?

Meski sama-sama berhubungan dengan tulis-menulis, namun sebenarnya Content Writer dan Copywriter adalah dua hal yang berbeda, seperti dua sisi pada satu koin. Hal yang paling mudah dan sederhana untuk menguji pernyataan ini bisa dimulai dengan membuka portal atau website penyedia lowongan kerja. Di sana, kita bisa menemukan perbedaan pada deskripsi pekerjaan untuk masing-masing keduanya.

Merangkum dari beberapa sumber, perbedaan antara Content Writer dan Copywriter bisa dilihat dari tiga aspek, yakni: gaya tulisan, media yang digunakan, dan tujuannya. Untuk mengetahui perbedaan lebih jelas antara Content Writer dan Copywriter mari kita bahas satu persatu dari ketiga aspek tersebut.

Baca Juga: 5 Tools yang Harus Dikuasai Content Writer

 

Apa Sih Bedanya Content Writer dan Copywriter?
(Dok. Unsplash)
Sama-sama Menulis, Tapi Beda Tujuan

Seorang Content Writer memiliki tugas membuat konten tulisan atau artikel yang relevan sesuai isu atau tema yang diminta. Artikel yang dibuat harus bersifat informatif, edukatif dan engaging. Maka dari itu, Content Writer memiliki tanggung jawab untuk meningkatkan pengunjung blog atau website, artinya pembaca betah berlama-lama membaca artikel yang dimuat melalui tulisan yang menarik.

Sedangkan Copywriter memiliki tugas yang erat kaitannya dengan pemasaran sehingga tulisannya bersifat komersial, yang mana harus bisa membangun suatu tindakan langsung (direct action) dari pembacanya, seperti melakukan pembelian atau terlibat dengan campaign yang berkaitan dengan produk atau jasa dari perusahaan. Dengan kata lain, Copywriter bekerja untuk mempromosikan sebuah produk atau jasa kepada konsumen yang tidak lain adalah pembaca.

 

Apa Sih Bedanya Content Writer dan Copywriter?
(Dok. Brookcagle)
Gaya Tulisan

Bentuk tulisan panjang dan detail adalah ciri khas pekerjaan seorang Content Writer. Konten yang dibuat mengacu pada pada rumus 5W + 1H yang biasa digunakan dalam dalam kaidah penulisan jurnalistik. Beberapa kemampuan seperti kreatif, berwawasan luas serta kemampuan dalam melakukan riset harus dimiliki oleh seorang Content Writer. Riset di sini penting untuk mengembangkan konten tulisan yang dibuat. Riset bisa dilakukan dengan beberapa cara, baik dengan data atau wawancara.

Sedangkan Copywriter sebaliknya, bentuk tulisan pendek adalah salah satu ciri khasnya, seperti headlinetagline, dan slogan. Kemampuan seorang Copywriter harus pintar memainkan kata-kata untuk menarik dan mempromosikan sebuah produk atau jasa kepada konsumen. Kamu pasti tidak asing dan akrab dengan kata-kata ini: ‘I’m lovin’ it’, ‘now everyone can fly’, Traveloka dulu, jalan-jalan kemudian’, atau ‘Indomie seleraku’. Beberapa contoh tersebut merupakan hasil karya seorang Copywriter.

Media yang Digunakan

Tulisan seorang Content Writer dipublikasikan melalui media yang bisa dibaca dalam waktu lama, santai atau bahkan bisa dibaca di lain waktu. Contohnya tulisan pada blog atau website.

Berbeda dengan Copywriter, media yang digunakan biasanya adalah billboardposterweb bannersocial media adssocial campaignemail campaign, katalog produk dan lainnya, di mana pembaca hanya memiliki waktu yang singkat untuk membaca tulisan tersebut. Namun tidak hanya dalam bentuk tulisan, kamu bisa juga bisa melihat dan mendengar hasil karya seorang Copywriter di iklan tv, radio atau apps streaming yang kamu miliki seperti Spotify.

Baca Juga: 5 Kemampuan yang Wajib Diasah oleh Content Writer

Perbedaan paling dasar antara keduanya, Content Writer menulis dengan riset mengenai isu dan tema, sementara Copywriter meriset solusi untuk ditawarkan ke pembaca terkait produk atau jasa. Jika seorang Content Writer harus menulis dengan informatif, maka seorang Copywriter menulis dengan persuasif. Tetapi apabila dalam strategi marketing, seorang Content Writer juga bisa membuat konten tulisan yang persuasif dengan tujuan untuk membangun kepercayaan pembaca (branding) sebelum pembaca memutuskan suatu tindakan selanjutnya.

Nah, sudah dapat gambaran cukup jelas mengenai perbedaan Content Writer dan Copywriter, bukan? Sekarang waktunya untuk menentukan mana yang lebih dekat dan cocok dengan kemampuan dan keinginanmu. Karier mana yang cocok denganmu; Content Writer atau Copywriter?

 

Apa kamu seorang copywriter/content writer yang ingin bergabung dalam jejaring GetCraft?

June 10, 2019
Uly Novita: Disiplin dan Komitmen, Kunci Menjadi Beauty Influencer
Crafters menghubungi Uly Novita Siahaan untuk berbincang mengenai proses kreatif di balik pembuatan looks...
June 11, 2019
7 Ide Latihan Kreatif untuk Mengasah Kemampuan Fotografimu!
Bagi kamu yang ingin mengasah kemampuan fotografi, berikut 7 ide latihan kreatif fotografi yang...