Apa Itu Video Mapping?

Sekarang ini, sangatlah mudah menemukan konten berbentuk video yang kualitasnya amat baik. Seperti video iklan yang dibuat khusus untuk medium seperti komputer, televisi, dan berbagai perangkat elektronik lainnya, atau yang diperuntukkan khusus untuk estetika penunjang penampilan konser musik. Kemudahan melihat video dengan visual yang memukau adalah kemewahan generasi kita yang telah memiliki beragam perangkat pendukung. Pernah melihat video mapping? Tipe video keren ini adalah hasil kerjasama antara video dan alat proyeksi seperti di bioskop, namun dengan layar berstruktur rumit dan tidak datar seperti tumpukan kotak, gedung, atau bahkan sebuah candi.

Contohnya ketika kamu membayangkan Candi Borobudur berkerlap-kerlip indah di malam hari disertai dengan audio yang megah. Atau misalnya kamu melihat menara Eiffel terpancar bentuk-bentuk rumit yang terbuat dari cahaya. Nah, keduanya merupakan produk yang mengawinkan alat proyeksi dengan bidang tak datar atau akrab disebut dengan video mapping atau pemetaan video.

Penasaran ingin mengetahui lebih lanjut mengenai apa itu video mapping, sejarah dan aturan main, serta potensi video mapping di masa depan? Berikut ulasan Crafters mengenai video mapping.

Baca Juga: Elemen Penting yang Harus Kamu Perhatikan dalam Menggarap Web Series!

 

Apa Itu Video Mapping?
(Dok. marischkaprudence.blogspot.com)

Apa sih video mapping?

Video mapping atau yang diketahui sebagai proyeksi video adalah sebuah teknik pencahayaan artistik yang membuat benda-benda dengan berbagai macam bentuk, seringkali bukan pada bidang datar yang menjadi layar tampilan untuk sebuah proyeksi video. Contohnya  bentuk sesederhana tumpukan kotak hingga yang serumit atau sebesar gedung.

Video mapping membutuhkan tempat yang gelap atau biasanya dilakukan pada malam hari agar terdapat kontras dari warna proyeksi dan background yang gelap sehingga menciptakan warna proyeksi yang terang dan jelas.

Dengan menggunakan software khusus, video mapping dapat menciptakan ilusi pada objek yang terkena cahaya proyeksi video. Benda 2 atau 3 dimensi dipetakan secara spasial ke dalam program virtual yang menyerupai bentuk asli benda yang dijadikan layar tampilan tersebut.

Yang paling menarik ialah bagaimana proyeksi cahaya ini memberikan ilusi mata terhadap benda yang menjadi sorotan proyeksi tersebut. Dengan video dan pencahayaan yang tepat, bentuk wadah proyeksi yang menjadi sorotan pun bisa seakan-akan berubah wujud, seperti runtuh atau menggembung dan lainnya sesuai dengan ciptaan atau keinginan desainer video tersebut.

Sejarah, Aturan Main & Proses Video Mapping

Awalnya video mapping merupakan revolusi dari visualisasi rekam peta. Dengan merekam sinyal Global Positioning System (GPS) dengan video tape, lalu memasukkan data ke dalam komputer, sehingga peta dapat di-review dengan lebih mudah dan lebih nyata. Yang dulunya hanya ada data tulisan, sekarang bisa ikut merasakan pengalaman di lapangan tersebut. Dengan teknologi yang semaju ini, para seniman dan orang kreatif mulai mencampurkan pemetaan tersebut dengan video dan keindahan lainnya hingga melahirkan video mapping.

Proses pembuatan video mapping ini terdiri dari recordingindexing, dan reviewProses pertama adalah recording atau merekam audio dan visual agar terdaftar secara geografis atau geo-registered. Data tersebut diambil dari satelit GPS kemudian dikonversikan kepada video kamera. Sehingga setiap satelit GPS menangkap data di saat yang sama, video kamera juga menangkapnya.

Kemudian yang kedua adalah indexing, disambungkanlah gambar yang ditangkap oleh kamera tersebut kepada komputer dengan mengubahnya terlebih dahulu ke dalam bentuk digital. Tahap yang terakhir adalah review di mana database yang sudah diindekskan dapat diakses secara audio dan visual. Lalu para operator atau desainer video dapat memasukkan video yang telah disiapkan untuk diaplikasikan ke proyektor. Para desainer video dapat menggunakan software MadMapperHeavyM, dan lainnya.

Satu hal terpenting yang harus ditepati saat ingin menjalani atau membuat video mapping adalah dibutuhkannya kondisi gelap total, baik di objek yang akan disorot maupun di area sekitarnya. Hal ini adalah fondasi untuk video mapping karena proyeksi cahaya memantul paling baik di saat gelap gulita. Dengan memenuhi syarat dasar tersebut, ukuran, bentuk, diam atau bergeraknya suatu objek, benda, atau bidang yang akan diproyeksikan tidak menjadi masalah. Lalu proyektor yang dipakai minimal memiliki kekuatan 10.000 lumen untuk memproyeksikan video tersebut.

Baca Juga: Panduan Membuat Video dengan Format Flat Lay

 

Apa Itu Video Mapping?
(Dok. sembilanmatahari.com)

Fungsi dan Potensi Video Mapping

Meski di negara ini belum banyak yang mendalami video mapping, potensi yang dapat dicapai oleh medium ini  terlihat menjanjikan. Sebagai salah satu teknik pencahayaan yang memukau dan inovatif, video mapping  dapat berfungsi sebagai pemuat pesan, atau cerita. Karena video mapping dapat menyajikan lebih banyak cerita dari billboard, lebih besar dari layar tv, lebih berkesan dari media cetak, maka video mapping akan lebih menarik perhatian publik dan efektif untuk dipakai di ranah periklanan dan pemasaran.

Selain itu, banyak juga di luar sana yang menjadikan video mapping sebagai ajang kompetisi, contohnya di Moskow (Rusia) pada 2014 mengadakan kompetisi video mapping dunia dan dijuarai oleh kelompok asal Bandung (Indonesia) yang dikenal sebagai 9 Matahari. Sungguh menakjubkan dan membanggakan, ya!

Lalu banyak juga yang menggunakan video mapping murni sebagai hiburan atau dekorasi, seperti di Disneyland, konser musik, serta venue seperti bar atau restoran. Tak menutup kemungkinan jika video mapping di masa depan akan semakin digemari dan kamu pun bisa jadi salah satu kreator yang lihai di bidang ini. Ingin membuat video mapping? Yuk, pikirkan konsepnya dan mulailah mencoba!

 

(Featured image Dok. Pinterest)

Apa kamu seorang videografer yang ingin bergabung dalam jejaring GetCraft?