Andy Fanfani: Ekspresikan Emosi Lewat Foto Hitam Putih

Kerap kali, nilai estetika dari foto berwarna dianggap lebih baik dari foto hitam putih, mungkin karena kesan pertama yang timbul tatkala melihat sebuah foto berwarna adalah visual momen-momen yang tampak hidup. Namun, foto hitam putih terkadang lebih lincah dalam “menghidupkan” emosi dan menangkap ekspresi obyek foto atau suasana dalam karya tersebut.

Dramatisasi yang ditampilkan oleh sebuah karya foto hitam putih akan memberikan intepretasi yang beragam bagi setiap orang yang melihatnya. Dan ini menyebabkan banyak orang ingin terus mendalami sebuah karya foto hitam putih, sehingga membuat orang yang tidak memiliki ketertarikan dengan dunia fotografi pun dapat lebih mudah merasakan nilai magis dari sebuah karya foto monokrom.

Dan ini menjadi salah satu alasan mengapa fotografi hitam putih tidak pernah LEKANG oleh waktu dan akan selalu dieksplor oleh para fotografer-fotografer ternama, termasuk Andy Fanfani.

Mungkin banyak yang lebih kenal Fani dan karya hitam putihnya melalui akun Instagram bernama @blekribe. Dan kalau memang kita mengikutinya di Instagram, kita akan mengetahui bahwa mata lensanya selalu bisa memberikan emosi pada setiap karya yang telah dibuatnya.

Lalu bagaimana sosok dari Andy Fanfani ini? Apakah arti foto hitam putih bagi dirinya? Apa rahasia miliknya sehingga dapat menciptakan sebuah foto yang sarat akan emosi?

Simak obrolan Crafters bersama fotografer yang telah terjun ke dunia profesional dari tahun 2007 ini.

Baca Juga: Raja Siregar : Pentingnya Membangun Cerita Dibalik Foto Fashion

Andy Fanfani: Ekspresikan Emosi Lewat Foto Hitam Putih
Andy Fanfani atau @blackribe (Dok. Andy Fanfani)
Kapan pertama kali terjun ke dunia fotografi?

Mulai secara pekerjaan itu 2007. Jadi dulu tinggal di Malang, terus pindah ke Jakarta dan bikin production house yang lebih banyak bikin music video. Tapi akhirnya gue lebih memilih jadi fotografer, karena pas awal gue foto, kayak senang gitu, dan di lain kesempatan, ada orang nawarin minta difoto. Itu start karier gue sebagai fotografer.

Apa yang bikin jatuh hati sama dunia fotografi?

Karena foto itu bagian dari sejarah, sejarahnya orang masing-masing.

Seperti apa proses kreatif dalam membuat sebuah karya?

Karena kebanyakan portrait dan berhubungan sama personal, gue lebih banyak ngobrol sama objeknya. Sukanya apa, kesehariannya gimana, fotonya mau dilatarbelakangi dengan cerita apa atau mungkin hal-hal yang mereka belum pernah lakuin gitu di depan kamera. Jadi memang lebih banyak ngobrol.

Apa yang membuat kamu menekuni dunia hitam putih?

Hitam putih udah gitu portrait. Gue lebih kayak ingin ngejual “emosi”-nya sih sebenarnya. Gue enggak pernah naruh caption di semua posting, gue kasih kebebasan sama semua orang yang melihat untuk mengartikan sendiri. Dan (foto) hitam putih itu kan cuman kebagi hitam sama putih, jadi orang bisa fokus sama yang dilihat secara mimik.

Apa keunggulan foto hitam putih versi @blekribe?

Soul-nya. Itu enggak usah diceritain, orang bisa men-translate kayak,’oh ini orangnya gini, karakternya ginioh mungkin gini’. Jadi memang orang lebih bebas untuk itu. Dan emosi itu lebih terlihat di foto hitam putih.

Ketika sedang memotret hitam putih, apakah setting-an di kamera atau dijadikan monokrom pada proses editing?

Kalau gue (motret) formatnya ada RAW sama JPEG, jadi gue punya warna di RAW, tapi secara preview-nya di kamera kebanyakan taruhnya di black and white, jadi biar tahu hasilnya seperti apa

Satu kata yang menggambarkan ciri khas karyamu?

Emosional.

 

Andy Fanfani: Ekspresikan Emosi Lewat Foto Hitam Putih
Hasil karya hitam putih Andy Fanfani atau @blekribe (Dok. Andy Fanfani)
Resep untuk membuat foto hitam putih yang bagus?

Nah, kalau misalnya berhubungan dengan personality-nya langsung. Tips-nya cuma: ajak ngobrol objeknya. Apa saja bisa diobrolin, biar kita benar-benar kenal dengan personanya. Misalnya sambil ngobrol gue juga melihat, ini angle-nya bagus nih kalau dari kanan atau kiri atau depan, segala macam.

Jujur gue sambil ngobrol, waktu di belakang kamera gitu, ketika membahas sesuatu, kalau misalnya dia (model) mulai bereaksi secara emosinya, gue akan capture itu.

Jadi, cara utama untuk bisa memunculkan emosi waktu proses foto memang mengobrol ya?

Sebenarnya ada beberapa (orang) yang memang ingin difoto, tapi susah berkomunikasi, entah kenapa. Mungkin karena kebanyakan klien bukan dari public figure, bukan artis, bukan orang yang biasa muncul di depan kamera, jadi untuk nge-drag mereka supaya nyaman di depan kamera memang sebenarnya effort-nya ada di ngobrol. Makanya, persentase ngobrol sama foto, bisa lebih besar waktu lagi ngobrolnya, bisa 60/40 atu 70/30.

Kalau dilihat dari media sosialmu, banyak juga yang bergaya street photography, bagaimana cara memunculkan dramatisasinya?

Street itu lebih susah karena kita enggak bisa nge-direct. Tapi kalau menurut gue, street photography itu lebih susah karena enggak bisa dekat sama objeknya. Beberapa sih memang ada triknya, misal pakai lensa lebar.

Apa hal yang paling menarik dari profesi sebagai fotografer?

Gue jadi bisa berteman sama orang-orang yang gue foto, bahkan di jalan (street photography). Jadi rasanya hidup gue enggak sepi aja sih, punya teman untuk diajak ngobrol.

Tertarik jadi fotografer? Lihat inspirasi fotografer yang bergabung di GetCraft

Tipe foto mana yang paling disukai?

Portrait. Karena gue suka sama emosi yang dikeluarkan sama masing-masing orangnya.

Menurutmu, seperti apa masa depan fotografi hitam putih di Indonesia?

Sekarang sudah mulai banyak yang foto black and white, bagus sih, bagus banget, tapi sebenarnya pada dasarnya gue tidak berkompetisi dengan siapa-siapa jadi semuanya gue temenin, kadang gue ngobrol sama fotografer lain, jadi dengan ngobrol itu gue tahu trennya seperti ini. Walau sebenarnya foto hitam putih, mungkin akan gimana atau gimana, gue belajar juga dari mereka.

Seperti apa fotografi hitam putih yang pertama kali bikin kamu tertarik?

Stage. Gue berangkat awalnya tuh foto panggung lho. Di Indonesia, kita enggak bisa berharap lighting panggung itu bagus, kayak dulu gue official photographer-nya Ungu. Kalau di kota-kota kecil, begitu di panggung, karena band-nya Ungu, lampunya jadi ungu semua. Itu kalau di foto color, ancur, Man. Itu mau enggak mau, oke, gue hitam putihin kali ya.

Akhirnya karena mungkin kekurangan lighting atau gimana, terus untuk membangun soul-nya, ya udah gue hitam putihin aja. Main amannya sih gitu sebenarnya.

Baca Juga: 5 Tips Menguasai Teknik Fotografi Panggung

Andy Fanfani: Ekspresikan Emosi Lewat Foto Hitam Putih
(Dok. Andy Fanfani)
Apa rencana ke depan sebagai fotografer hitam putih?

Jadi besar di Indonesia dan di luar.

Lalu bagaimana cara untuk mencapai hal itu?

Networking dan ngobrol-ngobrol. Kayak bulan Februari kemarin, gue ada kerjaan motret di New York, setelah kerjaan itu beres, gue ketemu orang di jalan terus ngobrol-ngobrol.

Dari obrolan itu dia tahu kalau gue fotografer. Dan ternyata dia punya studio di Broadway. Setelah itu, kita tukaran nomor, dan enggak berapa lama dia ngabarin gue katanya tertarik bikin foto bareng. Terus dari situ kita kerja bareng. Dan itu bisa terjadi karena ngobrol sih.

Tapi ngobrolnya enggak basa-basi ya, memang beneran serius, dan kesempatan itu pasti ada.