5 Langkah Menulis Novel Serial Pertamamu

J.K. Rowling, Agatha Christie, R.L Stine, Alfred Hitchcock, Enid Blyton, hingga S. Mara GD punya sederetan novel best seller yang selalu dinanti para penggemarnya. Penulis-penulis novel tersebut telah menulis sederetan novel serial yang mewarnai dunia perbukuan dengan ciri khas kepenulisan mereka yang melegenda.

Meskipun novel-novel mereka ditulis sekian tahun lalu, sampai hari ini pun kita tetap dapat menikmati karya mereka dengan perasaan campur aduk dan tidak sabar membaca seri selanjutnya (walaupun sudah pernah membaca sampai tamat tentunya).

Pertanyaannya, bagaimana seorang penulis menulis novel serial seseru karya-karya penulis yang telah disebutkan tersebut?

Menulis novel serial sudah pasti memiliki tantangan yang cukup besar. Mulai dari perencanaan plot cerita, tempo bercerita hingga stamina yang kamu butuhkan saat menulisnya. Namun, jika tantangan-tantangan tersebut dapat kamu lewati, tentunya karyamu juga akan dinikmati oleh semua pembaca setiamu dan bayangkan saja, pastinya berhasil menulis novel serial akan menjadi sebuah pencapaian yang patut kamu banggakan, bukan?

Baca Juga: Tips Menulis dari Tweets J.K Rowling

Kamu seorang penulis yang belum pernah menulis novel seri, tapi tertarik untuk menulis novel serial? Atau kamu tengah menulis novel dan mencari cara terbaik menyajikan ceritamu dalam bentuk novel serialmu? Berikut rangkuman 5 tip yang Crafters rangkai khusus membuat novel serial.

 

5 Langkah Menulis Novel Serial Pertamamu
(Dok. Unsplash)
Rencanakan ceritamu dengan matang

Menyusun kerangka bercerita memang terdengar seperti sebuah pekerjaan menyebalkan bagi beberapa penulis. Namun, kerangka cerita yang isinya merupakan beberapa poin penting apa yang ingin kamu sampaikan dalam ceritamu ini akan memudahkan kamu khususnya ketika kamu tengah membuat novel serial.Kerangka cerita yang matang akan memperkuat narasimu dan membuatmu tetap berada pada jalur cerita.  Kamu akan mampu menarik benang merah dari keseluruhan ceritamu tanpa kesulitan seperti yang dilakukan Joss Whedon saat merencanakan pembuatan serial Buffy the Vampire Slayer. 

Untuk membuat sebuah perencanaan cerita yang matang, pikirkan serialmu sepanjang mungkin dengan terus menanyakan, “Apa yang akan kamu lakukan kalau penerbitmu memutuskan novel trilogimu harus dikembangkan menjadi tujuh buku?” Dengan demikian, kamu tak hanya bisa menyampaikan ceritamu secara utuh dan detail, tapi juga memperkaya imajinasimu secara terus menerus untuk membuat novel serialmu lebih menarik.

Take your time

Enggak semua plot harus selesai dalam sebuah unit cerita. Kalau kamu merasa ceritamu memiliki plot A dan plot B, kamu bisa menjabarkan plot B terlebih dahulu lalu mengubah plot A menjadi unit cerita sendiri, menempatkannya di masa depan, atau sebaliknya.

Intinya, kamu bisa menyampaikan ceritamu secara utuh tanpa terburu-buru dan mencari eksperimen menulis mana yang tepat untuk menjelaskan maksud ceritamu. Pikirkan dan rencanakan dengan matang, ya!

 

5 Langkah Menulis Novel Serial Pertamamu
(Dok. Giphy)
Jangan biarkan ceritamu menggantung!

Setiap unit cerita setidaknya dapat menyampaikan sesuatu serta memiliki bagian-bagian yang jelas; awal, pertengahan, dan akhir.

Jangan sampai pembacamu merasa ceritamu terasa berat, menyeret, dan tidak memberikan informasi apa-apa terhadap perkembangan cerita karena ini akan membuat pembacamu bosan atau malah seakan-akan ‘disuruh’ menunggu sesuatu yang tak jelas akhirnya ke mana.

Karakter pendukung dapat menjadi fokus utama cerita

Ingat; fokus utama ceritamu tak hanya terpatok pada karakter utama novel. Kamu juga bisa membuat beberapa cerita yang fokus terhadap karakter pendukung. Ini merupakan cara yang tepat untuk memberikan waktu dan ruang bernapas bagi kamu saat mengembangkan cerita utama agar tetap segar, tak terburu-buru, dan menyenangkan.

Selain itu, dengan memfokuskan cerita pada karakter pendukung, kamu juga bisa memperkaya pembaca dengan informasi tambahan yang penting bagi plot utama.

Baca Juga: 10 Penulis Terbaik Pilihan Crafters

Hargai penggemar setiamu

Ketika kamu telah membuat sebuah cerita yang panjang, besar kemungkinan beberapa pembaca akan berhenti mengikuti serialmu. Meski demikian, tak sedikit juga ada sejumlah pembaca setia yang akan terus mengikuti serialmu sampai akhir.

Oleh karenanya, menyisipkan sedikit inside jokes atau referensi unik dalam sebuah bagian tertentu dalam ceritamu dapat menjadi usaha untuk menghargai para penggemar setiamu.

Hal ini enggak hanya menjadi sebuah kesempatan untuk bersenang-senang untuk penulisnya sendiri, tapi juga akan membuat para pembaca setiamu merasa dihargai dan lebih dekat dengan cerita yang tengah kamu persiapkan untuk mereka.

Demikianlah beberapa tips menulis novel serial yang dapat kamu lakukan. Merasa tertantang untuk menghadirkan novel serial menarik di dunia perbukuan tanah air? Yuk, mulai menulis novel serial pertamamu sekarang!

 

Apa kamu penulis yang ingin bergabung dalam jejaring GetCraft?